4 Cara Membedakan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Biasa
Kesehatan

4 Cara Membedakan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Biasa

Mei 21st 2022

Keputihan tanda hamil tidak sama dengan keputihan biasa. Anda wajib mengetahui perbedaan ciri-cirinya terutama bila keputihan menunjukkan adanya infeksi.

Keputihan tak lepas dari bagian proses reproduksi wanita, di mana kehadirannya merupakan hal yang normal seperti saat berkeringat atau buang air kecil. Setiap wanita akan mengalami keputihan yang dimulai 1-2 tahun sebelum pubertas dan berakhir di masa menopause. Jumlah cairan keputihan juga akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, di mana mendekati periode menstruasi jumlahnya akan semakin banyak.

Pada kondisi normal, keputihan biasanya berwarna jernih atau putih susu, dengan konsistensi yang cair dan tidak kental, serta tidak memiliki bau. Cairan yang diproduksi oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini bertugas membawa sel-sel mati dan bakteri keluar dari leher rahim dan vagina. Ia pula yang akan menjaga vagina tetap bersih dan membantu mencegah terjadinya infeksi, seperti misalnya infeksi ragi atau infeksi jamur, klamidia, trikomoniasis, vaginosis bakterial, dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana dengan keputihan saat hamil?

Tak perlu khawatir karena keputihan juga normal dialami ibu hamil. Dalam kondisi hamil, cairan keputihan memiliki manfaat yang kurang lebih sama dengan keputihan normal. Keputihan tanda hamil akan membantu mencegah infeksi masuk melalui vagina ke dalam rahim.

Keputihan saat hamil memiliki sedikit perbedaan dengan keputihan normal, berikut adalah cara membedakannya:

Konsistensi keputihan tanda hamil

ilustrasi keputihan
Sumber gambar

Keputihan tanda hamil yang normal memiliki konsistensi yang tebal, lengket dan agak kental. Meskipun jumlah cairan yang keluar biasanya sedikit, seiring bertambahnya usia kehamilan jumlahnya cenderung semakin banyak.

Keputihan tanda hamil juga bertujuan mempersiapkan vagina menghadapi proses melahirkan alami.

Warna keputihan tanda hamil

Pada kehamilan yang normal, cairan keputihan akan jernih dan tidak berwarna atau berwarna putih seperti susu. Namun Anda harus waspada, karena keputihan yang berwarna putih seperti susu juga dapat mengindikasikan adanya infeksi ragi.

Infeksi ragi sering terjadi dan rentan dialami selama kehamilan karena adanya perubahan hormon yang dapat mengganggu keseimbangan pH vagina. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi ragi juga disertai gejala lain seperti rasa gatal, rasa terbakar, nyeri saat buang air kecil atau nyeri saat berhubungan intim.

Infeksi ragi selama kehamilan dapat diatasi dengan krim antijamur yang dijual bebas di apotik atau toko obat, tetapi sebaiknya Anda membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter karena ada beberapa jenis obat yang harus dihindari terutama selama trimester pertama.

Mendekati minggu-minggu terakhir kehamilan, warna cairan keputihan akan berubah menjadi merah muda yang menandakan tubuh sedang bersiap untuk persalinan. Anda juga perlu waspada apabila perubahan warna keputihan merah muda ini terjadi di awal kehamilan, karena ini dapat mengindikasikan adanya keguguran atau kehamilan ektopik (di luar kandungan).

Pada kondisi normal, keputihan yang berwarna coklat menandakan adanya darah lama yang keluar dari tubuh. Sedangkan selama kehamilan, Anda tidak perlu khawatir bila ada cairan keputihan berwarna coklat muda yang keluar dari vagina, karena hal tersebut mungkin merupakan tanda awal kehamilan. Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan pertolongan medis apabila keputihan yang Anda alami berwarna coklat tua atau merah segar seperti darah dan disertai gumpalan-gumpalan kecil. Perubahan warna keputihan menjadi merah mengindikasikan adanya keguguran atau kehamilan ektopik.

Volume cairan keputihan tanda hamil

ilustrasi volume cairan
Sumber gambar

Cairan keputihan normalnya meningkat jumlahnya ketika sedang terangsang atau saat ovulasi saja. Sedangkan pada masa kehamilan, cairan keputihan akan semakin bertambah banyak jumlahnya seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal ini disebabkan dari hari ke hari hormon Anda terus berfluktuasi.

Peningkatan volume keputihan saat hamil juga dikaitkan dengan risiko infeksi vagina dan rahim, di mana cairan keputihan memberikan perlindungan terhadap infeksi yang bisa mengganggu tumbuh kembang janin di dalam rahim. Keputihan ini akan semakin meningkat jumlahnya di minggu-minggu terakhir kehamilan, yang memiliki perubahan warna menjadi merah muda, menandakan bahwa Anda sudah mendekati waktu persalinan.

Aroma keputihan tanda hamil

Seperti halnya keputihan normal, umumnya keputihan saat hamil juga tidak berbau. Perubahan aroma keputihan menunjukkan adanya ketidakseimbangan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Vaginosis bakterial adalah infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pada vagina, yang rentan dialami ibu hamil. Cairan keputihan dapat berbau amis dan disertai gejala seperti gatal dan terbakar. Apabila tidak segera diobati maka dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti ketuban pecah dini atau kelahiran prematur.

Pentingnya menjaga kondisi vagina selama kehamilan

ilustrasi menjaga alat vital
Sumber gambar

Anda tidak perlu khawatir bila terjadi peningkatan volume keputihan atau adanya bau ringan selama kehamilan, untuk menjaga kondisi vagina selama hamil berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari penggunaan tampon
  • Hindari melakukan ratus
  • Gunakan tissue atau pembalut yang tidak mengandung pewangi
  • Gunakan panty liners untuk menyerap kelebihan cairan keputihan dan ganti secara rutin
  • Seka area genital dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam vagina
  • Keringkan alat kelamin secara menyeluruh setelah mandi, berenang, buang air kecil atau buang air besar
  • Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang nyaman dan dapat menyerap keringat dengan baik
  • Hindari menggunakan celana yang ketat atau terbuat dari bahan yang menyimpan panas
  • Konsumsi makanan sehat dan hindari asupan makanan tinggi gula yang dapat mendorong infeksi jamur
  • Konsumsi makanan atau suplemen probiotik yang dapat mencegah ketidakseimbangan bakteri di vagina

BACA JUGA: Mengenal NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Sangatlah penting untuk tetap memperhatikan perubahan keputihan yang Anda alami. Apabila keputihan menunjukkan perubahan warna abnormal seperti hijau, kuning, abu-abu, atau merah, atau disertai dengan gejala lain seperti kram dan nyeri perut yang tidak mereda maka sebaiknya segera dapatkan perawatan medis. Untuk upaya deteksi lebih jauh terkait janin, kita juga bisa menggunakan NIPT test yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi janin lebih detail.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginitis/expert-answers/yeast-infection-during-pregnancy/faq-20058355
  2. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-discharge/
  3. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy
  4. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pregnancy-health/discharge-during-pregnancy-whats-safe-whats-not
  5. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323433#takeaway
  6. https://www.webmd.com/women/features/pregnancy-discharge-changes
  7. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/vaginal-discharge-during-pregnancy_270

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id