Mudah Lapar Tanda Hamil, Mitos atau Fakta?
Kehamilan

Mudah Lapar Tanda Hamil, Mitos atau Fakta?

September 27th 2022

Mudah lapar tanda hamil dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Selain itu, ada banyak gejala yang umum dirasakan ketika seseorang berada pada trimester awal kehamilan. Ada yang merasakan mual, muntah, kelelahan, lapar, dan banyak lagi gejala lainnya.

Bicara mengenai kehamilan, ada dua macam tanda dan gejala dalam kehamilan. Tanda pasti yang dapat langsung menegakkan diagnosis maupun tanda tidak pasti (masih kemungkinan) yang membutuhkan konfirmasi pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Lalu apakah mudah lapar tanda hamil merupakan tanda pasti kehamilan? Mitos ataukah fakta bila hal tersebut selalu dialami oleh ibu hamil? Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai fenomena lapar pada kehamilan dan cara mengatasinya.

Apakah benar mudah lapar tanda hamil?

ilustrasi lapar saat hamil
Sumber gambar

Tanda dan gejala kehamilan dibedakan menjadi tanda pasti dan tidak pasti. Tanda pasti bahwa seseorang hamil hanya ada dua, yaitu terasanya gerakan janin dan terlihatnya janin atau kantung kehamilan pada pemeriksaan USG. Selain dua hal tersebut, gejala yang dialami seorang perempuan tidak dapat memastikan bahwa ia tengah hamil.

Sementara itu, tanda tidak pasti kehamilan sangat banyak dan beragam. Tidak semua perempuan mengalami gejala yang sama. Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala sama sekali. Berikut adalah beberapa tanda tidak pasti yang dapat mengindikasikan Anda sedang hamil:

  • Terlambat haid
  • Kram perut
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah (morning sickness)
  • Mudah lapar
  • Sering BAK, dan sebagainya

Dari penjelasan tersebut, Anda telah mengetahui bahwa mudah lapar tanda hamil merupakan indikator yang tidak pasti. Tidak semua ibu hamil mengalami hal tersebut dan tidak semua orang yang mengalaminya sudah pasti hamil. Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya mitos maupun fakta, melainkan berada di tengah dua pernyataan tersebut.

Meskipun mudah lapar tanda hamil yang tidak pasti, namun hal itu bisa terjadi karena beberapa sebab. Alasan pertama adalah karena ketika hamil, tubuh Anda mengalami peningkatan metabolisme. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan tambahan 300 kalori per hari sejak trimester kedua hingga trimester ketiga.

Alasan kedua adalah karena ketika hamil, tubuh mengalami perubahan hormonal secara signifikan. Penelitian membuktikan bahwa fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron menyebabkan peningkatan rasa lapar. Rasa lapar ini biasanya belum muncul pada trimester pertama, namun meningkat dan mencapai puncak pada trimester kedua.

Cara mengatasi mudah lapar saat hamil

ilustrasi mengatasi lapar saat hamil
Sumber gambar

Mudah lapar tanda hamil sebenarnya merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, bila mudah lapar tanda hamil itu membuat Anda menjadi serakah hingga makan berlebihan, ada baiknya mulai mengontrol nafsu makan. Obesitas dalam kehamilan dapat berakibat buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Tak hanya itu, konsumsi gula berlebih dapat mengakibatkan diabetes gestasional dan berbagai komplikasi kehamilan lain. Berikut adalah beberapa cara mengontrol nafsu makan ketika hamil.

Pilih makanan sehat dan mengenyangkan

Pilihlah makanan berkalori rendah yang mengenyangkan daripada makanan ringan yang tinggi kalori. Makanan ringan akan membuat Anda semakin lapar sepanjang hari. Agar rasa kenyang setelah makan bertahan lama, konsumsilah makanan sehat dengan fokus diet pada makanan tinggi protein, serat, serta lemak baik. Anda dapat melakukan tes nutrigenomik sebagai pemeriksaan penunjang untuk lebih mengetahui nutrisi yang tepat bagi tubuh.

Protein tinggi dapat diperoleh dari daging tanpa lemak, dada ayam, dan ikan. Serat yang tinggi dapat diperoleh dari sayur dan buah. Sedangkan, lemak baik dapat diperoleh dari sumber nabati seperti kacang-kacangan dan alpukat.

Hidrasi yang cukup

ilustrasi ibu hamil sedang makan
Sumber gambar

Jaga tubuh agar tetap terhidrasi sepanjang hari. Terkadang, kekurangan cairan dapat menimbulkan rasa lemas dan lapar. Anda dapat menghidrasi tubuh dengan cairan apa pun seperti susu, jus, dan air putih.

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, cairan juga membantu mengatasi konstipasi. Konstipasi dan kehamilan merupakan dua hal yang berkaitan erat. Konsumsi cairan sekitar 2 liter per hari akan membantu melancarkan pencernaan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Jaga pikiran tetap positif

Setujukah Anda bahwa berpikiran negatif menyita banyak tenaga? Setiap kali Anda merasa cemas, marah, ataupun sedih, tubuh akan membutuhkan banyak kalori. Itulah mengapa ketika berada pada emosi negatif, seseorang bisa mengonsumsi lebih banyak makanan.

Anda dapat menjaga pikiran tetap tenang dan positif dengan banyak kegiatan. Olahraga ringan seperti senam dan renang merupakan salah satu aktivitas yang sangat direkomendasikan. Anda juga bisa meluangkan waktu untuk melakukan hobi, seperti membaca, berkebun, menonton film, dan banyak lagi.

Pikiran yang positif tak hanya menjaga tubuh ibu selama kehamilan, tapi juga membantu perkembangan janin. Tentunya dengan tetap melakukan pemeriksaan USG secara rutin setiap bulan. Apabila memiliki kesempatan, cobalah melakukan tes NIPT. Tes NIPT tak hanya dapat melihat jenis kelamin janin sejak dini, namun juga untuk mendeteksi kelainan kromosom sedini mungkin.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah penjelasan mengenai fenomena mudah lapar tanda hamil dan cara mengatasinya. Kelola nafsu makan dengan baik, konsumsi makanan bergizi secukupnya, dan tidak berlebihan dalam segala sesuatu. Semoga dengan menjalankan hal-hal tersebut, Anda dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan janin hingga persalinan.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-hunger#takeaway
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9709-pregnancy-am-i-pregnant

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id