10 Ciri-ciri Keguguran yang Paling Sering Terjadi
Kehamilan

10 Ciri-ciri Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Juli 14th 2022

Ciri-ciri keguguran umumnya diawali dengan rasa nyeri atau kram parah di perut bagian bawah. Wanita hamil trimester pertama wajib lebih berhati-hati agar tidak keguguran.

Keguguran adalah suatu momen kehilangan yang menyedihkan, yang tentunya tidak diinginkan banyak orang. Keguguran biasanya terjadi secara tiba-tiba, namun tanda-tandanya bisa Anda diamati sehingga setiap ibu hamil bisa lebih waspada.

Keguguran disebut juga dengan aborsi spontan, yang artinya kehamilan yang berakhir secara mendadak sebelum usia kehamilan 20 minggu. Berbeda dengan aborsi, keguguran seringkali tidak direncanakan dan disengaja. Keguguran menunjukkan ada hal yang tidak beres dalam kehamilan, baik karena janin tidak berkembang seperti yang diharapkan, karena kondisi kesehatan ibu yang terganggu atau adanya cedera.

Ada baiknya ketika menjalani program hamil, Anda juga mempersiapkan diri untuk mendapatkan NIPT test agar mengetahui adanya kemungkinan kelainan genetik yang dialami oleh janin. Mengetahui kondisi kesehatan kehamilan lebih dini dapat mencegah hal-hal yang buruk seperti keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah ataupun lahir mati.

Keguguran digambarkan sebagai berhentinya kehamilan secara mendadak sebelum usia kehamilan 20 minggu, artinya disebut keguguran bila kehamilan berhenti di awal usia kehamilan. Apabila kematian janin terjadi di atas usia kehamilan 20 minggu, maka tidak akan digunakan istilah keguguran lagi. Istilah yang lebih tepat digunakan menjelaskan kematian janin di atas usia 20 minggu adalah stillbirth atau kelahiran mati.

Walau sama-sama menyedihkannya, karena terkait dengan kehilangan janin di dalam rahim, namun keguguran dan stillbirth memiliki ciri-ciri yang berbeda.

Ciri-ciri keguguran pada wanita yang sedang hamil muda

ilustrasi ciri-ciri wanita keguguran
Sumber gambar

Adapun ciri-ciri keguguran yang paling sering dialami, yaitu:

  1. Punggung terasa nyeri, baik nyeri yang ringan hingga parah. Namun, biasanya nyeri yang dialami terasa lebih buruk daripada kram menstruasi normal
  2. Kram perut bagian bawah
  3. Nyeri perut
  4. Tubuh terasa lemah
  5. Adanya penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya
  6. Keluarnya lendir berwarna merah muda atau merah yang segar dari vagina
  7. Adanya kontraksi seperti saat sedang melahirkan yang sangat menyakitkan dan terjadi setiap 5-20 menit
  8. Keluarnya jaringan yang mirip seperti gumpalan darah yang keluar dari vagina
  9. Menurunnya tanda-tanda kehamilan secara tiba-tiba
  10. Terkadang gejala disertai dengan demam (yang menandakan bahwa Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis)

Penyebab keguguran pada ibu hamil di kehamilan awal

ilustrasi kelainan kromosom
Sumber gambar

Banyak orang berpikir bahwa keguguran disebabkan oleh aktivitas olahraga, makan makanan pedas, atau berhubungan intim semasa sedang hamil. Namun sebenarnya di trimester pertama, penyebab keguguran paling umum adalah sebagai berikut:

Kelainan kromosom

Adanya kelainan kromosom pada janin adalah penyebab utama keguguran saat hamil muda. Sebagian besar kelainan kromosom disebabkan oleh rusaknya sel telur atau sel sperma, atau karena adanya masalah pada saat sel telur yang telah dibuahi dalam proses pembelahan. Problem kromosom dapat menyebabkan beberapa kondisi, seperti berikut:

  • Kehamilan kosong – ada tanda-tanda kehamilan seperti kehamilan normal namun tidak ada embrio yang terbentuk
  • Kematian janin intrauterine – embrio terbentuk dalam kehamilan, namun kemudian berhenti berkembangn dan mati sebelum gejala keguguran terjadi
  • Hamil anggur – adalah kehamilan yang disebabkan kedua set kromosom berasal dari ayah, sehingga pertumbuhan plasenta tidak normal dan biasanya janin tidak berkembang. Tubuh mendeteksi hamil anggur sebagai kehamilan yang tidak normal dan layak dipertahankan, sehingga secara alami tubuh akan menggugurkan kehamilan tersebut. Keguguran yang biasanya disebabkan oleh hamil anggur ditandai dengan keluarnya gumpalan darah mirip seperti buah anggur.

Kondisi kesehatan ibu hamil

Beberapa kondisi kesehatan ibu juga dapat menyebabkan keguguran, misalnya seperti:

  • Ibu memiliki riwayat diabetes tipe 1, tipe 2 atau diabetes gestasional yang tidak terkontrol
  • Ketika hamil, ibu terinfeksi penyakit seperti tokso, sifilis, malaria, rubella, HIV, dan lain sebagainya
  • Ibu mengalami problem hormonal, misalnya seperti tiroid, PCOS
  • Ibu mengalami gangguan rahim maupun serviks
  • Ibu mengalami kehamilan di luar kandungan
  • Adanya penyakit autoimun

Faktor lainnya yang meningkatkan risiko keguguran

ilustrasi faktor penyebab keguguran
Sumber gambar

Selain kelainan kromosom dan kondisi kesehatan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko keguguran, yaitu:

  • Usia – kehamilan yang terjadi di usia di atas 35 tahun, berisiko mengalami keguguran
  • Pernah mengalami keguguran – wanita yang pernah mengalami keguguran sebelumnya, berisiko mengalami keguguran lagi bila hamil dan akan kesulitan mempertahankan kehamilannya bila tidak dipantau dengan baik
  • Kondisi kronis – memiliki penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol – ibu hamil yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, cenderung lebih mudah mengalami keguguran
  • Kelebihan berat badan dan obesitas – ibu hamil yang hamil di saat mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, lebih mungkin mengalami keguguran
  • Menjalani pemeriksaan tertentu- beberapa pemeriksaan yang bersifat invasif seperti tes cairan ketuban dapat meningkatkan risiko keguguran. Terkait tes genetik, NIPT tes jauh lebih aman dilakukan karena bersifat non invasif

Ketika ibu mengalami keguguran, ibu hamil sebaiknya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit atau klinik ibu dan anak. Keguguran mungkin bisa mengeluarkan janin dan sisa jaringan secara alami, namun bila sisa jaringan masih tertinggal di dalam rahim maka dapat meningkatkan risiko infeksi dan juga pendarahan yang bisa membahayakan jiwa ibu. Jaringan yang tersisa juga dapat membentuk kista maupun tumor yang apabila tidak diangkat akan mempengaruhi kehamilan selanjutnya.

Jenis keguguran lain mungkin membutuhkan penanganan medis segera, seperti misalnya transfusi darah. Pendarahan yang dialami ibu yang baru saja keguguran harus segera dihentikan untuk mencegah berkembangnya kondisi kehabisan darah dan kemungkinan infeksi dengan tindakan kuret.

Untuk meningkatkan kehamilan yang sehat dan mencegah keguguran di masa depan, Anda bisa mulai mengubah pola hidup sehat, makan makanan sehat, mengelola stres dengan baik, mengelola berat badan dengan baik, berolahraga rutin, tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol, serta rutin mengonsumsi asam folat bahkan setidaknya 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Dapatkan juga pemeriksaan USG di awal kehamilan untuk mengonfirmasi kehamilan dan mengevaluasi posisi janin, yang mungkin tumbuh di luar rahim atau kehamilan anggur. Mengunjungi dokter secara teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan juga memudahkan dokter untuk memantau kondisi kehamilan serta janin Anda.

Sumber:

  1. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/pregnancy-loss/signs-of-miscarriage/
  2. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298
  3. https://www.healthline.com/health/miscarriage#signs
  4. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9688-miscarriage

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id