7 Penyebab Keluarnya Flek Saat Hamil
Kehamilan

7 Penyebab Keluarnya Flek Saat Hamil

Agustus 12th 2022

Flek saat hamil menjadi keluhan yang normal di trimester pertama. Sebagai tanda kehamilan awal, flek saat hamil tidak berbahaya, tetapi pada kondisi tertentu, flek mengindikasikan adanya gangguan kehamilan yang serius.

Tanda-tanda kehamilan awal sangatlah beragam, mulai dari mual, nyeri perut atau kram perut, sakit kepala, hidung menjadi lebih sensitif terhadap bau, hingga adanya flek. Flek biasanya muncul sebagai salah satu tanda kehamilan di awal usia kehamilan, yang juga dikenal sebagai pendarahan implantasi.

Tidak semua orang mengalami flek saat hamil, hanya sebagian yang mungkin mengalaminya. Namun flek saat hamil bisa cukup membingungkan, karena Anda bisa saja berpikir bahwa itu adalah bagian dari periode menstruasi. Untuk meyakinkan bahwa flek yang Anda alami adalah tanda kehamilan, Anda bisa mengkonfirmasinya dengan melakukan tes kehamilan dan pemeriksaan USG di klinik atau rumah sakit. Selain itu, untuk mengetahui apakah flek tidak terkait dengan kelainan genetik pada janin, Anda juga bisa melakukan NIPT test di trimester pertama kehamilan.

Tanda flek saat hamil yang normal

ilustrasi Tanda flek saat hamil yang normal
Sumber gambar

Flek saat hamil adalah suatu hal yang normal, terkait dengan gejala awal kehamilan. Setidaknya 1 di antara 4 wanita yang menjalani program hamil akan mengalami flek di trimester pertama, dan bukan hal yang mengkhawatirkan. Munculnya flek di trimester pertama adalah tanda bahwa implantasi sedang terjadi. Hal ini disebabkan oleh sel telur yang telah dibuahi yang berusaha menanamkan diri di dinding rahim.

Flek saat hamil yang normal biasanya berwarna coklat muda. Bisa muncul selama beberapa jam atau bahkan 2-3 hari dan lebih terlihat seperti bercak darah saja, bukan darah yang segar.

Penyebab flek saat hamil, Anda wajib tahu!

Penyebab pertama flek saat hamil tentu saja adalah darah implantasi, di mana embrio sedang berusaha menempel di dinding rahim. Kondisi normal ini terjadi pada hari ke-6 hingga ke-12 setelah proses pembuahan.

Nah, selanjutnya apa saja penyebab flek saat hamil lain yang Anda perlu tahu?

Adanya infeksi pada vagina atau serviks

Keluarnya keputihan yang terkadang disertai pendarahan ringan kerap disebabkan oleh infeksi pada vagina atau serviks. Infeksi ini terkait dengan penyakit menular seksual, seperti klamidia yang dapat diobati dengan antibiotik; infeksi ragi atau vaginitis, dan juga penyakit radang panggul.

Flek saat hamil akibat keguguran

Adanya flek saat hamil yang biasanya disertai dengan kram di perut bagian bisa disebabkan oleh keguguran. Flek ini biasanya terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu yang bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik), hamil anggur, dan juga blighted ovum.

Flek saat hamil akibat keguguran bisa terjadi selama beberapa hari atau minggu dalam kondisi rahim yang masih tertutup. Rasa nyeri dan perdarahannya bisa jadi semakin memburuk dan sebaiknya segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.

Flek saat hamil akibat keguguran ditandai dengan keluarnya pendarahan berwarna merah muda atau merah segar disertai tanda lain seperti nyeri yang parah dan tak kunjung hilang.

Flek saat hamil tanda kehamilan ektopik

ilustrasi Flek saat hamil tanda kehamilan ektopik
Sumber gambar

Flek atau pendarahan saat hamil bisa juga disebabkan oleh kehamilan ektopik, atau kehamilan di luar kandungan. Kehamilan ini dapat dialami apabila pembuahan terjadi di luar kandungan, paling sering terjadi di saluran tuba falopi. Karena organ reproduksi lain tidak bersifat elastis seperti rahim, maka mereka bukanlah lokasi yang tepat untuk tumbuh dan berkembangnya janin.

Apabila pembuahan terjadi di saluran tuba dan dibiarkan berkembang di sana, maka saluran tuba berisiko mengalami robekan atau pecah, yang ditandai dengan sakit perut parah dan juga pendarahan. Kondisi ini bisa sangat mengancam jiwa dan perlu segera mendapatkan tindakan medis darurat.

Plasenta previa

Plasenta previa adalah salah satu yang menyebabkan flek saat hamil. Seharusnya plasenta berkembang pada saat yang sama dengan bayi dan melekat pada lapisan rahim selama kehamilan. Kondisi normal memungkinkan oksigen dan nutrisi mengalir dari Anda ke plasenta dan kemudian dikirimkan ke janin. Saat kehamilan berlanjut, janin dan plasenta akan tumbuh semakin besar, akibatnya posisi plasenta jadi berubah. Normalnya plasenta membentang ke atas menjauh dari leher rahim, namun pada plasenta previa plasenta justru bergerak menutupi leher rahim dan menghalangi jalan keluar janin.

Plasenta previa ditandai dengan adanya flek dan pendarahan spontan di usia setelah 20 minggu. Tanda flek ini juga disertai dengan kram dan pendarahan parah selama melahirkan.

Kondisi solusio plasenta

Kondisi terkait plasenta lain yang dapat ditandai dengan flek saat hamil adalah solusio plasenta. Kondisi ini terjadi ketika sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi dilahirkan. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis, terutama jika Anda mengalami flek atau pendarahan disertai sakit perut parah.

Solusio plasenta dapat menyebabkan rasa sakit, pendarahan hebat serta menghilangkan asupan oksigen dan nutrisi pada janin. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pendarahan, syok, problem ginjal dan kematian janin.

Kehamilan mola atau hamil anggur

ilustrasi Kehamilan mola atau hamil anggur
Sumber gambar

Kehamilan mola atau hamil anggur adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika sel-sel yang seharusnya berkembang menjadi plasenta justru berkembang abnormal. Pada hamil anggur, jaringan plasenta membengkak dan tampak berisi cairan seperti kista. Jaringan janin mungkin tidak terbentuk di kehamilan ini, namun apabila jaringan janin terbentuk, janin tidak akan dapat bertahan hidup dan akan gugur.

Hamil anggur memiliki tanda-tanda kehamilan normal di awal kehamilan seperti pada umumnya. Namun, kemudian tanda-tanda abnormalnya akan muncul, seperti:

  • Keluarnya flek saat hamil berwarna coklat gelap atau merah terang di trimester pertama kehamilan
  • Mual dan muntah yang parah
  • Nyeri dan tekanan di panggul
  • Keluarnya gumpalan kista berbentuk seperti buah anggur

Kehamilan mola atau hamil anggur disebabkan oleh sel telur yang dibuahi secara tidak normal. Bila seharusnya manusia biasanya memiliki 23 pasang kromosom, yang masing-masing berasal dari ayah dan ibu, pada hamil anggur sel telur kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma dengan materi genetik dari ayah. Di kondisi lain, kromosom ibu mungkin tetap ada, tetapi ayah menyediakan dua set kromosom, akibatnya embrio memiliki 69 kromosom, bukan 46 kromosom.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Flek saat hamil atau pendarahan tidak seharusnya diabaikan dan dibiarkan berkembang semakin parah. Apabila flek disertai dengan keluarnya gumpalan darah atau nyeri perut, maka Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Saat pendarahan yang terjadi sangat parah dan Anda mengalami pusing, pingsan atau sesak napa, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri ke unit gawat darurat terdekat.

Sumber:

  1. https://www.acog.org/womens-health/faqs/bleeding-during-pregnancy
  2. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/bleeding-during-pregnancy
  3. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/placental-abruption
  4. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/placenta-praevia
  5. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ectopic-pregnancy
  6. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/miscarriage
  7. https://www.webmd.com/women/bloody-vaginal-discharge-causes
  8. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id