Mengenal Fenomena Hamil Tanpa Gejala, Kenapa Bisa Terjadi?
Kehamilan

Mengenal Fenomena Hamil Tanpa Gejala, Kenapa Bisa Terjadi?

Juni 22nd 2022

Hamil tanpa gejala dan baru diketahui hingga usia kehamilan dua bulan, apakah mungkin? Walaupun terdengar aneh dan termasuk tidak umum, hamil tanpa gejala bisa saja terjadi.

Normalnya kehamilan akan berjalan 38 hingga 40 minggu, di mana pada sepanjang usia kehamilan hingga persalinan tanda dan gejala yang menyertai. Gejala di awal kehamilan lebih banyak terjadi karena adanya perubahan hormon besar-besaran, sehingga gejala yang dialami pun cukup banyak. Misalnya saja adanya perubahan pada payudara, mual tanpa disertai muntah, meningkatnya frekuensi buang air kecil, kelelahan, perubahan suasana hati, kembung, sembelit, kram perut, hidung berair, flek, hingga mengidam.

Tidak semua wanita hamil juga memiliki tanda-tanda kehamilan yang sama, sehingga wajar jika ada yang merasakan hamil tanpa gejala. Keparahan gejala kehamilan juga mungkin sangat mempengaruhi disadari atau tidaknya kehamilan. Selain itu, gejala kehamilan terkadang mirip seperti gejala kondisi lain, sehingga terkadang orang juga tidak sadar bahwa itu adalah tanda-tanda kehamilan.

Hamil tanpa gejala, bagaimana bisa terjadi?

ilustrasi penyebab hamil tanpa gejala
Sumber gambar

Tidak semua wanita mengalami tanda dan gejala kehamilan yang pasti sama dengan orang lain. Apabila sebagian merasakan morning sickness yang parah, sebagian mungkin tidak terlalu mengeluh soal mual dan hanya merasakan mual sesekali saja sepanjang usia kehamilan.

Hamil tanpa gejala bisa terjadi karena banyak faktor, beberapa hal berikut ini menjadi penyebabnya.

Kehamilan ‘ngebo’

Kondisi tidak merasakan gejala kehamilan yang mengganggu dikenal dengan istilah hamil ‘ngebo’, di mana Anda mungkin akan merasa baik-baik saja, tidak terlalu merasa mual, bisa makan dan tidur normal layaknya seperti sebelum hamil. Kehamilan seperti ini didambakan banyak orang dan dianggap sebagai berkah, karena Anda dapat beraktivitas seperti biasa dan tidak menghabiskan banyak waktu dengan istirahat akibat tidak enak badan.

Kehamilan ‘ngebo’ biasanya ditandai dengan:

  • Tidak mengalami mual dan muntah
  • Tidak mengalami keluhan nyeri kepala atau nyeri di bagian tubuh lainnya
  • Tidak mengalami kesulitan tidur
  • Dapat menikmati makanan seperti sebelum hamil

Secara umum kehamilan ‘ngebo’ memberikan dampak yang baik bagi ibu hamil, karena janin mendapatkan cukup nutrisi untuk tumbuh kembangnya, Anda juga bisa tetap beraktivitas seperti biasa dan memiliki tidur yang cukup sehingga tidak mudah merasa lelah.

Namun di sisi lain, saat Anda hamil ‘ngebo’ Anda perlu tetap menjalani pola diet sehat dan membatasi porsi makan agar tidak berlebihan. Kenaikan berat badan yang drastis bisa berdampak buruk bagi janin dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta obesitas.

Hamil tanpa gejala akibat menstruasi tidak teratur

Sebagian wanita memiliki periode menstruasi yang tidak teratur, di mana siklus menstruasinya bisa panjang (lebih lama dari 35 hari) atau pendek (lebih pendek dari 21 hari). Kemungkinan kehamilan bisa terjadi walaupun Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, walaupun ini termasuk jarang dan cukup sulit.

Ketika menjalani program hamil, dokter mungkin juga akan mengalami kesulitan untuk membantu kehamilan karena siklus yang tidak teratur ini. Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda ovulasi yang tidak teratur juga. Anda mungkin tidak berovulasi setiap bulan, atau mungkin berovulasi pada waktu yang berbeda dari bulan ke bulan. Untuk mengatasi masalah ini, dokter akan meminta Anda mencatat siklus menstruasi setiap bulannya dan memberikan resep obat untuk membantu memperlancar sehingga program hamil dapat berhasil. Waktu berhubungan seksual di sekitar ovulasi dapat meningkatkan peluang kehamilan karena untuk bisa hamil Anda harus berhubungan seks di masa subur.

Pada kehamilan dengan periode menstruasi tidak teratur, tanda hamil mungkin tidak selalu disadari, terutama tanda terlambat haid yang bisa saja dikira sebagai hal yang biasa. Tes kehamilan dan pemeriksaan USG diperlukan dalam hal ini untuk mengonfirmasi kehamilan.

Hamil tanpa gejala akibat problem obesitas

ilustrasi obesitas
Sumber gambar

Wanita dengan obesitas cenderung mengalami naik turun berat badan yang sangat cepat, dan tidak menunjukkan banyak perubahan ketika hamil. Dengan ukuran tubuh yang besar, tanda kehamilan fisik juga sulit untuk terdeteksi, demikian juga dengan tanda-tanda hamil yang mungkin juga tidak disadari sebelum melakukan tes kehamilan atau mendapatkan pemeriksaan USG.

Hamil saat mengalami obesitas dapat meningkatkan risiko kesehatan yang cukup serius, misalnya seperti:

  • Hipertensi gestasional – di mana tekanan darah cenderung tinggi yang biasanya dimulai di trimester kedua kehamilan dan dapat menyebabkan komplikasi serius
  • Preeklamsia – di mana tekanan darah tinggi saat sedang hamil berisiko menyebabkan gagal ginjal, gagal hati, kejang, serangan jantung dan stroke. Selain itu, problem dengan plasenta dan pertumbuhan janin mungkin juga terganggu
  • Diabetes gestasional – di mana Anda mungkin mengalami peningkatan kadar gula darah yang berisiko menyebabkan janin berukuran besar yang meningkatkan risiko diabetes melitus pada anak di kemudian hari
  • Sleep apnea obstruktif – adalah kondisi di mana Anda berhenti bernapas dalam waktu singkat saat sedang tidur. Sleep apnea dapat menyebabkan kelelahan, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, preeklamsia dan masalah jantung serta paru-paru

Stres atau kecemasan menyebabkan hamil tanpa gejala

Kondisi stres, kecemasan atau ketakutan yang dialami selama kehamilan dapat menyebabkan wanita hamil tanpa gejala. Misalnya kehamilan pada remaja yang tidak ingin orang tuanya tahu bahwa ia telah berhubungan seks hingga hamil, atau wanita yang mengalami penolakan kehamilan karena adanya masalah kesehatan mental seperti bipolar atau skizofrenia. Penolakan adalah mekanisme pertahanan yang secara otomatis membuat Anda tidak merasakan gejala apa-apa dan menganggap bahwa gerakan di perut sebagai kelebihan gas belaka.

Tidak merasakan pergerakan janin

ilustrasi ibu hamil
Sumber gambar

Wanita yang sibuk menjalani kegiatan di luar kerap tidak menyadari adanya tanda-tanda kehamilan, bahkan ketika usia kehamilannya masuk 18-20 minggu. Pada usia kehamilan ini semestinya calon ibu sudah bisa merasakan gerakan janin seperti tendangan atau gerakan menyikut oleh tangan janin namun karena posisi plasenta ada di depan rahim, gerakan ini bisa tidak terasa.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Anda tidak perlu khawatir walaupun hamil tanpa gejala, penelitian membuktikan bahwa siapapun yang tidak merasakan tanda kehamilan saat hamil akan tetap menjadi ibu yang baik dan dapat membesarkan anaknya dengan baik. Namun demi meningkatkan kondisi kesehatan saat hamil, Anda tetap disarankan untuk mendapatkan pemeriksaan USG yang dapat mengonfirmasi kehamilan dengan lebih tepat serta mengetahui perkembangan kehamilan dan janin di dalam rahim. Apabila kehamilan telah dikonfirmasi, Anda juga sebaiknya mendapatkan NIPT test sebagai langkah awal untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan genetik pada janin, yang sangat penting bagi perkembangan bayi di masa depan.

Sumber:

  1. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3631237/ibu-hamil-kebo-gejala-baik-atau-buruk-bagi-kesehatan-ibu
  2. https://www.healthline.com/health/pregnancy/irregular-periods-and-pregnancy
  3. https://www.acog.org/womens-health/faqs/obesity-and-pregnancy
  4. https://www.webmd.com/baby/features/can-you-be-pregnant-not-know-it

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id