Ngidam Saat Hamil Hanya Mitos? Ini Penjelasannya
Kehamilan

Ngidam Saat Hamil Hanya Mitos? Ini Penjelasannya

Juni 2nd 2022

Ngidam selama ini menjadi bagian dari kehamilan yang terkadang menyisakan cerita-cerita unik dan lucu. Namun sebenarnya apakah ngidam itu nyata atau cuma mitos?

Kehamilan menyebabkan transformasi yang sangat besar pada tubuh yang pernah ada. Jika kehamilan Anda kali ini adalah keberhasilan program hamil, maka Anda mungkin berpikir apakah perubahan tersebut berhubungan dengan program yang dilakukan? Hampir setiap bagian tubuh mengalami perubahan dalam beberapa cara, mulai dari ukuran yang lebih besar, rasa nyeri, nafsu makan yang dramatis, sensitif terhadap aroma tertentu, bahkan membenci makanan yang dulu disukai atau sangat mendambakan makanan tertentu yang pernah dibenci atau dimakan di masa kecil. Kok bisa sih?

Fakta tentang ngidam, perubahan yang terjadi pada tubuh ketika hamil

ilustrasi fakta ngidam
Sumber gambar

Ada yang bilang bahwa ngidam itu hanya mitos. Sesuatu yang dilebih-lebihkan ketika hamil hanya demi mencari perhatian saja. Benarkah demikian?

Mendambakan makanan tertentu di saat sedang hamil dikenal dengan istilah ngidam. Semua orang hamil mengalami momen ngidam yang berbeda-beda, yang umumnya dirasakan mulai trimester pertama dan cenderung memuncak di trimester kedua. Pada trimester ketiga, Anda mungkin akan disibukkan dengan perut yang semakin buncit sehingga ngidam cenderung menurun.

Faktanya, ngidam adalah bagian dari kehamilan yang disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

Perubahan hormonal

Perubahan hormon sangat umum terjadi selama kehamilan, terutama di trimester pertama. Para ilmuwan bahkan menganggap kondisi ini mirip seperti sejuta kali PMS yang banyak mempengaruhi hasrat secara alami. Hormon mempengaruhi pengalaman sensorik terhadap beberapa makanan, indera penciuman dan suasana hati, termasuk menentukan jenis makanan yang Anda idamkan.

Perubahan sensorik

Saat hamil, indera penciuman menjadi jauh lebih tajam. Anda mungkin akan kewalahan ketika bau yang biasanya tidak terlalu mengganggu justru terasa sangat kuat dan tajam. Seringkali aroma yang tajam tersebut membuat Anda mual, muntah atau pusing.

Makanan berbau kuat dan tajam mungkin sebaiknya dihindari di trimester pertama, terkecuali memang itu adalah makanan yang Anda inginkan.

Perubahan kebutuhan gizi

ilustrasi tidak selera makan
Sumber gambar

Adanya peningkatan kebutuhan nutrisi seperti kalsium dan zat besi membuat Anda mendambakan makanan yang kaya akan bahan-bahan tersebut. Otak secara otomatis memproses ingatan terhadap makanan yang mengandung nutrisi tersebut dan mengingatkan Anda untuk memakannya kembali. Inilah mengapa seringkali ibu hamil mendambakan makanan yang pernah dimakan di masa kecilnya.

Perubahan perlindungan diri otomatis

Jika sebelumnya Anda gemar makan ikan laut, tiba-tiba Anda enggan menyentuh dan mencium aromanya. Keengganan ini sebenarnya berkaitan dengan keinginan untuk melindungi diri sendiri dan bayi yang sedang tumbuh dari bahaya.

Otak secara otomatis akan mengirimkan sinyal penolakan ketika tubuh menganggap bahwa zat yang terkandung di dalam makanan tersebut kurang sehat. Tidak sedikit pula ibu hamil yang enggan dengan kopi, daging merah atau jenis makanan lain yang mungkin memiliki risiko bahaya tersendiri bagi tubuh.

Keinginan untuk memberikan kenyamanan diri

Sebagian besar dari ngidam disebabkan oleh tubuh yang mendambakan perasaan nyaman lewat makanan, seperti misalnya permen, roti, manisan, atau makanan dengan kandungan karbohidrat lainnya. Inilah mengapa selama Anda mengalami mual, Anda mungkin mendambakan jenis makanan yang mengembalikan rasa nyaman pada tubuh.

Anda mungkin bisa meredakan mual dengan secangkir jahe hangat yang membuat Anda merasa rileks.

Bagian dari budaya

Salah satu hal yang menyebabkan orang meyakini bahwa ngidam adalah mitos adalah karena ngidam dianggap sebagai bagian dari budaya tempat Anda dibesarkan. Misalnya ketika Anda ngidam makanan tertentu yang hanya bisa ditemukan di daerah Anda.

Jenis-jenis makanan yang seringkali didambakan ketika ngidam

ilustrasi makanan ngidam
Sumber gambar

Bila membahas tentang ngidam, tentunya akan ada banyak variasi makanan yang berbeda-beda. Namun sebenarnya jenis makanan tersebut memiliki pola tersendiri lho, yang menurut peneliti meliputi jenis makanan berikut ini:

  • Makanan yang manis, misalnya seperti es krim, manisan buah, buah-buahan, coklat, permen, gula kapas, martabak manis dan lain sebagainya
  • Makanan tinggi kalori, misalnya seperti roti, es krim, hamburger, keripik, pizza, dan lain sebagainya
  • Makanan protein hewani, misalnya seperti sate, bakso, ayam panggang, dan lain sebagainya
  • Buah-buahan tertentu seperti mangga muda, kedondong, nanas, dan lain sebagainya
  • Makanan yang asin, berlemak, dan pedas, misalnya seperti rujak, ayam geprek, nasi padang, dan lain sebagainya

Jadi di dunia belahan manapun Anda tinggal, sebenarnya pola makanan yang diidamkan hampir mirip. Masih mengira bahwa ngidam hanyalah mitos belaka?

Mengenal pica, ngidam makan yang bukan makanan

ilustrasi pica
Sumber gambar

Anda mungkin juga pernah melihat ibu hamil yang ngidam makan yang bukan dari jenis makanan pada umumnya, misalnya seperti tanah liat, kotoran, kertas, sabun, kapur, abu, beras, rambut, lem, ataupun bahan metal, dan lain sebagainya. Terdengar aneh, namun ini sebenarnya ini adalah hal yang umum terjadi.

Ngidam sesuatu yang bukan makanan dikenal dengan istilah pica, yang termasuk dalam gangguan makanan. Pada kehamilan, kondisi ini menandakan ada sesuatu di tubuh Anda yang tidak seimbang. Beberapa penelitian misalnya, menemukan bahwa pica mungkin berhubungan dengan anemia, yang umum terjadi di trimester pertama.

Selama kehamilan, makanan memasok kebutuhan nutrisi tubuh dan juga janin yang sedang tumbuh. Terkadang peningkatan kebutuhan nutrisi saat hamil menyebabkan kekurangan nutrisi. Masalah ini juga dapat muncul bila saat hamil Anda sering mengalami mual dan muntah. Kekurangan mineral penting seperti zat besi dan seng dapat memicu pica, demikian juga dengan kondisi gizi buruk atau kekurangan gizi. Inilah mengapa dokter meresepkan berbagai vitamin dan mineral untuk Anda konsumsi selama kehamilan, sehingga gangguan makan seperti pica tidak sampai terjadi.

Mengelola ngidam agar tidak menyusahkan pasangan

ilustrasi mengelola ngidam
Sumber gambar

Adalah penting untuk mengelola ngidam dan tidak menjadikannya sebagai hal yang berlebihan atau menyusahkan pasangan. Hasrat pada makanan tertentu sebenarnya akan hilang ketika Anda makan makanan dengan pola yang sama. Misalnya ketika ingin makan martabak manis namun di luar sana sedang hujan deras, Anda bisa menggantikannya dengan makan es krim, sebuah pola akan keinginan makan makanan yang manis yang sama.

Sesekali mungkin Anda bisa memanjakan dan memenuhi ngidam, tetapi membuatnya berlebihan juga tidak akan baik untuk kesehatan Anda dan hubungan dengan pasangan.

Penuhi stok makanan ringan yang baik untuk Anda, seperti yogurt, buah-buahan dan biji-bijian yang dapat membantu mengendalikan keinginan makan makanan tertentu selama hamil. Dan jangan lupa untuk mendapatkan NIPT test yang bisa diperoleh sejak usia 10 minggu kehamilan, untuk mengetahui jenis kelamin bayi sejak dini serta mendeteksi adanya kemungkinan kelainan genetik pada janin.

BACA JUGA: Mengenal NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Apabila Anda mengalami masalah dengan makan dan ngidam, Anda juga bisa membicarakannya dengan dokter pada janji temu berikutnya. Jangan ragu untuk menanyakan semua hal yang ingin Anda ketahui, ya.

Sumber:

  1. https://www.webmd.com/baby/features/pregnancy-food-cravings
  2. https://www.webmd.com/baby/the-truth-about-food-cravings
  3. https://www.verywellfamily.com/pregnancy-cravings-5069392
  4. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pica-in-pregnancy#causes

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id