Penting Diketahui! Ini Tips Menghindari Kelainan Kromosom Pada Janin
Kesehatan

Penting Diketahui! Ini Tips Menghindari Kelainan Kromosom Pada Janin

Mei 9th 2022

Kelainan kromosom pada janin bisa Anda hindari. Caranya? Simak di bawah ini.

Siapa yang tak ingin memiliki momongan? Sosok yang akan sangat Anda dan keluarga sayang. Yang nantinya bakal menjadi penerus keturunan, sekaligus yang akan menjaga orang tua ketika sudah renta.

Tetapi bagaimana bila kenyataannya ada kelainan kromosom pada janin? Sebenarnya bukan kesalahannya sama sekali. Tidak ada orang yang bisa memilih dan menentukan nasibnya sejak ada dalam kandungan. Bahkan mungkin saja penyakit itu merupakan warisan dari generasi sebelumnya.

Terlepas dari siapa yang bertanggung jawab, semua orang pasti menginginkan anak yang terlahir sempurna, sehat, dan ceria. Hanya saja, tak bisa dipungkiri bahwa bila orang tua merupakan carrier kelainan genetik, bisa saja keturunannya memiliki kelainan genetik yang menyebabkan berbagai jenis penyakit keturunan, di mana salah satunya adalah Down Syndrome. Bila anak memiliki kelainan kromosom sejak janin ini, ia akan mengalami gangguan pada perkembangan tubuh dan mentalnya.

Cara hindari kelainan kromosom pada janin sejak dini

ilustrasi wanita hamil
Sumber gambar

Memang, kelainan kromosom pada janin bisa terjadi pada siapa pun. Namun ada beberapa trik khusus untuk meminimalisir terjadinya gangguan genetik ini pada anak Anda. Apa saja?

Program kehamilan di usia ideal

Yang harus Anda ketahui adalah fakta bahwa kehamilan di usia lebih dari 40 tahun itu rentan terhadap kelainan kromosom pada janin. Pada umumnya, umur yang ideal untuk program kehamilan bagi wanita adalah antara 20 sampai 34 tahun.

Salah satu bukti yang mendukung pernyataan ini adalah sebuah penelitian di awal tahun 1900-an, di mana memiliki banyak anak itu sangat lumrah di setiap keluarga. Bahkan ayah dan ibu seperti tidak mengenal usia dalam bereproduksi.

Dari sekian banyak anak yang lahir, sebagian besar penderita Down Syndrome adalah mereka yang merupakan anak terakhir dan terlahir dari ibu yang sudah hampir memasuki masa menopause.

Jangan sungkan untuk lakukan pemeriksaan kromosom

Sebagai langkah pencegahan kelainan kromosom pada bayi adalah dengan pemeriksaan di awal kehamilan. Dengan metode ini seorang ibu atau ayah bisa mengetahui bila ada kromosom tambahan yang menjadi penyebab Down Syndrome pada janin.

Selain itu kini ada juga pemeriksaan kromosom dengan risiko ringan, yaitu Non Invasive Prenatal Test (NIPT). Ini adalah metode pemeriksaan yang dilakukan pada trimester pertama kehamilan untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik pada calon bayi.. Hasil dari pemeriksaan via NIPT ini juga memiliki akurasi hingga 98% dengan cara yang aman, hanya lewat proses pengambilan darah ibu saat usia kandungan sudah lebih dari 10 minggu.

Screening dan tes diagnostik

Untuk mengetahui kelainan genetik pada janin, Anda juga bisa melakukan langkah antisipatif saat hamil lewat screening dan tes diagnostik. Satu metode yang juga bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan sejak masih dalam perut ibu.

Untuk usia kehamilan yang ideal, screening USG bisa Anda lakukan ketika memasuki 11 sampai 13 minggu. Sementara untuk yang memasuki usia rawan, yaitu di atas 35 tahun, USG bisa dijadwalkan saat usia kehamilan berada di antara 18 hingga 22 minggu.

Melakukan Tes Antenatal

Tips berikutnya untuk mengetahui kelainan genetik pada janin adalah lewat pemeriksaan cairan ketuban dan darah yang dilakukan secara berkala. Lewat pemeriksaan dan tes laboratorium dari sampel cairan dan darah tersebut bisa diketahui apakah janin berpotensi memiliki kelainan genetik.

Rutin periksakan kehamilan

ilustrasi pemeriksaan kehamilan
Sumber gambar

Bayi yang sehat tentu adalah bayi yang mendapat perhatian penuh, baik dari orang tua maupun pihak medis. Untuk itu, demi meminimalisir kelainan genetik pada janin, lakukan pemeriksaan rutin agar setiap munculnya penyakit atau kelainan bisa ketahuan lebih awal. Tujuannya tentu saja untuk strategi terbaik demi mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Dari WHO, pemeriksaan kehamilan yang ideal adalah satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan lima kali pada trimester ketiga. Sedikit berbeda dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di mana pemeriksaan trimester pertama dan kedua sama dengan WHO, sementara untuk trimester ketiga hanya cukup dua kali pemeriksaan saja.

Jaga kesehatan ibu dan bayi dengan olahraga teratur

Siapa bilang ibu hamil tidak boleh berolahraga? Justru untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, Anda bisa melakukan olahraga ringan. Akan lebih baik lagi bila pilihan olahraga dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli kandungan agar bisa menemukan opsi berolahraga yang terbaik.

Konsumsi asam folat, baik untuk hindari kelainan kromosom pada janin

Asam folat tak hanya penting bagi ibu hamil saja. Bayi dalam kandungan pun juga membutuhkannya. Selain itu, asam folat juga merupakan nutrisi yang sangat bagus untuk mencegah kelainan genetik pada bayi, seperti Down Syndrome. Dalam anjurannya, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari.

Lepaskan beban pikiran, jangan sampai mengalami stres

Ketika seorang ibu yang sedang hamil mendapat tekanan pikiran, kesehatan janin pun dalam ancaman. Padahal ada banyak hal yang bisa bikin mood bumi berantakan. Rasa cemas, badan yang mudah lelah, dan berbagai perasaan yang membuatnya tidak tenang.

Untuk itu, anggota keluarga lain juga harus siap memberikan sokongan atau dukungan supaya ibu yang sedang hamil selalu bahagia. Tentunya bukan hanya untuk bunda saja, juga demi kesehatan calon anggota keluarga baru yang sedang ada dalam perut ibu.

Miliki waktu istirahat yang cukup

ilustrasi istirahat saat hamil
Sumber gambar

Ibu hamil itu cepat lelah, lho. Karena itu untuk minimalisir kelainan kromosom pada janin, mulai pilih aktivitas yang tepat untuk Anda dan bayi dalam kandungan. Berikan istirahat yang cukup bagi diri sendiri supaya tidak mudah lelah, sekaligus menjaga kesehatan si kecil.

Hilangkan pola hidup yang tidak sehat

Tanggung jawab ibu itu bukan ketika bayi dilahirkan ke dunia. Bahkan ketika ia masih janin, Anda yang terbiasa hidup tidak sehat harus mengubahnya secara total. Jauhkan diri dari menu atau kebiasaan yang kurang sehat. Fast food, minuman beralkohol, rokok, begadang, dan lain-lainnya.

Jangan lupa lapisi diri dengan mengenakan masker. Ingat bahwa lingkungan semakin tidak nyaman karena tercemari polusi. Jangan sampai hanya karena tidak mengenakan pelindung pernapasan, terjadi kelainan genetik pada janin.

BACA JUGA: Ini Lho Waktu Paling Tepat Bagi Ibu Hamil untuk Lakukan Tes Kromosom

Kesimpulannya, sebagai orang tua yang baik, Anda dan pasangan harus bisa memberikan yang terbaik bagi putra dan putri. Bahkan ketika ia sedang dalam kandungan. Jangan sampai terjadi kelainan genetik pada janin akibat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara meminimalisirnya.

Jadilah orang tua bijak demi generasi penerus yang lebih sehat.

Sumber:

  1. https://www.halodoc.com/artikel/down-syndrome-bisa-dicegah-dengan-cara-ini
  2. https://sains.kompas.com/read/2019/06/21/162700923/seri-baru-jadi-ortu-perlu-tidak-sih-ibu-hamil-jalani-tes-nipt?page=all

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id