Cara Mengatasi Bintik Merah Pada Ibu Hamil
Kesehatan

Cara Mengatasi Bintik Merah Pada Ibu Hamil

September 6th 2022

Gatal bintik merah pada ibu hamil adalah penyakit kulit yang umum menyerang ibu hamil. Sebagian terjadi karena perubahan kadar hormon dan akan sembuh setelah melahirkan, sebagian lainnya membutuhkan pengobatan dan perawatan.

Kondisi kehamilan wanita yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Ada wanita hamil yang tidak banyak mengalami masalah dalam kehamilan, ada pula yang mengalami berbagai masalah kehamilan seperti mengalami komplikasi kehamilan hingga cacat pada janin. Risiko komplikasi kehamilan dan juga cacat pada janin bisa dicegah dengan mendapatkan vaksinasi sebelum hamil, mendapatkan pemeriksaan USG dan NIPT test di trimester kehamilan pertama, dan juga merencanakan program hamil dengan baik demi kehamilan yang sehat.

Selain komplikasi kehamilan dan cacat pada janin, ibu hamil juga berisiko mengalami gatal bintik merah yang bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Gatal bintik merah pada ibu hamil, ketahui penyebabnya

ilustrasi penyebab gatal pada ibu hamil
Sumber gambar

Gatal-gatal pada kulit disertai bintik kemerahan selama kehamilan adalah hal yang umum dialami wanita hamil. Beberapa jenis bintik merah menandakan kondisi tertentu, sedangkan sebagian lainnya hanya terjadi di beberapa waktu dan akan menghilang seiring dengan berakhirnya kehamilan.

Dalam sebagian besar kasus yang terjadi, bintik merah saat hamil bukanlah suatu hal yang serius dan tidak mengindikasikan adanya masalah dengan janin. Namun untuk mengetahui bahaya atau tidaknya, maka Anda harus mengenali penyebab dan gejalanya.

Ruam panas

Ruam panas selama kehamilan sangat mungkin dialami, karena adanya peningkatan suplai darah ke kulit. Akibatnya, ibu hamil akan mendapati bahwa dirinya berkeringat lebih banyak yang disertai bercak kemerahan yang terasa gatal pada kulit.

Biduran

Biduran memiliki gejala seperti munculnya benjolan atau bekas di kulit. Biduran seringkali terasa gatal dan disebabkan oleh reaksi alergi seperti panas, gesekan pada kulit, tekanan pada kulit, rasa panas yang umum selama kehamilan, dan perubahan hormon.

Umumnya gatal seperti biduran akan mereda dengan sendirinya, terutama bila terkait dengan hormon.

Erupsi atopik kehamilan

Erupsi atopik kehamilan adalah gangguan kulit yang biasanya dialami selama kehamilan. Gangguan kulit ini dikelompokkan dengan ruam kehamilan lain seperti:

  • Eksim atopik – ditandai dengan ruam yang sangat kering dan gatal, tampak merah pada kulit yang lebih terang dan abu-abu kecoklatan pada kulit yang lebih gelap. Eksim atopik kehamilan biasanya muncul selama trimester pertama dan kedua.
  • Prurigo kehamilan – ditandai dengan ruam yang terdiri dari papula, yaitu benjolan kecil berisi cairan.
  • Folikulitis pruritus kehamilan – ditandai dengan pembentukan papula yang menyerupai jerawat.

Papula urtikaria pruritus dan plak kehamilan (PUPPP)

Papula urtikaria pruritus dan plak kehamilan (PUPPP) adalah ruam kulit yang biasanya berkembang pada trimester ketiga kehamilan. Kondisi ini cukup jarang dan biasanya ditandai dengan munculnya bercak merah gatal di perut, dekat dengan stretch mark yang dapat menyebar ke lengan, kaki dan bokong.

Kondisi ini tidak berbahaya dan biasanya terjadi di kehamilan pertama atau kehamilan kembar. Ruam tersebut akan cenderung hilang setelah melahirkan dan tidak membahayakan janin.

Kolestasis obstetrik (ICP)

Kolestasis obstetrik atau disebut juga kolestasis kehamilan adalah kondisi hati yang berpotensi serius yang terjadi selama kehamilan. Anda akan merasakan gatal parah yang dimulai dari telapak tangan dan telapak kaki, yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Gatal tidak selalu disertai ruam, terkadang gatal juga dapat terjadi padahal tidak disertai bintik kemerahan.

Kolestasis kehamilan biasanya terjadi di trimester ketiga dan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, sehingga saat Anda mengalaminya ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Impetigo herpetiformis

Impetigo herpetiformis adalah kondisi kulit langka yang muncul selama kehamilan, dan lebih sering terjadi pada trimester terakhir. Kondisi ini mirip dengan psoriasis pustular yang menyebabkan peradangan parah pada kulit.

Pada awalnya, bintik merah ini dimulai dari lipatan kulit kemudian menyebar ke seluruh permukaan kulit dan membentuk seperti tambalan besar. Bila dibiarkan berkembang, kulit dapat terinfeksi dan juga menyebabkan gejala seperti:

  • Demam
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Detak jantung cepat
  • Kejang

Walaupun kondisi ini biasanya sembuh setelah bayi dilahirkan, namun bila tidak ditangani dengan baik berisiko menyebabkan lahir mati.

Pemfigoid gestasi

Pemfigoid gestasi adalah penyakit autoimun langka yang mempengaruhi 1 dari setiap 50 ribu kehamilan. Penyakit ini ditandai dengan ruam gatal yang dimulai di sekitar pusar dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi ini biasanya dimulai pada trimester kedua atau ketiga, dan dapat sembuh di akhir kehamilan.

Siklus menstruasi dan konsumsi pil KB dapat memicu munculnya bintik merah akibat pemfigoid gestasi. Kondisi ini tidak bisa dihilangkan, dan sangat mungkin diturunkan pada bayi baru lahir secara genetik.

Cara mengatasi gatal bintik merah pada ibu hamil

ilustrasi mengatasi bintik merah
Sumber gambar

Gatal bintik merah pada kondisi kehamilan sebagian besar akan hilang dengan sendirinya, namun ada juga beberapa cara untuk membantu mengatasi dan menghilangkannya.

Gatal bintik merah yang disebabkan oleh ruam panas dan biang keringat dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Mengenakan pakaian longgar yang terbuat dari serat alami seperti katun.
  • Mengatur suhu ruangan agar tetap sejuk, dan berventilasi baik.
  • Segera ganti pakaian apabila basah terkena keringat.

Gatal bintik merah yang disebabkan oleh biduran dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Kompres bagian kulit yang gatal dengan air dingin.
  • Mandi air dingin.
  • Tidak menggaruk bagian yang biduran.
  • Jika gatal-gatal karena biduran terjadi bersamaan dengan pembengkakan atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis darurat di rumah sakit.

Gatal bintik merah yang terkait erupsi atopik kehamilan dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Sebenarnya ruam jenis ini dapat hilang setelah melahirkan. Namun, ada kalanya ruam cukup mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman. Untuk itu dokter akan meresepkan emolien, krim steroid, atau antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Atur suhu ruang agar tetap sejuk sehingga rasa gatal berkurang.
  • Gunakan pelembab pada kulit agar gatal berkurang.

Gatal bintik merah yang terkait papula urtikaria pruritus dan plak kehamilan (PUPPP) kehamilan dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Penggunaan kortikosteroid topikal.
  • Konsumsi antihistamin oral.
  • Konsumsi prednison oral.

Gatal bintik merah yang terkait dengan kolestasis kehamilan dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan diagnosis, pengobatan serta pengawasan yang ketat dari dokter.
  • Mengonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter dan tidak melewatkan dosisnya.

Gatal bintik merah yang terkait dengan impetigo herpetiformis kehamilan dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Impetigo herpetiformis sangat mungkin terjadi di kehamilan selanjutnya, sehingga Anda harus mengenali dan mewaspadai gejalanya. Segera laporkan ke dokter apabila Anda mengalami gejalanya.
  • Dokter akan meresepkan krim kortikosteroid sistemik dan antibiotik untuk mengatasi hal ini.
ilustrasi kramas
Sumber gambar

Secara umum, ruam kemerahan, bentol-bentol, bintik merah, eksim ringan dapat diatasi sendiri di rumah dengan cara sebagai berikut:

  1. Usahakan kulit untuk tetap bersih dan kering dan gunakan pembersih atau sabun berformula ringan dan tidak mengandung pewangi tambahan.
  2. Gunakan air yang sejuk atau suam-suam kuku untuk mandi.
  3. Gunakan lotion pelembab kulit setelah mandi atau mencuci tangan.
  4. Hindari produk yang mengiritasi kulit seperti sabun yang mengandung scrub dan juga parfum.
  5. Gunakan pakaian yang longgar dan memiliki kain yang dapat menyerap keringat dengan baik.
  6. Kompres kulit yang mengalami ruam dengan kompres dingin atau gunakan lotion calamine untuk meredakan gatalnya.
  7. Hindari menggaruk kulit yang terasa gatal agar tidak menyebabkan kondisi kulit semakin buruk.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Jika ternyata usaha yang telah Anda lakukan tidak membuat gatal bintik merah membaik, dan justru membuatnya semakin menyebar ke seluruh bagian kulit, disertai rasa gatal atau nyeri parah, menyebabkan kesulitan bernafas atau keluarnya nanah maka jangan menunda untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan dokter.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-causes-rashes-during-pregnancy-and-how-to-treat-them#puppp
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/pregnancy-rash#seeing-a-doctor
  3. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/rash-during-pregnancy_20000161

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id