Alasan Kenapa Usia Kehamilan 9 Bulan ASI Belum Keluar
Kehamilan

Alasan Kenapa Usia Kehamilan 9 Bulan ASI Belum Keluar

September 15th 2022

Kenapa usia kehamilan 9 bulan ASI belum keluar, menimbulkan kecemasan tersendiri bagi setiap ibu hamil. Sebaiknya Anda tidak terlalu larut dalam kecemasan, ketahui terlebih dahulu penyebab dan cara mengatasinya.

Kehamilan 36 minggu atau 9 bulan adalah usia kehamilan trimester akhir yang hanya tinggal menghitung hari persalinan saja. Untungnya sejak awal kehamilan Anda sudah menjalani serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan USG dan tes NIPT yang membantu memantau pertumbuhan dan perkembangan serta kondisi kesehatan janin.

Kedua pemeriksaan tersebut juga bermanfaat mengetahui jenis kelamin janin, dengan rentang waktu yang berbeda. Pada pemeriksaan tes NIPT, Anda sudah bisa mengetahui jenis kelamin janin sejak usia kehamilan 10 minggu, sedangkan pemeriksaan USG membutuhkan usia minimal 20 minggu kehamilan untuk mengetahui jenis kelamin janin.

Saat pertama kali menjalani program hamil, dokter tentu sudah menjelaskan bahwa kehamilan normalnya berlangsung 36 hingga 40 minggu. Di usia kehamilan 36 minggu tidak banyak tanda yang berbeda yang Anda alami. Anda mungkin lebih mudah merasa lelah karena ukuran perut yang semakin besar, lebih sering buang air kecil karena janin sudah masuk ke panggul dan menekan kandung kemih, mengalami heartburn karena janin mendesak organ pencernaan di dalam perut, mulai merembesnya ASI dan juga kontraksi.

Kenapa usia kehamilan 9 bulan ASI belum keluar?

ilustrasi kehamilan 9 bulan
Sumber gambar

Keluarnya ASI saat hamil 9 bulan sebenarnya tidak selalu dialami semua ibu hamil. Sebagian besar ibu hamil baru mengalami keluarnya ASI setelah bayi telah dilahirkan, dan hal tersebut juga termasuk hal yang normal dan wajar.

Selama kehamilan, tubuh melakukan segala sesuatu untuk mempersiapkan kelahiran bayi. Perubahan demi perubahan pun akan Anda alami selama trimester kehamilan, termasuk perubahan pada payudara. Perubahan payudara yang dialami selama kehamilan terkadang menyebabkan ASI bisa keluar bahkan saat usia kehamilan 9 bulan. Menurut American Academy of Pediatrics, keluarnya ASI di usia kehamilan 9 bulan tidak sama seperti ketika menyusui. Anda mungkin hanya akan menemukan sedikit tetesan kolostrum berwarna kuning keputihan yang kemudian mengering di bagian puting atau bagian baju dalam Anda.

Sejak pertengahan usia kehamilan (7 bulan) sebenarnya tubuh sudah mulai memproduksi kolostrum. Kolostrum adalah susu pertama bayi yang dianggap mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi pertama kali setelah dilahirkan. Warna dan tekstur kolostrum berbeda dengan ASI. Kolostrum berwarna kuning keemasan dan memiliki tekstur yang lebih kental dibanding dengan ASI. Biasanya, beberapa hari setelah bayi dilahirkan kolostrum perlahan akan menjadi lebih encer dan warnanya berubah semakin putih.

Kolostrum tersusun dari sel darah putih dan zat pembentuk kekebalan tubuh (imunoglobulin), yang berperan penting dalam membantu tubuh bayi melawan penyebab infeksi. Kolostrum juga dilengkapi dengan nutrisi penting seperti karbohidrat, lemak, protein, air, vitamin A, vitamin B, vitamin K, kalium, seng dan juga kalsium yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir.

Semua tubuh berbeda, demikian juga tubuh ibu hamil. Bila di usia kehamilan 9 bulan Anda belum mengeluarkan ASI, ini bukan berarti Anda gagal menjadi ibu atau ASI nantinya akan sangat sedikit. Anda tidak perlu mencemaskan hal tersebut. ASI akan keluar setelah bayi dilahirkan, dan dipicu oleh hisapan mulut bayi. Banyaknya ASI yang keluar setelah bayi dilahirkan juga tidak ada hubungannya dengan ASI keluar selama kehamilan atau tidak. Produksi ASI akan berlimpah dengan menjaga diri tetap rileks, mencukupi kebutuhan nutrisi, mencukupi cairan tubuh dan juga disusukan terus pada bayi. Semakin sering bayi menyusu, maka semakin meningkat pula produksi ASI Anda.

ASI keluar di usia kehamilan 9 bulan, apa yang harus dilakukan?

ilustrasi ibu memegang botol susu
Sumber gambar

Jika Anda termasuk ibu hamil yang mengalami kebocoran ASI selama kehamilan, maka Anda tidak perlu panik. Fenomena ini adalah umum di dalam kehamilan dan terkadang terjadi. Anda bisa mulai menggunakan breastpad apabila merasa kurang nyaman dan tidak percaya diri dengan rembesan yang keluar hingga ke baju bagian luar. Ganti breastpad secara teratur agar tidak sampai berjamur dan menyebabkan kelembaban.

Cara meningkatkan produksi ASI setelah melahirkan

ilustrasi alat pemompa ASI
Sumber gambar

Jika di usia kehamilan 9 bulan Anda tidak mengalami keluarnya ASI, dan ASI baru keluar sedikit setelah melahirkan Anda juga tidak perlu panik. Ada cara untuk meningkatkan produksi ASI baik dengan konsumsi suplemen maupun oleh stimulasi mulut bayi.

Terlebih dahulu Anda harus menyadari, bahwa produksi ASI sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi hormon, pengobatan yang sedang dijalani, adanya trauma pada payudara misalnya seperti riwayat operasi payudara, prosedur rekonstruksi payudara yang pernah dijalani, atau pengobatan akan kondisi kesehatan tertentu. Produksi ASI seorang ibu mungkin tidak cukup banyak bila dipengaruhi oleh berbagai faktor tersebut.

Untuk meningkatkan produksi ASI setelah melahirkan, inilah yang sebaiknya Anda lakukan:

Menyusui lebih sering

Jangan putus asa apabila ASI Anda baru keluar sedikit setelah melahirkan. Saat ini kebutuhan bayi Anda belum terlalu banyak, apalagi ukuran pencernaannya mungkin hanya sebesar kelereng. Sehingga jumlah ASI yang dibutuhkannya juga tidak sebanyak bayi yang sudah tumbuh lebih besar.

Yang perlu Anda lakukan adalah tetap berusaha rutin menyusui bayi sesuai dengan yang ia minta. Hisapan mulut bayi akan memicu hormon untuk memproduksi lebih banyak ASI dan juga memicu reflek let-down. Reflek let-down adalah di mana otot di payudara berkontraksi dan memicu kelenjar untuk menghasilkan susu.

Susui bayi baru lahir 8-12 kali dalam sehari secara langsung untuk meningkatkan produksi ASI.

Memompa ASI di antara waktu menyusui

Memompa ASI di antara waktu menyusui juga dapat meningkatkan produksi ASI. Anda bisa menyimpan ASI yang berhasil dipompa ke dalam kantong khusus ASI, memberinya tanda dan tanggal untuk kemudian disimpan di dalam freezer agar bisa diberikan pada bayi kemudian.

Susui dengan kedua payudara

Susui bayi dengan kedua payudara bergantian setiap sesi menyusu. Stimulasi hisapan mulut bayi akan sama-sama memicu produksi ASI sehingga kedua payudara akan berusaha memproduksi lebih banyak ASI.

Mengonsumsi biskuit laktasi

Biskuit laktasi diciptakan untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Di dalam biskuit ini terkandung galactagogues, zat yang mungkin meningkatkan produksi ASI.

Mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan produksi ASI

Ada berbagai macam suplemen yang bisa diresepkan dokter untuk meningkatkan produksi ASI. Suplemen tersebut biasanya mengandung bahan-bahan alami seperti ekstrak daun katuk, dan bahan bahan lain yang meningkatkan produksi ASI. Diskusikan dengan dokter untuk mengonsumsi suplemen yang bersifat herbal.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Produksi ASI yang terlalu sedikit dan tidak meningkat mungkin dipengaruhi oleh berbagai hal. Anda bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi atau dokter untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya.

Sumber:

  1. https://www.sutterhealth.org/health/newborns/breast-milk-production
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/body/22201-lactation
  3. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-increase-breast-milk#causes-for-low-milk-supply
  4. https://www.healthline.com/health/pregnancy/36-weeks-pregnant#signs-at-36-weeks
  5. https://www.healthline.com/health/womens-health/when-does-milk-start-leaking-during-pregnancy#what-to-do
  6. https://www.alodokter.com/kolostrum-nutrisi-lengkap-dan-alami-untuk-bayi

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id