Minum Susu Hamil Sampai Usia Kandungan Berapa? Ini Penjelasannya
Kehamilan

Minum Susu Hamil Sampai Usia Kandungan Berapa? Ini Penjelasannya

September 7th 2022

Susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang utama selama kehamilan. Pernahkah Anda bertanya, minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan? Apakah Anda harus terus mengonsumsi susu untuk kehamilan hingga menjelang persalinan atau harus berhenti di trimester ketiga kehamilan?

Nutrisi selama kehamilan merupakan hal yang harus diperhatikan setiap ibu hamil. Ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi dari orang pada umumnya. Ibu hamil dengan janin tunggal membutuhkan tambahan 340 kkal per hari, janin ganda membutuhkan 600 kkal per hari, sedangkan janin triplet membutuhkan 900 kkal per hari.

Begitu pula dengan kebutuhan protein, asam folat, vitamin, dan mineral. Kalsium merupakan salah satu komponen mineral esensial dalam kehamilan. Tak hanya berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin, ia juga berperan dalam meminimalisasi risiko terjadinya eklampsia. Eklampsia merupakan momok bagi para ibu hamil dan tenaga medis karena masih menjadi penyebab tersering perdarahan pasca persalinan yang dapat berujung kematian.

Lalu bagaimanakah ibu hamil bisa mencukupi kebutuhan kalsium? Anda dapat memperoleh kalsium dengan konsumsi sayur hijau dan kacang-kacangan. Akan tetapi, jumlah kalsium terbesar sekaligus paling praktis adalah dengan mengonsumsi susu yang sudah terfortifikasi dengan kalsium.

Minum susu kehamilan adalah pilihan yang tepat. Akan tetapi, Anda dianjurkan minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan? Berikut penjelasannya.

Jenis susu yang baik untuk ibu hamil

ilustrasi jenis susu untuk ibu hamil
Sumber gambar

Sebelum membahas minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu susu yang bagaimana yang sebaiknya diminum. Tentu tak sembarang susu baik diminum oleh ibu hamil.

Susu dirancang dengan zat gizi sesuai rekomendasi usia. Apabila Anda mengonsumsi susu biasa, kemungkinan zat gizi yang diperoleh memang tetap banyak, namun kurang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Biasanya, susu ibu hamil telah diberi tambahan zat kalsium, asam folat, AHA, dan DHA yang baik untuk perkembangan otak janin.

Tidak semua susu boleh dikonsumsi ibu hamil. Anda sebaiknya tidak meminum susu murni atau yang belum terpasteurisasi. Pasterurisasi merupakan proses pemanasan suhu tinggi. Susu yang belum dipasteurisasi dikhawatirkan masih mengandung bakteri yang berbahaya bagi tubuh ibu maupun janin dalam kandungan.

Para ahli menyarankan susu sapi sebagai susu terbaik untuk dikonsumsi ibu hamil. Hal tersebut karena susu sapi paling banyak mengandung protein hewani dan kalsium. Kadar protein yang tinggi baik untuk regenerasi sel dan perkembangan organ tubuh janin secara optimal.

Nah, bila Anda termasuk orang yang alergi terhadap susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa, susu dari tumbuhan menjadi pilihan alternatif. Susu dari biji-bijian cenderung aman bagi saluran pencernaan. Hal ini menjadi pengecualian bila Anda memiliki alergi terhadap kacang atau biji-bijian tertentu.

Susu kedelai diyakini memiliki kandungan protein yang paling mendekati susu sapi dan kaya isoflavon. Akan tetapi, kandungan kalsium dalam kedelai tidak sebanyak susu sapi karena kedelai mengandung zat yang juga dapat menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh. Selain susu kedelai, Anda bisa juga mencoba susu almond yang kaya akan vitamin E.

Minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan?

ilustrasi susu untuk ibu hamil
Sumber gambar

Setelah mengonsumsi jenis susu yang tepat, lalu minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan? Tidak semua susu memiliki rasa yang enak sehingga cukup banyak yang ingin segera berhenti mengonsumsinya. Beberapa ibu hamil malah mengaku konsumsi susu justru memperparah mual muntah yang mereka alami.

Sebenarnya, tidak ada kewajiban minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan. Semua itu tergantung kenyamanan tiap individu. Anda dapat minum susu hamil sampai usia kandungan berapa saja. Meskipun paling baik memang jika Anda mengonsumsi susu dari awal trimester pertama hingga akhir trimester tiga kehamilan.

Selain dengan memenuhi nutrisi, Anda juga dapat memantau perkembangan janin melalui USG. Anda juga dapat mendeteksi setiap kelainan kromosom dengan melakukan pemeriksaan NIPT Test. Baik pemeriksaan penunjang maupun pemberian nutrisi adalah bagian dari perawatan prenatal yang harus dilakukan.

ilustrasi susu bagi ibu hamil
Sumber gambar

Anda dianjurkan mengonsumsi susu sejak usia kehamilan sedini mungkin. Hal ini karena susu memiliki banyak manfaat bagi perkembangan otak janin. Kebutuhan susu pun sebenarnya disesuaikan dengan kebutuhan tiap ibu hamil yang berbeda.

Bagi ibu hamil yang mengalami obesitas atau berat janin yang telah melebihi normal, tidak dianjurkan mengonsumsi susu. Hal ini karena konsumsi susu terbukti mampu menambah berat badan janin secara cepat dibandingkan dengan konsumsi makanan lain. Begitu pula dengan produk olahan susu seperti keju dan yoghurt.

Sebaliknya apabila berat badan janin masih kurang, Anda dianjurkan minum susu lebih sering. Batas konsumsi susu ibu hamil adalah 1-3 gelas per hari. Konsumsi susu melebihi 3 gelas per hari dapat menambah berat badan janin, berat plasenta, dan meningkatkan risiko terjadinya makrosomia. Kondisi tersebut justru akan mempersulit ibu hamil ketika melahirkan.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Nah, itulah sekilas penjelasan dari pertanyaan minum susu hamil sampai usia kandungan berapa bulan. Tidak ada guideline yang membatasi secara pasti terkait aturan minum susu dalam kehamilan. Anda hanya perlu mengonsumsi susu dalam jumlah wajar sesuai dengan kondisi tubuh dan janin masing-masing.

Sumber:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4302093/
  2. https://www.babycenter.com/pregnancy/diet-and-fitness/should-i-drink-whole-milk-during-pregnancy_2520

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id