Tips Agar Ibu Hamil Melahirkan Normal
Kesehatan

Tips Agar Ibu Hamil Melahirkan Normal

Juni 29th 2022

Ibu hamil melahirkan normal adalah yang didambakan sebagian besar wanita. Kabarnya, proses penyembuhan persalinan normal lebih cepat dibandingkan persalinan caesar.

Ibu yang mengikuti program hamil sebaiknya sejak awal merencanakan persalinan metode apa yang hendak dijalani nanti. Walaupun sebenarnya apapun jenis persalinannya, baik normal maupun caesar tetap yang paling penting adalah keselamatan ibu dan bayi.

Setiap metode persalinan tentu saja memiliki risiko masing-masing, karena bagaimanapun kondisi kesehatan ibu hamil, riwayat penyakit yang diderita ibu dan janin juga sangat mempengaruhi proses persalinan. Salah satu cara untuk mengetahui adanya kondisi kesehatan tertentu pada janin adalah dengan mendapatkan NIPT test. Tes ini dapat dilakukan sejak trimester awal dan bermanfaat mendeteksi adanya kelainan genetik pada janin, serta manfaat lainnya.

Tanda-tanda ibu hamil melahirkan normal

potret tanda-tanda ibu hamil melahirkan normal
Sumber gambar

Dalam proses persalinan normal ada serangkaian tahapan yang akan dilewati, untuk itu Anda harus tahu apa saja tahapan dan tanda-tanda persalinan normal sehingga dapat mempersiapkan diri lebih dini.

Pecahnya kantung ketuban

Kantung ketuban berisi air ketuban yang membungkus janin di dalam rahim. Kantung ketuban ini berfungsi melindungi janin dari benturan dan juga menjaga suhu selama di dalam rahim. Dalam persalinan normal umumnya tanda-tanda persalinan diawali dengan pecahnya kantung ketuban. Pada saat ini Anda akan merasakan mengalirnya cairan bening, tidak berbau dan sedikit pekat.

Di saat inilah sebaiknya Anda menghubungi dokter kandungan dan segera berangkat ke rumah sakit untuk segera bersalin.

Adanya kontraksi

Selain pecahnya kantung ketuban, tanda-tanda persalinan normal selanjutnya adalah kontraksi. Kontraksi secara umum digambarkan sebagai rasa yang mengetat dan mengendur di dalam rahim. Gerakan ini sebenarnya pada akhirnya akan membantu Anda mendorong janin melalui leher rahim.

Kontraksi terkadang juga terasa seperti kram namun lebih berat, dengan rasa tekanan yang dimulai dari punggung dan bergerak ke depan.

Dalam kehamilan, Anda juga perlu tahu bahwa kontraksi tidak selalu menandakan tahapan persalinan. Kontraksi palsu atau disebut braxton hicks bahkan bisa mulai dirasakan sejak trimester kedua. Sedangkan kontraksi yang sebenarnya biasanya muncul di trimester akhir kehamilan, yang jarak antara kontraksi satu dan yang lain akan semakin dekat saat waktu persalinan sudah dekat.

Pembukaan serviks

Serviks adalah bagian dari rahim yang paling dekat dengan vagina. Persalinan akan semakin dekat dengan adanya pembukaan serviks yang dibagi menjadi 10 tahapan, di mana setiap tahapan (pembukaan) berkisar 1cm. Disebut pembukaan penuh apabila serviks telah membuka sekitar 10cm.

Keluarnya janin diikuti dengan plasenta

Ketika pembukaan penuh telah mencapai 10cm, maka janin akan keluar dari jalur lahir. Kulit dan otot vagina akan melebar mengikuti ukuran kepala janin sehingga di titik ini akan ada sedikit rasa seperti terbakar.

Saat kepala bayi sudah mulai muncul, ada kelegaan besar walaupun masih terasa tidak nyaman. Anda akan diminta untuk berhenti mengejan sehingga dokter dan perawat atau bidan memiliki waktu untuk mengeluarkan cairan ketuban dan lendir sehingga bayi bisa bernapas dan menangis.

Setelah bayi keluar, tugas selanjutnya adalah mengeluarkan plasenta dan kantung ketuban yang masih ada di dalam rahim. Anda tidak perlu mengejan karena biasanya plasenta dan rahim akan keluar dengan sendirinya setelah bayi keluar.

Rasa sakit selama persalinan normal akan memuncak pada saat Anda mulai merasakan kontraksi dan juga pembukaan, di mana sakitnya mungkin bisa dirasakan lebih dari 8 jam. Adanya risiko robekan pada vagina juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan terutama bila hasil USG menunjukkan bahwa bayi berukuran cukup besar. Dengan kondisi ini, dokter mungkin akan melakukan laserasi kecil pada vagina untuk membantu proses persalinan. Tidak perlu khawatir, karena vagina dan serviks adalah organ yang kaya suplai darah, sehingga pada saat mengalami cedera atau luka, mereka akan pulih lebih cepat dan mungkin hanya meninggalkan sedikit atau tanpa bekas luka sama sekali.

Bagaimana agar ibu hamil melahirkan normal?

ilustrasi ibu melahirkan normal
Sumber gambar

Persalinan normal atau caesar ditentukan oleh kondisi kehamilan dan janin. Apabila janin dalam kondisi sehat, dan Anda tidak memiliki komplikasi kehamilan maka Anda bisa melahirkan normal. Untuk meningkatkan potensi ibu hamil melahirkan normal, ikuti beberapa tips berikut:

Mencari dokter kandungan dengan spesialisasi persalinan normal

Walaupun umumnya dokter kandungan bisa menangani persalinan normal maupun caesar, namun kenyataannya Anda harus lebih cermat dalam memilih dokter kandungan yang mendukung persalinan normal. Ketika sudah menemukan dokter yang sesuai, bicarakan rencana persalinan yang Anda dambakan dan minta bantuan dokter untuk mewujudkan rencana Anda.

Dengan mengetahui perencanaan persalinan, dokter akan membuat program khusus selama kehamilan yang dapat meningkatkan potensi melahirkan normal. Tentunya Anda harus mematuhi setiap hal yang telah diprogramkan oleh dokter agar berhasil.

Ikut kelas kehamilan

Persiapan melahirkan normal lainnya yang perlu Anda ketahui dan ikuti adalah kelas kehamilan, di mana di sana Anda akan belajar bagaimana cara menghadapi sakitnya kontraksi dan cara bernapas dalam persalinan normal. Kelas ini biasanya tidak hanya diikuti oleh ibu saja, namun juga diikuti oleh pasangan Anda. Dengan demikian, Anda dan pasangan sama-sama siap menghadapi tanda-tanda persalinan normal dan tahu bagaimana cara merawat bayi yang baik dan benar setelah si kecil dilahirkan.

Mengelola berat badan dengan baik

Untuk bisa mendapatkan persalinan normal, maka Anda harus menjaga berat badan dengan baik sepanjang usia kehamilan. Anda tidak disarankan memiliki kenaikan berat badan berlebihan dan sebaiknya mengikuti panduan kenaikan berat badan sebagai berikut:

  • Wanita dengan berat badan berlebih sebaiknya memiliki kenaikan berat badan antara 7-11 kilogram
  • Wanita dengan berat badan di bawah normal (kurus) sebaiknya memiliki kenaikan berat badan antara 13-18 kilogram
  • Wanita yang hamil kembar sebaiknya memiliki kenaikan berat badan antara 16,5-24,5 kilogram

Tetap aktif dan berolahraga selama kehamilan

ilustrasi ibu hamil olahraga
Sumber gambar

Untuk menjaga berat badan, Anda disarankan untuk tetap aktif dan berolahraga. Aktivitas dan olahraga dapat menurunkan risiko persalinan caesar. Dengan aktif bergerak Anda juga dapat melatih otot-otot panggul sehingga lebih siap untuk persalinan normal nantinya.

Mendapatkan pijatan perineum

Perineal massage atau pijatan perineum adalah pijatan yang dilakukan di antara vagina dan anus. Pijatan ini bermanfaat merilekskan otot di area tersebut yang akan membantu memperlancar pembukaan dan menurunkan risiko episiotomi.

Melakukan pemeriksaan rutin

Pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan membantu untuk memantau kondisi kehamilan Anda dan janin. Pemeriksaan ini juga penting untuk menurunkan risiko komplikasi dan memberikan penanganan dini apabila terjadi komplikasi terhadap kehamilan.

BACA JUGA: Program Hamil Perlu Tes Genetik? Ini Penjelasannya

Setelah mendekati waktu persalinan sebaiknya Anda lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena kontraksi bisa datang kapan saja. Menghabiskan waktu di rumah juga membuat Anda lebih tenang dan rileks sehingga begitu ada tanda-tanda persalinan Anda bisa bersiap pergi ke rumah sakit untuk bersalin.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/intrapartum-care-vaginal-delivery#outlook
  2. https://www.healthline.com/health/pregnancy/cervix-dilation-chart#stage-1
  3. https://www.babydestination.com/how-to-increase-chances-of-normal-delivery
  4. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000603.htm

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id