Pengertian DNA dan Peranannya Dalam Tubuh Kita
Kesehatan

Pengertian DNA dan Peranannya Dalam Tubuh Kita

April 22nd 2022

Sering mendengar istilah DNA? Tak hanya di film-film, DNA adalah bagian penting dalam kehidupan manusia dan keberlangsungannya.

DNA, atau secara panjang bernama Deoxyribonucleic Acid merupakan molekul yang ada dalam tubuh setiap makhluk hidup. Di dalamnya terdapat instruksi atau informasi yang menjadi syarat bagi manusia dan semua yang bernapas di muka Bumi untuk hidup, bereproduksi, dan berkembang.

Sebagai catatan, instruksi-instruksi tersebut mengalir di setiap sel-sel tubuh, yang nantinya akan menjadi warisan bagi keturunan-keturunan kita. Hal ini menjadi sebuah garis bawah mengenai bagaimana DNA menghubungkan antara seorang manusia dengan keturunannya.

Tak heran pula bila ada berita yang menyebutkan tentang tes DNA dalam mengungkap identitas seseorang. Tetapi bukan hanya untuk kasus-kasus kecelakaan atau kejahatan, tes DNA juga bisa menjadi sebuah penelitian apakah seseorang memiliki risiko penyakit genetik atau tidak.

Bagaimana DNA pertama kali menjadi bahasan di dunia medis?

Ilustrasi DNA
Sumber gambar

Sebelum tahun 1869, manusia tidak pernah mengenal yang namanya DNA. Pengertian ini baru muncul ketika seorang ahli biokimia asal Jerman, Frederich Meischer mengemukakan tentang konsep tersebut. Sayangnya, di awal penemuannya, DNA tak begitu mendapat perhatian dari pakar-pakar kedokteran. Baru setelah hampir satu abad, tepatnya tahun 1953, ilmuwan mulai menyadari bahwa DNA memiliki jutaan informasi biologi dari seorang manusia.

Struktur DNA di dalam sel manusia

Seperti apakah wujud DNA? Selama ini Anda dan banyak orang pasti mengenali gambarannya yang mirip rantai dan berulir panjang. Secara nyata, DNA adalah struktur di dalam sel makhluk hidup yang terbuat dari molekul nukleotida.

Pada setiap keping nukleotida terkandung tiga unsur, yaitu:

  1. Molekul fosfat.
  2. Molekul gula (deoksiribosa).
  3. Basa nitrogen

Kemudian unsur basa nitrogen pada DNA juga terpecah lagi menjadi empat bagian, antara lain:

  1. Adenin (A).
  2. Sitosin (C).
  3. Guanine (G).
  4. Timin (T).

Sekian banyak nukleotida tersebut kemudian menyatu dan membentuk dua rantai panjang yang melengkung, kemudian membentuk struktur yang bernama spiral ganda atau double helix. Pada spiral ganda atau double helix inilah terdapat molekul-molekul yang memiliki gen manusia.

Siapa penemu Double Helix DNA?

Ilustrasi Helix DNA
Sumber gambar

Seperti yang tersebut sebelumnya bahwa nyaris seabad setelah ditemukan, DNA tidak mencuri perhatian para ilmuwan. Molekul ini baru jadi penelitian yang asyik sejak tahun 1953,tepatnya ketika dua peneliti Universitas Cambridge, Francis H.C. Crick dan James D. Watson menemukan struktur Double Helix DNA.

Double Helix ini gambarannya seperti yang sering Anda temui dan lihat di buku atau acara televisi. Dua struktur yang sekilas terlihat seperti tangga. Penjelasannya, bagian pinggir tangga, atau yang biasa dipegang tangan ketika naik adalah molekul gula dan fosfat. Sementara anak tangga yang terletak di tengah merupakan molekul basa nitrogen.

Basa nitrogen, yang berperan sebagai anak tangga DNA tersusun secara berpasangan. Selanjutnya Adenin berpasangan dengan Timin (A-T), dan Guanin berpasangan dengan Sitosin (G-C). Semuanya saling berantai dan berkesinambungan, untuk kemudian membentuk kode genetik. Kode inilah yang menjadi kunci jawaban dari kehidupan seorang manusia.

DNA bisa bereplikasi

Yang menarik dari DNA adalah bahwa molekul ini bisa melakukan replikasi atas materi genetik bawaannya, sama persis dengan urutan yang sama. Secara alami, replikasi ini menjaga agar setiap materi genetik memiliki kesamaan bentuk dan susunan setiap kali terbentuknya sel baru.

DNA melakukan replikasi dengan cara membelah rantai helix DNA jadi berantai tunggal. Kemudian rantai tunggal tersebut diselubungi protein dan enzim DNA untuk melakukan sintesis materi dan menciptakan rantai ganda yang mirip dengan sebelumnya pada sel baru.

Fungsi DNA dalam membantu kelangsungan hidup manusia

Meski merupakan bagian yang sangat kecil, DNA punya peranan besar dalam kehidupan manusia. Setiap kepingnya merupakan ‘data’ yang nantinya akan selalu menjadi catatan penting oleh para keturunan kita.

Secara garis besar, DNA memiliki lima peran sebagai berikut:

Berfungsi sebagai pembawa informasi genetik

Mengapa para ilmuwan begitu tergugah untuk menemukan jawaban tentang fungsi DNA manusia? Jawabannya yaitu karena sifat yang unik, terutama sebagai pembawa informasi genetik. Itulah mengapa DNA selalu menjadi solusi terakhir untuk membantu identifikasi seseorang, sekaligus memberi jawaban kepada para penegak hukum dalam menguak tabir misteri sebuah kasus.

Menurunkan sifat dan rupa manusia

Wajar bila seorang anak mirip dengan orang tuanya. Kesamaan ini merupakan hasil dari kinerja DNA dalam menduplikasi diri dan membawa sifat seseorang ke keturunannya. Sebagai catatan, DNA ‘terbungkus’ dalam 46 kromosom, di mana setengahnya milik pria dan setengahnya lagi bagian dari sel germinal wanita.

50 persen dari bagian DNA adalah pasokan dari sel-sel germinal, spermatozoa pria, serta sel telur wanita. Itulah mengapa anak bisa memiliki kemiripan wajah dan sifat dengan orang tuanya.

Dasar kehidupan

Para ilmuwan percaya bahwa DNA merupakan pondasi dari kehidupan manusia. Terdiri dari empat jenis basa, molekul tersebut begitu kompleks dan terhubung satu sama lain. Yang menarik, urutan tersebut bisa membentuk gen yang membuat seorang manusia unik, berbeda dengan lainnya. Tak hanya itu, DNA juga menyimpan semua kode-kode genetik yang berfungsi sebagai kendali fungsi, perilaku, serta pengembangan suatu organisme.

Sebuah jawaban dari misteri yang sulit terungkap

Dalam berbagai kasus kriminalitas, DNA mampu memberi jawaban dari banyak misteri yang sulit dipecahkan manusia biasa. Tanpa harus ada saksi mata, DNA akan membantu kepolisian dalam mengungkap siapa tersangka sebenarnya karena bisa dibuktikan lewat tes sampel darah, kulit, air liur, atau rambut yang tertinggal di tempat kejadian perkara. Proses identifikasi tersebut terkenal dengan nama pemrofilan DNA.

Tak hanya tentang kehidupan manusia, DNA juga punya peranan penting di dalam ilmu komputer, terutama dalam penelitian, dengan menggunakan cara komputasi. Asal tahu saja, ada pengaruh riset DNA di dalam teori database yang digunakan untuk menaruh dan memanipulasi urutan DNA. Database untuk keperluan penelitian DNA tersebut memiliki nama database genomik.

Layaknya satu buku catatan, DNA merupakan ‘berkas’ yang memiliki fungsi vital bagi organisme di Bumi. Tak hanya sebagai identitas yang menonjolkan ciri khas setiap orang, DNA juga memiliki beragam ‘tombol perintah’ perintah untuk menjalankan unsur-unsur kehidupan pada seluruh makhluk hidup, seperti manusia, tumbuhan, hingga hewan.

Sangat mengesankan, bukan?

Sumber:

  1. https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/31/140247769/dna-pengertian-struktur-dan-susunan-nya?page=all
  2. https://www.liputan6.com/citizen6/read/3925154/5-fungsi-dna-dalam-tubuh-manusia-berperan-sebagai-duplikasi-diri

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id