Mengenal Tentang Darah Implantasi yang Bisa Jadi Pertanda Hamil
Kehamilan

Mengenal Tentang Darah Implantasi yang Bisa Jadi Pertanda Hamil

Juli 25th 2022

Darah implantasi terkadang mirip seperti tanda-tanda menstruasi, sehingga tidak sedikit wanita yang merasa bingung membedakan keduanya. Implantasi bisa dibedakan apabila Anda melakukan tes kehamilan.

Saat sperma bertemu dengan sel telur dan berhasil membuahinya, mereka akan bersatu dan kemudian sel-selnya membelah dengan cepat melalui saluran tuba menuju rahim. Sesampainya di rahim, dinding rahim telah dilapisi dengan lapisan tebal dan subur sebagai tempat yang cocok untuk menanamkan diri dan tumbuh di sana. Proses sel telur yang telah dibuahi saat menempel dan menanamkan diri di dinding rahim dikenal dengan implantasi.

Di dalam program hamil, proses implantasi bisa berjalan secara alami maupun dengan bantuan. Khususnya saat menjalani program bayi tabung, implantasi dilakukan setelah sel telur dibuahi oleh sperma di luar kandungan.

Sesaat setelah implantasi berlangsung, ia akan memicu peningkatan hormon-hormon di dalam tubuh seperti hormon estrogen, progesteron, dan hCG (human chorionic gonadotropin) yang dikenal sebagai hormon kehamilan. Peningkatan hormon ini pula yang menyebabkan rasa nyeri dan kram di perut yang disertai dengan keluarnya flek atau disebut pendarahan implantasi. Jika implantasi tidak terjadi, dinding rahim yang telah diselimuti lapisan tebal akan luruh bersamaan dengan darah dari dalam rahim, inilah yang disebut dengan darah menstruasi. Namun karena rentang waktunya mirip dengan periode menstruasi, Anda kerap salah mengenalinya sebagai tanda-tanda menstruasi.

Proses implantasi berkisar di antara hari ke-6 dan 12 setelah ovulasi, umumnya terjadi di hari ke-8 atau 9 setelah pembuahan. Darah implantasi bisa menjadi tanda-tanda kehamilan bila disertai dengan tanda dan gejala lainnya.

Tanda-tanda darah implantasi adalah pertanda kehamilan

ilustrasi Tanda-tanda darah implantasi adalah pertanda kehamilan
Sumber gambar

Adanya pendarahan ringan yang berbeda dari pendarahan menstruasi

Darah implantasi adalah pendarahan yang terjadi selama proses sel telur yang dibuahi menempel dan menanamkan diri di dinding rahim. Proses ini tidak berbahaya, namun seringkali disertai dengan pendarahan ringan yang berlangsung sekitar 1-2 hari. Tidak semua wanita bisa membedakan antara darah implantasi dengan darah menstruasi karena memang terjadi di sekitar periode menstruasi. Namun darah implantasi umumnya memiliki ciri-ciri berbeda dibandingkan dengan darah menstruasi, yaitu:

Darah implantasi cenderung berwarna merah muda atau coklat, sedangkan darah menstruasi cenderung berwarna merah segar atau merah gelap di awal menstruasi

Darah implantasi lebih mirip seperti flek, bukan pendarahan yang disebabkan aliran darah

Anda bahkan tidak membutuhkan pembalut ketika darah implantasi terjadi karena flek yang keluar sangat sedikit dan tidak mengganggu aktivitas.

Adanya kram yang menyertai

Seperti yang sempat disebutkan di atas, ketika implantasi terjadi maka banyak hormon yang meningkat dan menyebabkan banjir aliran hormon. Perubahan hormon ini juga menyebabkan kram di dalam perut akibat sel telur yang berkembang di dinding rahim. Kram yang Anda rasakan akibat darah implantasi biasanya seperti sakit pinggang, dan kram ringan di perut bagian bawah, mirip seperti saat menstruasi dimulai.

Adanya keputihan sebagai tanda kehamilan

Keputihan yang muncul saat implantasi terjadi adalah lendir serviks yang bisa membantu Anda membedakan kondisi alat reproduksi, apakah Anda sedang subur, apakah menstruasi akan segera terjadi, dan apakah Anda sedang hamil?

Keputihan atau lendir serviks pada saat implantasi akan mengalami perubahan tekstur. Bila selama ovulasi lendir serviks tidak berwarna, mulur dan cenderung licin seperti putih telur, maka pada saat implantasi terjadi lendir serviks akan berubah lebih kental teksturnya, tidak berwarna atau justru berwarna putih. Ini menandakan bahwa hormon progesteron dan estrogen sedang meningkat, sehingga lendir menjadi lebih kental, dan berwarna putih.

Anda juga akan merasa kembung ketika implantasi terjadi

ilustrasi kembung
Sumber gambar

Meningkatnya kadar hormon progesteron sebagai tanda awal kehamilan menyebabkan sistem pencernaan menjadi lebih lambat. Akibatnya, Anda akan mudah merasa kembung dan tidak nyaman. Terkadang kondisi ini juga Anda rasakan di awal periode menstruasi, jadi mungkin Anda akan sedikit kesulitan membedakannya.

Implantasi juga mempengaruhi perubahan pada payudara

Sesaat setelah implantasi terjadi, hormon hCG, progesteron dan estrogen akan meningkat drastis yang mempengaruhi payudara Anda. Payudara akan terasa nyeri, membengkak dan lembek. Anda mungkin juga perlu mengganti dengan bra lain yang lebih nyaman karena rasa nyerinya terkadang cukup mengganggu aktivitas. Bila rasa nyerinya cukup mengganggu, Anda bisa mengompres payudara dengan air hangat agar lebih nyaman.

Mual atau morning sickness sebagai tanda kehamilan

Morning sickness adalah rasa mual yang bisa dirasakan sepanjang usia kehamilan, dan tidak hanya muncul di pagi hari, melainkan sepanjang hari. Adalah peningkatan hormon progesteron akibat implantasi yang menyebabkan Anda selalu merasa mual dan tidak nyaman. Morning sickness ini akan memuncak di usia 4-5 kehamilan yang mungkin akan mempengaruhi aktivitas dan juga selera makan Anda.

Sakit kepala yang menyertai implantasi

Seiring dengan peningkatan hormon di dalam tubuh selama awal kehamilan, Anda juga mungkin merasakan sakit kepala. Sehingga ada baiknya Anda mengistirahatkan tubuh sampai rasa sakitnya terasa membaik.

Perubahan suasana hati yang muncul akibat peningkatan hormon

ilustrasi perubahan suasana hati
Sumber gambar

Meningkatnya kadar hormon di dalam tubuh setelah implantasi terjadi juga mempengaruhi perubahan suasana hati Anda. Anda mungkin menjadi lebih cengeng dan mudah menangis atau tersentuh ketika melihat iklan atau film di TV. Perubahan suasana hati Anda juga bisa terjadi lebih cepat dari biasanya yang membuat Anda malas dan tidak bersemangat melakukan sesuatu yang biasanya disenangi.

Meningkatnya suhu basal, suhu tubuh sebagai tanda kehamilan

Jika selama ini Anda memperhatikan dan mencatat suhu tubuh setiap hari, maka Anda akan menemukan peningkatan kecil suhu tubuh setelah implantasi terjadi. Berbeda dengan demam, suhu tubuh Anda mungkin meningkat 0,5 – 1 derajat dibandingkan suhu normalnya.

Karena tanda-tanda implantasi mirip dengan tanda menstruasi, Anda mungkin akan kesulitan membedakannya. Satu-satunya cara untuk mengetahui perbedaannya adalah dengan melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan dapat mendeteksi peningkatan hormon hCG (hormon kehamilan) melalui urin, sekitar 12-15 hari setelah ovulasi. Hasilnya akan semakin akurat apabila Anda melakukan tes kehamilan ini setelah haid datang terlambat.

Langkah selanjutnya setelah melakukan tes kehamilan, bila hasilnya menunjukkan positif maka sebaiknya Anda melanjutkan konfirmasi kehamilan dengan mendapatkan pemeriksaan USG. Tak hanya mengonfirmasi kehamilan, dokter juga bisa memantau posisi embrio apakah ia berkembang di dinding rahim atau di area lain seperti di tuba falopi. Pemeriksaan ini penting untuk mencegah komplikasi kehamilan yang bisa membahayakan ibu hamil.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Jangan lupa untuk mendapatkan NIPT Test yang bisa mulai didapatkan di usia kehamilan 10 minggu guna mendeteksi kelainan genetik atau adanya kecacatan pada janin. Rangkaian tes tersebut bisa berguna untuk menjaga kehamilan dan janin tetap sehat sampai persalinan nanti.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/implantation-signs#symptoms
  2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/implantation-symptoms#taking-a-test
  3. https://www.webmd.com/baby/implantation-bleeding-pregnancy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id