Cara Menggunakan Alat Tes Kehamilan dengan Tepat
Kehamilan

Cara Menggunakan Alat Tes Kehamilan dengan Tepat

Agustus 22nd 2022

Terdapat berbagai metode untuk mendiagnosis seorang perempuan sedang hamil atau tidak. Ada pemeriksaan USG (Ultrasonography) yang dilakukan langsung oleh dokter kandungan. Ada pemeriksaan detak jantung janin dan palpasi perut yang dapat dilakukan oleh bidan. Ada pula beberapa pemeriksaan yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah, seperti menggunakan alat tes kehamilan.

Alat tes kehamilan atau yang sering disebut sebagai test pack merupakan metode yang paling praktis dan efektif untuk mendeteksi kehamilan sejak dini. Alat ini memang tidak seakurat USG dalam mendeteksi kehamilan, tapi tingkat akurasinya yang sekitar 90-99% membuat metode ini disukai banyak orang, termasuk para tenaga kesehatan. Cara menggunakan alat tes kehamilan pun cukup sederhana, praktis, dan dapat dilakukan secara mandiri di mana saja.

Berbagai merek alat tes kehamilan dijual di pasaran, mulai dari yang terkenal sampai yang mungkin belum pernah Anda dengar sekalipun. Berbagai merek tersebut menawarkan berbagai tingkat akurasi, namun tidak ada yang kurang dari 80%. Sebenarnya, kebanyakan produsen juga telah mencantumkan cara menggunakan alat tes kehamilan tersebut. Akan tetapi, mungkin masih ada beberapa hal yang belum Anda mengerti. Berikut akan dijelaskan mengenai cara menggunakan alat tes kehamilan dengan tepat.

Prinsip kerja alat tes kehamilan

ilustrasi prinsip kerja alat tes kehamilan
Sumber gambar

Alat tes kehamilan yang dijual secara luas di pasaran, umumnya menggunakan sampel urine untuk pemeriksaan. Sebenarnya apa yang dilihat dari urine tersebut? Urine dalam tubuh seorang perempuan yang tengah hamil, mengandung hCG (Human Chorionic Gonadotropin), sejenis hormon yang baru muncul pada masa kehamilan.

Alat tes kehamilan memiliki bagian absorben, yang mengandung reagen kimia. Ketika reagen tersebut bercampur dengan urine yang mengandung hCG, ia akan berubah warna. Apabila tidak ada hCG dalam urine, maka reagen dalam garis tidak akan menghasilkan warna apa pun.

Lalu mungkinkah seorang perempuan yang jelas hamil, memperoleh hasil negatif? Tentu saja mungkin bila kadar hCG dalam tubuhnya tidak cukup tinggi untuk bisa terdeteksi oleh alat. Kadar hCG mulai meningkat sekitar seminggu setelah pembuahan, dan naik berkali-kali lipat setelahnya, namun akan kembali turun di akhir kehamilan.

Itulah mengapa Anda baru bisa menggunakan alat tes kehamilan setelah terlambat haid, terutama pada 7 hari setelah terlambat haid untuk memperoleh hasil paling akurat. Cara menggunakan alat tes kehamilan yang tepat juga berkontribusi besar terhadap akurasi hasil.

Cara menggunakan alat tes kehamilan

ilustrasi cara menggunakan alat tes kehamilan sendiri
Sumber gambar

Anda telah mengetahui prinsip kerja alat tes kehamilan, lalu bagaimana dengan cara menggunakan alat tes kehamilan? Berikut adalah beberapa langkah cara menggunakan alat tes kehamilan yang harus Anda ikuti dengan cermat.

  1. Buka bagian penutup alat tes kehamilan, terutama pada tempat Anda akan meneteskan urine. Akan tetapi, jangan biarkan bagian tersebut terbuka terlalu lama karena dikhawatirkan dapat merusak reagen di dalamnya.
  2. Tamping urine pada wadah atau langsung alirkan di atas alat tes kehamilan. Anda dapat menggunakan urine setiap waktu, namun menggunakan urine pertama di pagi hari adalah pilihan terbaik.
  3. Beri 1-2 tetes urine pada bagian absorben pada alat tes kehamilan (bila Anda memilih tidak langsung mengalirkannya). Tunggu reagen dan urine bereaksi selama sekitar 3-5 menit.
  4. Lihat hasil pada alat tes kehamilan. Umumnya, alat tes kehamilan menggunakan jumlah garis sebagai indikator. Satu garis menandakan hasil negatif, yaitu Anda tidak sedang hamil. Dua garis menandakan hasil positif, yaitu Anda memang hamil.

Apakah dengan mengikuti aturan cara menggunakan alat tes kehamilan dengan tepat, pasti memberikan hasil yang akurat? Hal tersebut sebenarnya juga belum pasti. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keakuratan alat tes kehamilan, seperti kondisi alat tes itu sendiri, waktu pemeriksaan, serta penggunaan obat-obatan golongan tertentu (terutama diuretik dan antihistamin). Bila Anda menderita penyakit alergi, darah tinggi, atau jantung, mungkin Anda tengah mengonsumsi obat-obatan tersebut.

ilustrasi hasil kehamilan positif
Sumber gambar

Oleh karena itu, alat tes kehamilan hanya berfungsi sebagai pemeriksaan pertama. Selanjutnya, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan. Minimal Anda harus menemui dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan USG sebanyak 8 kali selama kehamilan. Hal tersebut karena USG tidak hanya lebih akurat, namun juga dapat mendeteksi berbagai kelainan bawaan sejak dini.

Selain USG, ada beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat Anda lakukan, misalnya NIPT Test. NIPT Test juga berguna untuk mendeteksi kelainan kromosom pada janin sejak dini tanpa tindakan invasif. Konsultasikan pada dokter mengenai pemeriksaan apa saja yang sebaiknya dilakukan bila Anda memang terbukti positif hamil.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah sekilas mengenai cara menggunakan alat tes kehamilan dengan tepat. Melalui penggunaan yang tepat, diharapkan Anda memperoleh hasil seakurat mungkin, meski tidak 100%. Akan tetapi, ingatlah selalu bahwa hasil pemeriksaan menggunakan alat tes kehamilan harus selalu diikuti dengan konfirmasi dari pemeriksaan dokter.

Sumber:

  1. https://www.nhs.uk/pregnancy/trying-for-a-baby/doing-a-pregnancy-test/
  2. https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-tests

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id