5 Tips Cara Membuat Anak yang Perlu Diketahui Pasutri
Kesehatan

5 Tips Cara Membuat Anak yang Perlu Diketahui Pasutri

Juli 22nd 2022

Cara membuat anak agar cepat hamil sangatlah beragam, tetapi tidak semua efektif meningkatkan peluang kehamilan. Yuk cari tahu bagaimana cara yang tepat untuk meningkatkan kesuburan agar lekas hamil.

Bila sebagian pasangan dengan mudah mendapatkan kehamilan, sebagian lain mungkin harus berusaha ekstra agar bisa hamil walau sudah menikah lama. Untuk itu, sebagian besar pasangan yang mengikuti program hamil umumnya membutuhkan lebih banyak informasi yang tepat, tentang cara membuat anak agar cepat hamil.

Perlu Anda ketahui bahwa peluang kehamilan bisa menurun apabila Anda memiliki problem dengan siklus menstruasi, frekuensi hubungan seksual, tidak tahu kapan masa ovulasi dan memiliki gaya hidup kurang sehat. Di dalam artikel ini, akan dibahas berbagai tips dan cara membuat anak, sehingga peluang kehamilan bisa lebih meningkat.

Persiapan wajib sebelum tahu cara membuat anak yang efektif

ilustrasi persiapan untuk program anak
Sumber gambar

Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, untuk meningkatkan peluang kehamilan, bagi sebagian pasangan memang harus ada usaha ekstra. Usaha tersebut bisa dimulai dengan persiapan-persiapan yang harus dilakukan, antara lain:

Mengunjungi dokter dan memeriksakan diri adalah langkah awal untuk mencari tahu mengapa hingga saat ini Anda belum juga hamil. Dokter akan menjadwalkan beberapa tes dan pemeriksaan bagi Anda dan pasangan sehingga bisa diketahui lebih detail, apa yang sebenarnya menyebabkan kehamilan belum juga terjadi. Pemeriksaan tersebut bisa berupa analisis semen, riwayat kesehatan, riwayat pekerjaan, jadwal menstruasi dan lain sebagainya.

Mengonsumsi suplemen asam folat setidaknya perlu dilakukan sejak 3 bulan sebelum mempersiapkan kehamilan, untuk mencegah cacat tabung saraf yang bisa dialami oleh janin. Di usia kehamilan 4-6 minggu, sumsum tulang belakang dan sistem saraf mulai terbentuk, dengan konsumsi asam folat yang cukup maka pertumbuhan sistem sarafnya akan lebih maksimal. Sesampainya di usia kehamilan 10 minggu, Anda juga bisa mendapatkan NIPT test untuk mendeteksi adanya kemungkinan kecacatan atau kelainan genetik yang bisa terjadi pada janin.

Jika Anda menginginkan kehamilan terjadi, maka sebaiknya sebulan sebelumnya Anda harus menghentikan penggunaan alat kontrasepsi jenis apapun. Untuk alat kontrasepsi hormonal, Anda bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter, kapan waktu yang tepat untuk melepasnya apabila Anda merencanakan kehamilan.

Bagaimana, apakah Anda sudah selesai dengan persiapan yang perlu dilakukan? Selanjutnya ketahui cara membuat anak yang efektif yang akan dibahas berikut ini.

Berbagai cara membuat anak agar cepat hamil

ilustrasi cara agar cepat hamil
Sumber gambar

Ada beberapa cara membuat anak agar cepat hamil yang wajib diketahui semua pasangan yang menjalani program hamil. Cara ini dapat meningkatkan peluang kehamilan, baik Anda yang mendambakan bayi laki-laki maupun bayi perempuan.

Memahami siklus menstruasi

Tidak semua wanita memahami siklus menstruasi, padahal mengetahui keduanya sangatlah penting apabila Anda ingin segera hamil. Siklus menstruasi normalnya berlangsung sekitar 28-35 hari. Apabila siklus Anda berlangsung sebelum 21 hari atau setelah 35 hari, maka bisa dikatakan bahwa Anda memiliki problem kesuburan.

Ketidakteraturan siklus menstruasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Anda perlu mendapatkan pemeriksaan dan mengetahui apa yang menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi sehingga menstruasi Anda bisa kembali lancar.

Memahami kapan Anda ovulasi

Ovulasi adalah bagian dari siklus menstruasi. Ovulasi terjadi ketika hormon luteinizing meningkat secara tiba-tiba sehingga menyebabkan ovarium melepaskan sel telurnya. Ovulasi terjadi kira-kira sekitar hari ke-12 hingga hari ke-14 dalam siklus menstruasi 28 hari. Kapan tepatnya hari ovulasi bisa berbeda dari wanita satu dan yang lain, sehingga akan lebih mudah untuk mencari tahunya lewat aplikasi menstruasi. Di dalam aplikasi menstruasi, ketika Anda memasukkan tanggal berawal dan berakhirnya menstruasi, maka Anda juga bisa mengetahui kapan hari ovulasi Anda.

Bila periode menstruasi Anda berkisar 28 hari, maka hari ke-14 adalah hari paling subur. Anda mungkin bisa meningkatkan peluang kehamilan bila berhubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi di hari ke-11, hari ke-12, hari ke-13, dan hari ke-14.

Begitu ovarium melepaskan sel telur, ia hanya akan bertahan selama 12-24 jam, sehingga agar kehamilan terjadi, Anda harus melepaskan sperma di waktu yang tepat. Kabar baiknya, sperma dapat bertahan di dalam tubuh selama setidaknya 5 hari, jadi sebelum hari ovulasi Anda bisa berhubungan intim tanpa menggunakan pengaman.

Memahami tanda-tanda ovulasi yang terlihat di tubuh

ilustrasi tanda ovulasi
Sumber gambar

Selain menggunakan aplikasi untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi, Anda juga bisa mengamati ovulasi dari tanda-tanda yang muncul di tubuh sebagai berikut:

Adanya lendir serviks

Lendir serviks adalah keputihan yang keluar selama siklus menstruasi, yang sangat beragam, mulai dari kering atau lengket, creamy, basah, atau mirip seperti putih telur. Konsistensi lendir serviks yang mirip dengan putih telur inilah yang mengindikasikan kesuburan dan sebagai tanda ovulasi. Lendir serviks yang mulur dan bening ini memudahkan sperma untuk berenang mencapai rahim dan saluran tuba untuk membuahi sel telur.

Mengenal suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh Anda akan meningkat ketika Anda mengalami ovulasi. Untuk mengetahui adanya perubahan suhu ini, terlebih dahulu Anda harus membuat catatan tentang suhu tubuh setiap harinya. Di sini kemudian Anda akan mengetahui kapan suhu tubuh Anda meningkat yang disebabkan oleh ovulasi, bukan demam.

Ciri peningkatan suhu basal tubuh karena ovulasi biasanya ditunjukkan dengan peningkatan suhu 1/2 – 1 derajat Celcius.

Posisi serviks

Pemeriksaan vagina dapat memberitahu kapan ovulasi Anda terjadi. Ketika serviks Anda terasa lebih lembut dan lebih tinggi, maka kemungkinan kehamilan lebih tinggi terjadi. Selain itu, Anda juga akan menemukan tanda lain seperti kram perut, payudara lebih lunak, adanya flek kecoklatan yang menunjukkan bahwa Anda sedang subur.

Gaya hidup sehat

Selain memahami ovulasi sebagai cara membuat anak agar cepat hamil, Anda juga sebaiknya mengubah pola hidup sehat. Tinggalkan kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol dan perbaiki pola makan Anda dengan mengonsumsi nutrisi yang dapat meningkatkan kualitas sperma serta menyuburkan kandungan seperti asam folat, zat besi, zinc, lemak omega-3, vitamin C dan antioksidan. Anda dapat menemukannya pada berbagai jenis makanan sehat seperti daging merah, telur, sayuran, buah-buahan, ikan laut, biji-bijian dan kacang-kacangan.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Selain memperbaiki pola makan, Anda juga sebaiknya menjaga berat badan agar tidak berlebih. Berolahragalah dengan rutin setidaknya 30 menit setiap hari atau 150 menit setiap minggu. Tubuh yang aktif akan meningkatkan peluang kehamilan karena selain tubuh yang bugar, berolahraga dan aktif dapat menurunkan stres.

Tidur yang cukup dan berkualitas

Yang tak kalah penting, cukupi kebutuhan tidur berkualitas dengan tidur 7-8 jam setiap hari dan hindari begadang. Menjalani pola hidup sehat setiap hari akan meningkatkan peluang kehamilan dan menyukseskan program hamil Anda.

Sumber:

  1. https://www.mother.ly/pregnancy/getting-pregnant/how-to-make-a-baby-the-quick-dirty-guide-to-getting-pregnant/
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10132-normal-menstruation
  3. https://www.verywellfamily.com/when-and-how-often-to-have-sex-to-get-pregnant-1960289
  4. https://www.alodokter.com/5-cara-membuat-anak-yang-perlu-diketahui-suami-istri

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id