Mengenal Kehamilan Ektopik dan Cara Mengobatinya
Kehamilan

Mengenal Kehamilan Ektopik dan Cara Mengobatinya

Juni 12th 2022

Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dapat terjadi bila sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim. Apabila dibiarkan berkembang, kehamilan ini bisa membahayakan jiwa sang ibu.

Kehamilan ektopik bukanlah kasus yang langka dan cukup sering terjadi. Bahkan ketika kehamilan terjadi melalui program hamil sekalipun, risiko kehamilan ektopik tetap bisa terjadi.

Ketahui apa yang terjadi pada kehamilan ektopik

Kehamilan umumnya dimulai ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di lapisan rahim. Rahim adalah satu-satunya tempat yang cocok untuk menampung janin yang sedang tumbuh, karena rahim dapat meregang dan mengembang mengikuti pertumbuhan janin.

Disebut kehamilan ektopik apabila sel telur yang telah dibuahi justru tertanam dan tumbuh di luar rongga utama rahim. Dalam kasus kehamilan ektopik, 90% kasusnya terjadi di tuba falopi yang kemudian disebut kehamilan tuba. Sedangkan kasus kehamilan ektopik lainnya dilaporkan dapat terjadi di ovarium, rongga perut, atau bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina (serviks) namun kehamilan di tempat ini cukup jarang terjadi.

Saluran tuba, ovarium atau rongga perut bukan tempat yang cocok untuk janin berkembang. Saluran tuba tidak fleksibel seperti rahim, telur yang dibuahi pun biasanya tidak dapat bertahan dan bisa pecah sewaktu-waktu, di mana kondisi ini dapat membahayakan jiwa ibu. Apabila tidak segera ditangani, ibu bisa mengalami pendarahan hebat hingga kematian.

Penyebab dan tanda-tanda kehamilan ektopik

ilustrasi ciri dan tanda kehamilan ektopik
Sumber gambar

Kehamilan di luar kandungan dapat disebabkan oleh lambatnya pergerakan sel telur ke tuba falopi atau terhalangnya pergerakan sel telur ke tuba falopi dan masuk ke dalam rahim. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, seperti misalnya:

  • Riwayat kehamilan ektopik yang sebelumnya pernah terjadi
  • Adanya riwayat penyakit radang panggul
  • Adanya riwayat pembedahan pada tuba falopi
  • Adanya problem kesuburan
  • Sedang menjalani program hamil seperti in vitro fertilization (IVF) atau dikenal juga dengan istilah bayi tabung
  • Mengalami endometriosis
  • Terinfeksi penyakit menular seksual
  • Pemakaian IUD
  • Kebiasaan merokok

Risiko kehamilan di luar kandungan ini dapat meningkat jika Anda hamil di usia lebih dari 35 tahun atau usia yang terlalu muda untuk hamil.

Sebagian besar kehamilan ektopik bisa diketahui sejak beberapa minggu pertama kehamilan. Tanda-tanda awal yang dirasakan mungkin akan sedikit mirip dengan tanda awal kehamilan, sehingga terkadang dianggap remeh dan diabaikan. Anda akan menyadari adanya ketidakberesan ketika mulai mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Pendarahan vagina ringan dan nyeri panggul
  • Sakit perut dan muntah
  • Kram perut yang tajam
  • Sakit di satu sisi tubuh
  • Pusing atau tubuh terasa lemah
  • Nyeri di bahu, leher atau rektum

Apabila tuba falopi mengalami robek, maka Anda akan merasakan nyeri dan pendarahan yang parah yang disertai beberapa tanda seperti:

  • Pingsan
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Nyeri di bahu
  • Tekanan di rektum

Dan ketika tuba telah pecah, Anda akan merasakan sakit perut bagian bawah yang tajam, di mana pada saat ini Anda harus segera dibawa ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan penanganan segera.

Bagaimana cara mengobati kehamilan ektopik?

ilustrasi mengobati kehamilan ektopik
Sumber gambar

Segera setelah diketahui adanya tanda-tanda kehamilan ada baiknya Anda mengonfirmasi kehamilan dengan memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan pemeriksaan USG. Setelah dokter mengonfirmasi kehamilan dan kehamilan dinyatakan normal, Anda bisa mendapatkan NIPT test di trimester pertama untuk mengetahui adanya kemungkinan kelainan genetik yang dialami oleh bayi.

Namun jika kehamilan dikonfirmasi sebagai kehamilan di luar kandungan, maka dokter akan merekomendasikan serangkaian pengobatan dan perawatan untuk mencegah perkembangan kehamilan.

Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan kehamilan di luar kandungan, Anda juga tidak disarankan melanjutkan kehamilan ini karena akan sangat berbahaya bagi Anda bila tuba falopi sampai robek atau pecah.

ilustrasi prosedur suntik
Sumber gambar

Kehamilan ektopik biasanya ditangani dengan dua cara berbeda, tergantung pada kondisi kehamilan saat ini.

Pengobatan methotrexate

Dokter akan memberikan pengobatan methotrexate apabila saat ini usia kehamilan masih sangat muda dan tuba falopi masih belum mengalami robekan. Obat ini diberikan melalui injeksi, di mana obat akan diserap oleh tubuh dan menghentikan perkembangan sel telur yang telah dibuahi.

Pembedahan laparoskopi

Pembedahan laparoskopi seperti salpingostomi dan salpingektomi adalah dua jenis pembedahan laparoskopi yang biasa digunakan untuk mengobati kasus kehamilan ektopik. Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil di perut atau di dekat pusar, kemudian dengan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi kamera dokter dapat melihat area tuba.

Salpingostomi dilakukan apabila melibatkan pengangkatan salah satu saluran tuba, sedangkan salpingektomi dilakukan apabila kehamilan ektopik menyebabkan kedua saluran tuba harus diangkat semua. Prosedur dilakukan tergantung pada jumlah perdarahan dan kerusakan ada tuba falopi.

ilustrasi prosedur operasi
Sumber gambar

Pembedahan darurat

Pada kondisi yang lebih parah, di mana tuba falopi berisiko robek atau telah mengalami robekan, maka pembedahan darurat perlu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu. Pada kondisi ini, dokter bisa memilih menggunakan prosedur laparoskopi atau laparotomi, di mana biasanya dokter akan mengangkat sel telur dari tuba falopi atau mengangkat seluruh bagian tuba falopi berikut sel telur di dalamnya.

Anda tidak perlu khawatir bila salah satu saluran tuba harus diangkat dalam proses ini, karena Anda masih memiliki satu saluran tuba lain, di mana Anda masih bisa merencanakan kehamilan selanjutnya.

Walaupun demikian, Anda mungkin perlu membicarakan lebih lanjut dengan dokter apabila Anda ingin segera hamil kembali. Pada kasus kehamilan ektopik, umumnya seseorang diizinkan untuk hamil kembali tiga bulan setelah pengobatan selesai dilakukan. Waktu yang cukup panjang ini akan membantu memberi waktu tuba falopi untuk memulihkan diri dan juga menurunkan risiko kehamilan di luar kandungan lainnya.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Untuk menurunkan risiko kehamilan di luar kandungan, Anda juga bisa menjalani prosedur kesuburan bantuan melalui fertilisasi in vitro (IVF), di mana sel telur akan dikeluarkan dari ovarium dan dibuahi di luar tubuh, untuk kemudian ditempatkan kembali di dalam rahim untuk implantasi. Cara ini efektif menurunkan risiko kehamilan ektopik karena pembuahan telah terjadi di luar rahim, dan embrio telah ditanamkan untuk tumbuh dan berkembang di dalam rahim.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/diagnosis-treatment/drc-20372093
  2. https://www.webmd.com/baby/pregnancy-ectopic-pregnancy#1
  3. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9687-ectopic-pregnancy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id