3 Tips Cara Mengatasi Janin Tidak Berkembang
Kehamilan

3 Tips Cara Mengatasi Janin Tidak Berkembang

September 16th 2022

Cara mengatasi janin tidak berkembang tergantung pada gejala dan kondisi ibu hamil. Janin tidak berkembang bisa diatasi dengan cara alami maupun dengan tindakan invasif.

Sebagian wanita mengalami beberapa gejala kehamilan dan mendapatkan hasil positif pada alat tes kehamilannya, tetapi ternyata janin di dalam kandungan tidak berkembang. Janin yang tidak berkembang di dalam kandungan secara medis disebut dengan blighted ovum atau kehamilan kosong. Pada kondisi ini, kehamilan tidak akan bisa dilanjutkan dan biasanya kehamilan akan berhenti dengan sendirinya saat terjadi keguguran.

Ketahui apa itu janin tidak berkembang

ilustrasi janin tidak berkembang
Sumber gambar

Janin tidak berkembang atau disebut blighted ovum tidak sama dengan Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Pada blighted ovum, sel telur yang telah dibuahi akan menanamkan diri ke dalam rahim, tetapi tidak akan berkembang menjadi embrio. Plasenta dan kantung embrio juga mungkin terbentuk, namun kosong. Di dalamnya tidak ditemukan embrio yang tumbuh, yang membuat kehamilan kosong disebut juga dengan kehamilan anembrionik.

Meskipun tidak ada embrio yang berkembang, plasenta tetap menghasilkan hormon hCG, inilah mengapa tes kehamilan baik test pack ataupun tes darah akan tetap menunjukkan positif hamil. Anda juga masih mungkin mengalami gejala kehamilan seperti nyeri payudara, mual, dan juga sakit kepala.

Walaupun tidak diketahui jelas apa penyebab blighted ovum, namun para ahli memperkirakan bahwa ini disebabkan oleh kelainan kromosom yang terjadi di dalam sel telur yang dibuahi atau hasil dari genetika sel telur atau sperma yang buruk. Untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom, Anda bisa melakukan pemeriksaan test NIPT di awal usia kehamilan.

Jika Anda pernah mengalami blighted ovum, maka sebaiknya di program hamil selanjutnya Anda menceritakan riwayat kehamilan kosong ini pada dokter. Dokter mungkin akan mempertimbangkan melakukan analisis kromosom embrio untuk mencegah terjadinya kehamilan kosong kembali.

Kembali pada Intrauterine Growth Restriction atau IUGR, pada kehamilan ini janin hidup dan telah bertumbuh, namun ia mengalami pertumbuhan yang terhambat atau tidak semestinya. Ukuran janin yang mengalami IUGR di dalam kandungan mungkin lebih kecil dari rata-rata janin di usia kehamilan yang sama.

Ketahui ciri-ciri janin tidak berkembang

ilustrasi ciri-ciri janin tidak berkembang
Sumber gambar

Blighted ovum dapat terjadi di awal kehamilan, sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Dalam sebagian kasus, Anda akan mengalami tanda-tanda kehamilan layaknya kehamilan pada normalnya. Periode menstruasi Anda akan berhenti, bahkan alat tes kehamilan menunjukkan positif hamil. Anda juga sangat mungkin mengalami tanda awal kehamilan lain seperti nyeri payudara dan morning sickness.

Namun seiring waktu, gejala kehamilan akan berubah menyerupai gejala keguguran, antara lain sebagai berikut:

  • Adanya flek atau pendarahan pada vagina yang biasanya merupakan pendarahan ringan.
  • Selain pendarahan juga mungkin ditemukan keluarnya jaringan abu-abu muda atau gumpalan darah.
  • Kram ringan di daerah panggul dan perut.

Untuk memastikan apakah gejala tersebut benar adalah kehamilan kosong, maka Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi kehamilan melalui USG dan mengamati kantung kehamilan Anda.

Cara mengatasi janin tidak berkembang

ilustrasi mengatasi janin tidak berkembang
Sumber gambar

Sebagian orang mungkin tidak membutuhkan perawatan apapun untuk mengatasi janin tidak berkembang, karena tubuh akan secara alami mengeluarkan embrio dan sisa jaringan melalui vagina. Kondisi ini dikenal dengan istilah keguguran. Tetapi bila tubuh tidak mengalami keguguran embrio, maka ada pilihan lain untuk mengeluarkan isi rahim dengan mendapatkan perawatan di rumah sakit sebagai berikut:

Dilatasi dan kuretase

Dilatasi dan kuretase adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat isi rahim. Pertama-tama, kedua kaki akan dilebarkan dan dibuka, kemudian alat medis akan dimasukkan untuk membuka serviks dan menghisap keluar sisa jaringan kehamilan dari rahim. Prosedur ini tidak terlalu lama, namun Anda mungkin akan mendapatkan anestesi agar tidak merasakan apapun selama prosedur dilakukan.

Keguguran yang diinduksi obat

Untuk memicu terjadinya keguguran dan keluarnya embrio serta sisa jaringan, Anda akan diberi obat yang disebut misoprostol. Obat ini akan memicu tubuh mengalami keguguran dengan sendirinya. Anda mungkin akan mengalami kram, sakit perut dan pendarahan dalam waktu sekitar 30 menit hingga 10 jam setelah minum obat tersebut, kemudian keguguran akan terjadi.

Keguguran alami

Anda mungkin hanya perlu menunggu beberapa hari hingga beberapa minggu hingga keguguran alami terjadi dengan sendirinya. Kondisi ini mungkin tidak mudah, sehingga apabila Anda ingin prosesnya lebih cepat, Anda bisa meminta bantuan dokter untuk memberikan obat induksi atau menjalani dilatasi dan kuretase saja.

Ketika keguguran atau dilatasi dan kuretase telah selesai, kondisi Anda akan dipantau selama 4-6 minggu kemudian. Pemeriksaan USG akan dijadwalkan untuk mengetahui apakah rahim Anda benar-benar sudah bersih kembali dari sisa jaringan kehamilan sebelumnya. Dokter juga akan memastikan tidak ada tanda-tanda komplikasi dan infeksi. Walaupun komplikasi sangatlah jarang terjadi, namun janin tidak berkembang dapat menyebabkan Anda mengalami pendarahan parah, infeksi, jaringan parut akibat prosedur kuretase, robekan di rahim akibat prosedur kuretase.

Setelah mengalami keguguran atau mendapatkan kuretase, rahim akan perlahan memulihkan diri dalam 2 hingga 4 minggu. Di minggu pertama Anda mungkin akan masih merasakan kram perut yang tidak nyaman, serta pendarahan yang mungkin akan bertahan hingga beberapa minggu. Biasanya pendarahan ini akan semakin ringan sampai akhirnya berhenti dengan sendirinya.

Pada saat pendarahan benar-benar berhenti, Anda bisa mulai menjalani aktivitas dengan normal seperti berolahraga atau bepergian. Pada saat ini, hormon akan membuat periode menstruasi Anda tertunda. Sebagian besar orang akan kembali mendapatkan periode menstruasinya dalam 4 hingga 6 minggu setelah pulih dari kehamilan kosong.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Sayangnya, kehamilan kosong tidak dapat dicegah. Anda hanya akan disarankan untuk melakukan tes genetik jaringan di dalam rahim untuk mengetahui kemungkinan dan risiko kehamilan kosong di kehamilan selanjutnya. Anda juga sebaiknya menunda kehamilan baru dan tidak terburu-buru hamil kembali. Sebagian besar dokter akan meminta Anda menunda kehamilan hingga 1-3 siklus menstruasi datang kembali. Tetapi, kapan waktu yang tepat untuk Anda hamil lagi akan lebih baik didiskusikan bersama dokter, sehingga Anda bisa menghindari kemungkinan blighted ovum atau komplikasi kehamilan lain yang mungkin terjadi.

Sumber:

  1. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21924-blighted-ovum
  2. https://www.healthline.com/health/pregnancy/iugr
  3. https://www.healthline.com/health/pregnancy/blighted-ovum#symptoms
  4. https://www.verywellhealth.com/blighted-ovum-5180582

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id