# Opsi Pengobatan Kanker Berdasarkan Tes Genomik: Mana yang Tepat?

> Source: https://tanyadna.id/blog/dna-dan-opsi-pengobatan-kanker/
> Author: dr. Annisha Kartika
> Published: 2026-10-12
> Updated: 2026-10-14

Pendekatan pengobatan kanker saat ini semakin berkembang dari konsep one treatment fits all menuju precision ...

Kanker tidak menyerang setiap orang dengan cara yang sama. Dua pasien dengan jenis dan stadium kanker yang sama bisa memberikan respons pengobatan yang jauh berbeda.

Perkembangan ilmu genomik dan kedokteran presisi (*precision medicine*), membantu para dokter memahami bahwa perubahan genetik serta karakteristik molekuler memengaruhi cara kanker tumbuh, menyebar, dan merespons pengobatan.

Karena itu, pengobatan kanker saat ini semakin bergerak menuju pendekatan lebih personal. Pendekatan ini bukan hanya melihat lokasi kanker, tetapi juga memahami karakteristik biologis kanker tersebut.

#### DNA Menentukan Pilihan Pengobatan Kanker

Dalam beberapa dekade terakhir, cara dokter menentukan pengobatan kanker telah mengalami perkembangan besar. Dahulu, pilihan terapi terutama didasarkan pada lokasi kanker di dalam tubuh. Sebagai contoh, kanker paru biasanya diobati dengan pendekatan yang berbeda dari kanker payudara atau kanker usus. Faktor seperti ukuran tumor, stadium penyakit, dan lokasi penyebaran menjadi pertimbangan utama dalam menentukan rencana pengobatan.

Saat ini, informasi tersebut tetap menjadi dasar yang sangat penting. Namun, pendekatan pengobatan kanker saat ini semakin berkembang dari konsep *one treatment fits all* menuju *precision oncology*, yaitu pemilihan terapi berdasarkan karakteristik kanker dan pasien.

Dua pasien dengan jenis kanker dan stadium yang sama dapat memiliki profil molekuler berupa perubahan DNA atau genetik sel kanker yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi kemungkinan respons terhadap obat tertentu.

Melalui pemeriksaan genomik dan *biomarker* yang sesuai, dokter dapat mengetahui apakah tumor memiliki karakteristik molekuler yang dapat menjadi dasar pemilihan terapi tertentu.

#### Empat Jenis Pengobatan Sistemik dan Cara Kerjanya

Secara umum, pengobatan kanker dapat dibagi menjadi terapi lokal dan terapi sistemik.

- Terapi lokal, seperti operasi dan radioterapi, yang ditujukan pada area kanker tertentu.
- Terapi sistemik, berupa obat yang bekerja di dalam tubuh untuk menangani sel kanker di lokasi tumor maupun sel kanker yang mungkin telah menyebar.

Pembahasan ini berfokus pada terapi sistemik, karena di sinilah peran DNA paling menentukan.

#### 1. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan atau membunuh sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat, termasuk sel kanker.

Kemoterapi dapat digunakan pada berbagai jenis kanker dan dapat diberikan:

- Sebelum operasi (*neoadjuvant therapy*)
- Setelah operasi (*adjuvant therapy*)
- Pada kanker yang sudah menyebar atau metastatik
- Sebagai kombinasi dengan terapi lain

Metode ini efektif, tetapi tidak sepenuhnya selektif sel tubuh yang juga membelah cepat ikut terkena, termasuk sel normal yang cepat membelah. Sel-sel itu meliputi akar rambut, lapisan mulut dan saluran cerna, serta sumsum tulang. Dari sinilah efek samping klasik kemoterapi berasal: rambut rontok, mual, sariawan, dan penurunan jumlah sel darah.

#### 2. Terapi Target

Berbeda dengan kemoterapi yang bekerja secara luas, terapi target bekerja dengan menghambat protein spesifik yang berperan dalam pertumbuhan sel tumor. Terapi ini dirancang untuk menyerang perubahan genetik tertentu yang ditemukan di dalam sel kanker. Disebut terapi target karena pengobatan ini memiliki sasaran molekuler yang spesifik.

Karena itu, terapi target memerlukan hasil pemeriksaan genomik dan molekuler yang menunjukkan perubahan genetik tertentu, mutasi atau kelainan yang sesuai. Tanpa target, obatnya tidak akan bekerja. Inilah salah satu alasan mengapa tes genomik dapat memiliki peran penting dalam pengobatan presisi.

Beberapa contoh *biomarker* dan terapi target yang telah digunakan, antara lain:

- Mutasi EGFR atau penataan ulang ALK pada kanker paru.
- HER2 positif pada kanker payudara dan lambung.
- Mutasi BRCA1/BRCA2 pada kanker ovarium, payudara, prostat, dan pankreas.
- Fusi NTRK, yang dapat muncul pada berbagai jenis kanker.

Dengan demikian, tes genomik dapat membantu mengidentifikasi target yang mungkin dapat digunakan sebagai dasar pemilihan terapi.

#### 3. Imunoterapi

Imunoterapi adalah pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan kanker. Karakteristik genetik tumor dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan respons terhadap imunoterapi. Pada kanker tertentu, pemeriksaan *biomarker* dapat membantu dokter memperkirakan kemungkinan manfaat imunoterapi.

Beberapa *biomarker* yang dapat dipertimbangkan antara lain:

- Ekspresi PD-L1 pada sel tumor.
- MSI-H (*microsatellite instability-high*) atau dMMR (*mismatch repair deficiency*) - tanda bahwa sistem perbaikan DNA tumor rusak.
- TMB (*Tumor Mutational Burden*) - Beban mutasi tumor yang tinggi.

MSI-H dan dMMR menunjukkan adanya gangguan pada sistem perbaikan DNA sel. Kondisi tersebut pada kanker tertentu dapat berkaitan dengan respons yang lebih baik terhadap jenis imunoterapi tertentu.

Sementara itu, TMB menggambarkan jumlah perubahan genetik tertentu yang ditemukan pada tumor dan pada kondisi tertentu dapat digunakan sebagai salah satu *biomarker* untuk mempertimbangkan imunoterapi.

#### 4. Terapi Hormon

Beberapa jenis kanker dapat tumbuh atau berkembang dipengaruhi hormon tertentu. Kanker payudara dengan reseptor hormon positif dan kanker prostat yang pertumbuhannya dipengaruhi hormon androgen adalah contoh utamanya.

Terapi hormonal bekerja dengan mengurangi pengaruh hormon terhadap sel kanker, misalnya dengan menurunkan produksi hormon tertentu atau menghambat kerja hormon pada reseptornya.

Berbeda dengan terapi target yang secara khusus menargetkan perubahan molekuler tertentu, pemilihan terapi hormonal terutama didasarkan pada status reseptor hormon atau karakteristik biologis tumor yang relevan. Pada kanker tertentu, terapi hormonal dapat diberikan dalam jangka panjang sebagai bagian dari strategi pengobatan.

#### Arti Pengobatan Presisi

Istilah pengobatan presisi (*precision medicine*), dalam konteks pemilihan pengobatan kanker disebut sebagai onkologi presisi (*precision oncology*). Artinya, memilih pengobatan berdasarkan karakteristik biologis spesifik dari tumor dan pasien, untuk membantu menentukan strategi pencegahan, diagnosis, maupun pengobatan yang lebih sesuai. Prinsipnya sederhana: beda pasien, beda pula pendekatannya.

Perkembangan teknologi genomik terus membawa perubahan besar dalam dunia onkologi. Para ahli memperkirakan bahwa pemeriksaan genomik akan semakin banyak digunakan dalam praktik klinis sehari-hari, sehingga dokter dapat memperoleh informasi lebih mendalam mengenai karakteristik biologis setiap kanker. Seiring kemajuan teknologi, diagnosis kanker juga diperkirakan akan menjadi semakin personal, dengan mempertimbangkan profil genetik dari masing-masing pasien dan tumornya.

Kemajuan lainnya adalah meningkatnya penggunaan tes darah berbasis genomik atau *liquid biopsy* untuk memantau perkembangan kanker. Pendekatan ini berpotensi membantu dokter mendeteksi perubahan pada kanker secara lebih cepat dan dengan prosedur yang lebih minim dibandingkan biopsi jaringan konvensional.

Secara keseluruhan, perkembangan ini mengarah pada satu tujuan utama, yaitu memberikan terapi yang tepat kepada pasien yang tepat pada waktu yang tepat, sehingga pengobatan menjadi lebih efektif, personal, dan berbasis pada karakteristik unik setiap individu.

⚠️ **Disclaimer**
Informasi ini bertujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter.
