Keluar Darah Saat Hamil? Ini Tindakan yang Perlu Dilakukan
Kehamilan

Keluar Darah Saat Hamil? Ini Tindakan yang Perlu Dilakukan

November 19th 2022

Keluar darah saat hamil merupakan hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar ibu hamil. Bagaimana tidak, keluar darah saat hamil seringkali dihubungkan dengan keguguran atau kematian janin dalam kandungan. Sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar.

Keluar darah saat hamil bisa merupakan kejadian yang normal maupun tidak normal. Lalu apa saja penyebab yang mungkin dari kejadian keluar darah saat hamil? Apa tindakan yang harus dilakukan agar tidak terlalu lama panik? Berikut akan dibahas seputar hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai keluar darah saat hamil.

Penyebab keluar darah saat hamil

ilustrasi penyebab keluar darah saat hamil
Sumber gambar

Keluar darah saat hamil memiliki beragam penyebab, baik yang normal maupun tidak normal. Secara umum, keluar darah saat hamil dibedakan berdasarkan waktu kejadian. Penyebab perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan 6 minggu tentu berbeda dengan perdarahan yang terjadi pada usia kehamilan 20 minggu. Berikut beberapa kemungkinan penyebab keluar darah saat hamil yang perlu Anda ketahui.

Spotting

Spotting merupakan istilah bagi keluar darah saat hamil muda yang merupakan kejadian normal. Pada kasus ini, darah berwarna samar dan berjumlah sedikit. Spotting terjadi akibat penanaman janin ke dinding rahim yang juga melukai sebagian kecil jaringan di sekitarnya. Ini biasanya terjadi kurang dari usia kehamilan 6 minggu dan disertai kram perut ringan.

Kelainan pada janin

Keluar darah saat hamil pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu juga dapat berarti adanya masalah pada janin. Peristiwa ini disebut dengan abortus. Masyarakat sering menyebut abortus sebagai keguguran, yaitu keluarnya janin dari kandungan.

Padahal abortus tidak selalu berarti kematian atau keluarnya janin. Ada kondisi abortus yang masih bisa dipertahankan. Akan tetapi, jika sebab abortus adalah kelemahan otot serviks yang selalu berada dalam posisi terbuka, maka janin tidak dapat dipertahankan.

Kelainan pada plasenta

ilustrasi sakit perut
Sumber gambar

Kelainan plasenta merupakan penyebab utama keluar darah saat hamil pada usia kehamilan 20 minggu ke atas. Kelainan plasenta ini beragam, ada yang letak plasenta terlalu bawah, mengelupasnya kantong kehamilan dalam kandungan, serta menempelnya plasenta di otot dinding rahim yang rapuh (biasanya bagian bekas sayatan operasi caesar sebelumnya).

Kelainan plasenta merupakan kondisi yang mengancam nyawa apabila tidak ditangani segera. Karakteristik darah yang keluar bisa sangat berkebalikan. Ada kalanya darah yang keluar berwarna merah segar, tidak nyeri, dan bervolume banyak. Ada kalanya berwarna hitam pekat dan sedikit, atau bahkan tidak keluar sama sekali (perdarahan organ dalam).

Pada kasus di mana terjadi perdarahan organ dalam, tanda vital perlu sangat diperhatikan. Perdarahan di dalam tentu lebih berbahaya karena tak terlihat sehingga seringkali diabaikan. Nadi yang tidak normal, telapak tangan basah dan dingin, serta tekanan darah tidak terukur merupakan tanda kegawatan yang harus ditangani segera.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan di luar rahim. Kehamilan bisa terjadi masih di dalam organ reproduksi lain atau di rongga perut. Biasanya kehamilan ektopik tidak mencapai usia kehamilan tua karena lingkungan sekitar yang tidak viabel bagi janin.

Kehamilan ektopik terganggu (yang sudah pecah) akan mengakibatkan perdarahan dan rasa nyeri hebat. Kondisi ini juga sangat berbahaya dan mengancam nyawa sehingga harus mendapat pertolongan dokter.

Persalinan

Penyebab keluar darah saat hamil yang terakhir adalah persalinan. Persalinan dapat terjadi sewaktu-waktu ketika usia kehamilan telah mencapai 37 minggu. Tanda lain dari persalinan adalah disertai lendir, kontraksi teratur dengan durasi sekitar 3 menit tiap kontraksi, dan interval 10 menit antar kontraksi. Jika ini penyebab perdarahan Anda, tentu sangat mendebarkan sekaligus menyenangkan.

Tindakan jika keluar darah saat hamil

ilustrasi konsultasi ke dokter
Sumber gambar

Setelah mengetahui beragam sebab keluar darah saat hamil, tindakan apa yang harus dilakukan bila mengalaminya? Jangan sampai Anda malah panik dan tidak berbuat apa-apa, bahkan melakukan kesalahan. Berikut adalah Langkah yang harus diambil ketika keluar darah saat hamil.

Segera beristirahat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera beristirahat. Duduk atau berbaringlah sejenak untuk merelaksasi otot sekitar rahim. Bisa jadi perdarahan terjadi karena Anda sedang kelelahan. Tarik napas dalam dan cobalah sebisa mungkin mengatur napas hingga tenang. Ketenangan pikiran sangat penting sebab Anda tak bisa berpikir jernih dalam kondisi tegang.

Konsultasi dengan dokter kandungan

Langkah terpenting adalah segera konsultasi dengan dokter kandungan. Jika tidak langsung pada saat itu, Anda bisa melakukan itu keesokan harinya. Biasanya dokter akan memberikan vitamin dan obat penguat kandungan jika diperlukan.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan USG untuk memantau kondisi janin dalam kandungan. Jika ingin melakukan pemeriksaan yang lebih komprehensif, Anda dapat meminta tes NIPT. Tes NIPT mampu mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin sejak usia kehamilan 10 minggu. Menarik, bukan?

Makan bergizi seimbang

Langkah terakhir namun tak kalah penting adalah tetap menjaga pola makan bergizi seimbang. Tercukupinya kebutuhan nutrisi akan mempercepat proses pemulihan. Perbanyak konsumsi buah, sayur, ikan, dan kacang-kacangan untuk memperoleh nutrisi optimal bagi kehamilan.

Kini Anda dapat melakukan tes nutrigenomik untuk memudahkan dalam mengetahui kebutuhan nutrisi yang sesuai bagi tubuh. Hal ini cukup penting sebab sebenarnya kebutuhan tubuh setiap orang berbeda. Begitu pula dengan jenis makanan yang sesuai bagi setiap orang.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Nah, itulah langkah-langkah yang diharuskan bila Anda mengalami keluar darah saat hamil. Ingatlah untuk tidak panik terlalu lama. Dalam situasi menegangkan, hal yang utama adalah bagaimana kita dapat mengontrol pikiran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para ibu hamil yang sedang menanti kelahiran buah hati tercinta.

Sumber:

  1. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-bleeding/#:~:text=In%20early%20pregnancy%2C%20you%20might,period%20would%20have%20been%20due
  2. https://www.acog.org/womens-health/faqs/bleeding-during-pregnancy
  3. https://www.webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id