Cara Mengetahui Orang Hamil dari Leher
Kehamilan

Cara Mengetahui Orang Hamil dari Leher

Oktober 28th 2022

Cara mengetahui orang hamil dari leher mungkin memang jarang digunakan untuk mendeteksi kehamilan. Tetapi tanda kehamilan yang bisa dilihat dari perubahan warna kulit leher, dahi dan pipi ini banyak dialami banyak wanita hamil. Sebenarnya apa yang menyebabkan perubahan warna kulit tersebut?

Tanda-tanda kehamilan pada umumnya sangat beragam, namun tanda kehamilan wanita yang satu dengan yang lain bisa tidak sama. Ada orang yang mungkin tidak mengalami mual muntah parah selama kehamilan, ada yang mengalami ngidam makanan semasa masih kecil, ada pula yang memiliki perubahan warna kulit di leher, dahi dan pipi. Tanda kehamilan yang berbeda-beda ini bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan, tetapi sebaiknya tetap diwaspadai.

Untuk memastikan bahwa kehamilan dan perkembangan janin Anda baik, maka Anda bisa mendapatkan tes NIPT sejak trimester pertama kehamilan. Tes ini akan membantu Anda mendeteksi adanya kelainan genetik yang mungkin terjadi pada janin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya setelah dilahirkan. Anda juga bisa mendapatkan tes nutrigenomik yang dapat membantu memaksimalkan asupan nutrisi dan gizi agar sehingga pertumbuhan dan perkembangan janin di rahim tidak terganggu.

Kembali pada masalah tanda kehamilan, Anda mungkin pernah melihat tanda kehamilan berupa perubahan warna kulit di leher dan pipi. Tanda kehamilan ini disebut dengan melasma, chloasma atau topeng kehamilan. Mari kita ulas lebih detail lagi, bagaimana kondisi ini bisa terjadi dan apa penyebabnya.

Apa sebenarnya melasma itu?

Melasma sebenarnya adalah gangguan kulit di mana melanosit (sel kulit yang memproduksi pigmen warna di kulit) memproduksi pigmen ekstra yang menyebabkan perubahan warna di beberapa bagian kulit wajah, dan leher. Dalam kehamilan, melasma kerap disebut sebagai topeng kehamilan.

Adalah hal yang sangat umum bagi wanita hamil mengalami bintik-bintik kulit yang lebih gelap saat hamil, atau disebut melasma ini. Melasma terkadang muncul di sekitar bibir atas, hidung, tulang pipi, dahi dan juga leher. Ketika bercak hitamnya meluas akibat paparan sinar matahari, maka bentuknya menyerupai topeng. Itulah sebabnya disebut topeng kehamilan. Sebenarnya perubahan kulit ini bukanlah hal yang aneh, karena kulit yang sudah lebih berpigmen seperti puting, bekas luka dan kulit alat kelamin juga menjadi lebih gelap selama kehamilan. Demikian pula dengan area yang sering mengalami gesekan seperti ketiak dan paha bagian dalam.

Hal-hal yang menyebabkan melasma pada kehamilan

ilustrasi melasma pada wanita hamil
Sumber gambar

Penyebab pasti melasma atau disebut juga chloasma ini tidak diketahui dengan jelas. Para ahli percaya bahwa melasma tidak hanya disebabkan oleh beberapa hal saja, faktor risiko juga dapat meningkatkan keparahannya. Apalagi bila sebelum hamil Anda telah mengalami melasma, maka faktor risiko lain akan membuatnya semakin berkembang di kulit Anda.

Menurut para ahli, beberapa hal yang menyebabkan melasma selama kehamilan di antaranya:

Peningkatan kadar hormon di dalam tubuh

Melasma disebabkan oleh hiperpigmentasi kulit selama kehamilan yang sangat umum terjadi, yang juga mempengaruhi berbagai area seperti disebutkan di atas. Perubahan hormon, terutama kelebihan estrogen dan progesteron dipercaya sebagai penyebab utama melasma selama kehamilan. Meningkatnya kadar hormon estrogen dan progesteron tersebut dapat menstimulasi produksi melanin, yang kemudian menyebabkan hiperpigmentasi di beberapa area kulit. Orang yang mengonsumsi pil KB atau menjalani terapi penggantian hormon juga cenderung lebih sering mengalami melasma.

Paparan sinar matahari

Berkembangnya flek hitam di wajah juga dapat diperparah oleh paparan sinar matahari, terutama bila di masa remaja Anda seringkali terpapar sinar matahari. Sinar UV dari matahari mendorong melanosit untuk memproduksi melanin lebih banyak, sehingga memicu berkembangnya melasma atau memburuknya melasma yang sudah ada.

Faktor genetik

Menurut American Academy of Dermatology, orang dengan kulit berpigmen lebih gelap kemungkinan mengembangkan melasma dibandingkan orang yang memiliki warna kulit lebih terang. Hal ini mungkin disebabkan karena melanosit pada kulit yang lebih gelap cenderung lebih aktif. Anda juga berisiko mengalami melasma selama kehamilan apabila ada riwayat keluarga yang mengalaminya juga.

Munculnya melasma ‘topeng kehamilan’ juga dapat diperburuk oleh ketidakseimbangan hormon yang bahkan mungkin ada sebelum kehamilan. Melasma kemudian mulai terlihat semakin berkembang dan parah di usia kehamilan trimester kedua dan ketiga. Kabar baiknya, melasma ini akan hilang dengan sendirinya dan tidak akan semakin memburuk saat setelah melahirkan. Anda bahkan tidak perlu melakukan perawatan apapun untuk membuatnya hilang dan mengembalikan penampilan kulit seperti semula.

Cara mengetahui orang hamil dari leher, seperti apa?

Ciri-ciri melasma yang terjadi ketika sedang tidak hamil dan melasma yang terjadi selama kehamilan sebenarnya sama, antara lain sebagai berikut:

  • Melasma tampak seperti bercak dan bintik-bintik yang lebih gelap daripada warna kulit alami
  • Melasma dapat berkembang di kedua sisi wajah, baik di pipi, hidung, atas bibir maupun dagu
  • Melasma tidak hanya berkembang di area yang kecil, namun bisa terlihat seperti bercak kehitaman yang besar dan luas
  • Melasma di area leher maupun rahang bisa lebih terlihat
  • Orang dengan warna kulit yang putih juga bisa mengalami melasma, namun lebih tampak seperti bercak coklat yang terang
  • Melasma menjadi semakin memburuk dan terlihat saat Anda terpapar sinar matahari
  • Melasma tidak terasa gatal dan sakit

Bagaimana cara meredakan melasma selama kehamilan?

ilustrasi meredakan malasma pada ibu hamil
Sumber gambar

Anda tidak perlu melakukan perawatan apapun untuk mengatasi melasma, karena umumnya noda dan bercak gelap di kulit ini akan menghilang setelah Anda melahirkan atau setelah masa menyusui. Namun bila Anda merasa hal ini sangat mengganggu penampilan dan mempengaruhi kepercayaan diri Anda, maka ada beberapa cara yang perlu Anda coba untuk meredakannya. Apa saja ya?

Mengonsumsi vitamin B9 atau folat

Salah satu cara meredakan melasma selama kehamilan yang cukup aman adalah mengonsumsi asam folat (vitamin B9). Vitamin prenatal ini dapat membantu mengurangi hiperpigmentasi dan meminimalisir pembentukannya selama masa kehamilan. Asam folat bahkan juga disarankan dikonsumsi setidaknya tiga bulan kehamilan selama Anda menjalani program hamil, karena asam folat bermanfaat mencegah kecacatan pada tabung saraf janin.

Selain dari suplemen, Anda juga bisa menemukan kandungan folat alami dalam bayam, aneka jenis jeruk, pasta, nasi dan juga kacang merah.

Menggunakan tabir surya

Tabir surya adalah senjata yang wajib Anda gunakan sepanjang hari, terutama bila Anda hendak melakukan kegiatan di luar rumah. Gunakan tabir surya dengan SPF lebih dari 30 yang tidak hanya melindungi dari paparan sinar matahari namun juga menurunkan risiko pelepasan melanin berlebih pada kulit selama kehamilan.

Jangan lengah walaupun mungkin cuaca terlihat sedang mendung, karena sebenarnya sinar UV A dan UV B tetap bisa menembus awan mendung dan mencapai kulit Anda. Dan saat Anda melakukan kegiatan di bawah sinar matahari yang terik, jangan lupa lengkapi diri dengan menggunakan kacamata serta topi.

Menggunakan produk perawatan kulit berformula ringan

Pembersih wajah, lotion dan serum yang dapat mengiritasi kulit juga dapat memperburuk melasma Anda. Untuk itu beralihlah pada produk perawatan kulit yang berformula lembut. Bagaimana cara membedakan produk yang berformula lembut dengan yang tidak? Anda tinggal mencari produk yang berlabel non comedogenic, untuk kulit sensitif, bebas pewangi, atau disetujui oleh dokter kulit.

Hal ini juga berlaku saat Anda ingin membeli produk kosmetik yang dapat membantu menyamarkan area gelap. Cari alas bedak berlabel non comedogenic atau hypoallergenic. Jika Anda masih merasa ragu-ragu dan bingung, Anda bisa meminta bantuan dari dokter kulit untuk memilih jenis produk yang aman untuk mengurangi melasma dan tidak mempengaruhi kehamilan dan janin.

Mencoba masker alami di rumah

Untuk mengembalikan kulit yang cerah dan bersinar, Anda bisa menggunakan ramuan masker alami yang dapat mengurangi melasma. Misalnya saja masker alami berikut:

  • Masker dari jus lemon – peras setengah buah lemon hingga keluar airnya dan campur dengan sari mentimun. Oleskan di wajah dan gunakan sebagai masker
  • Masker cuka apel – campurkan sedikit cuka apel dengan air, kemudian gunakan sebagai toner di area kulit yang terlihat gelap
  • Masker oatmeal dan madu – campurkan oatmeal dengan madu kemudian gunakan sebagai masker di wajah. Diamkan selama 10 menit sebelum membilasnya. Masker oatmeal dan madu tidak hanya melembutkan kulit namun enzim yang terkandung di dalam madu dapat mencerahkan kulit

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Kami sangat memahami bahwa melasma bisa mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri Anda. Namun menginginkan hasil ekstra dengan sembarangan menggunakan produk perawatan kulit bisa membahayakan kulit dan juga kehamilan Anda. Hindari produk yang mengandung hidrokuinon, tretinoin dan kortikosteroid selama kehamilan. Kunjungi saja dokter kulit, dan pastikan bahwa dokter mengetahui bahwa Anda sedang hamil saat ingin menghilangkan bercak noda melasma. Dokter akan membantu Anda memilihkan jenis perawatan yang bisa mengatasi melasma dan memudarkannya tanpa membahayakan kehamilan dan juga janin Anda.

Sumber:

  1. https://www.healthline.com/health/pregnancy/melasma-pregnancy#treatment
  2. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/skin-darkening-during-pregnancy-melasma-or-chloasma_222
  3. https://www.health.harvard.edu/blog/melasma-what-are-the-best-treatments-202207112776
  4. https://www.verywellfamily.com/what-is-chloasma-4177760
  5. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/melasma-symptoms

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id