Cara Menghitung Usia Kehamilan Manual, Seperti Apa?
Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan Manual, Seperti Apa?

Oktober 6th 2022

Ada dua cara menghitung usia kehamilan, salah satunya adalah cara menghitung usia kehamilan manual. Cara ini cukup mudah dan bisa dipraktikkan oleh siapa pun, tidak perlu tergantung pada tenaga medis. Cara menghitung usia kehamilan manual juga dapat dilakukan di rumah karena tak memerlukan alat apa pun.

Meskipun penting untuk diketahui, nyatanya tidak banyak perempuan yang tahu cara menghitung usia kehamilan manual. Sebagian besar ibu hamil baru mengetahui usia kehamilan setelah melakukan pemeriksaan USG di dokter. Padahal, cara menghitung usia kehamilan manual sangat sederhana dan mudah.

Cara menghitung usia kehamilan manual menggunakan HPHT

ilustrasi menghitung usia kehamilan menggunakan HPHT
Sumber gambar

Cara menghitung usia kehamilan manual yang paling umum dan mudah adalah menggunakan HPHT. Apa itu HPHT? HPHT merupakan singkatan dari Hari Pertama Haid Terakhir. Sesuai nama, HPHT adalah hari pertama Anda mengalami haid sebelum berhenti mengalaminya.

Misalkan Anda terakhir haid pada tanggal 24 Agustus 2022 hingga 29 Agustus 2022. Hingga hari ini tanggal 1 Oktober 2022, Anda belum mengalami haid lagi. Berarti HPHT Anda jatuh pada tanggal 24 Agustus 2022.

Melalui HPHT tersebut, Anda dapat menentukan usia kehamilan. Mengapa usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukannya hari saat berhubungan seksual? Hal ini karena usia janin dihitung sejak sel telur diproduksi dan dikeluarkan, bahkan sejak ia belum dibuahi oleh sperma.

Lalu dari HPHT tersebut, bagaimana cara menghitung usia kehamilan? Cara menghitung usia kehamilan manual tidak memerlukan rumus yang rumit. Anda cukup mengurangi tanggal hari ini dengan HPHT.

ilustrasi menghitung usia kehamilan
Sumber gambar

Misalkan pada contoh di atas, berarti usia kehamilan merupakan hasil dari 1 Oktober 2022 dikurangi 24 Agustus 2022. Maka, usia kehamilan Anda adalah 38 hari atau sekitar 5-6 minggu. Cukup mudah, bukan? Mulai sekarang cobalah cara menghitung usia kehamilan manual secara mandiri.

Akan tetapi, bila Anda telah mengetahui cara menghitung usia kehamilan manual menggunakan HPHT, jangan lantas tidak memeriksakan diri ke dokter kandungan. Pemeriksaan USG rutin tetap dibutuhkan untuk mengonfirmasi usia kehamilan dan mendeteksi kelainan pada janin. Pada pemeriksaan USG, dokter akan menghitung usia kehamilan berdasarkan ukuran beberapa bagian tubuh janin.

Selain USG, kini juga tersedia tes NIPT untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom pada janin dalam kandungan. Tes NIPT kini sudah tersedia di banyak rumah sakit dan laboratorium swasta. Meskipun bukan pemeriksaan rutin, namun pemeriksaan genetik bagi setiap ibu hamil sangat direkomendasikan oleh asosiasi dokter kandungan di luar negeri.

Cara menghitung usia kehamilan manual sebenarnya juga dapat dilakukan dengan meraba perut. Perabaan tersebut bertujuan untuk mengukur sampai sejauh mana puncak dari rahim. Hal tersebut dapat membantu menentukan usia kehamilan seseorang. Sayangnya, cara meraba perut tersebut meskipun relatif mudah dan cepat, tetap harus dilakukan oleh tenaga medis.

Cara menghitung hari perkiraan lahir

ilustrasi menghitung hari perkiraan lahir
Sumber gambar

Setelah mengetahui cara menghitung usia kehamilan manual menggunakan HPHT, ada satu lagi perhitungan yang penting untuk diketahui setiap ibu hamil. Anda wajib mengetahui cara menghitung hari perkiraan lahir atau HPL. Mengetahui HPL sangat dibutuhkan agar Anda dapat melakukan persiapan yang matang menjelang persalinan. Dengan mengetahui HPL, Anda tidak perlu terburu-buru menyiapkan perlengkapan ibu dan bayi.

HPL dapat dihitung menggunakan beberapa cara, salah satu yang paling populer menggunakan rumus Naegele. Formula tersebut diperoleh dengan menambahkan 7 hari pada tanggal HPHT, mengurangi 3 pada bulan HPHT, dan menambah 1 pada tahun HPHT. Apabila HPHT Anda adalah 24 Agustus 2022, maka HPL adalah 31 Mei 2023. Sangat sederhana, bukan?

Formula Naegele diperoleh dari menambahkan HPHT dengan 40 minggu. Hal ini karena periode kehamilan umumnya berlangsung selama 40 minggu. Seorang bayi biasanya paling optimal untuk dilahirkan pada usia kehamilan 37-40 minggu, yang disebut sebagai usia kehamilan aterm.

Pada usia kehamilan tersebut, seluruh organ tubuh janin telah matang sehingga akan meminimalisasi terjadinya komplikasi durante dan pasca persalinan. Persalinan pada usia kehamilan di bawah 37 minggu disebut preterm dan bayi yang dilahirkan disebut prematur. Sedangkan, persalinan pada usia kehamilan di atas 40 minggu disebut postdate dan di atas 42 minggu disebut postterm. Persalinan di luar usia aterm biasanya cukup berisiko sehingga kadang dilakukan induksi maupun operasi.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah cara menghitung usia kehamilan manual menggunakan HPHT dan cara menghitung HPL. Setiap ibu hamil hendaknya mengetahui usia kehamilan dengan akurat agar dapat memberikan nutrisi yang tepat sesuai dengan usia perkembangan janin. Salah satu pemeriksaan yang dapat membantu Anda dalam menyiapkan nutrisi yang tepat selama kehamilan adalah tes nutrigenomik. Dengan mengetahui usia kehamilan, memberikan nutrisi yang tepat, dan melakukan perawatan prenatal secara rutin, Anda dapat menjalani kehamilan dengan aman dan nyaman.

Sumber:

  1. https://www.omnicalculator.com/health/gestational-age
  2. https://www.healthline.com/health/pregnancy/your-due-date

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id