4 Tahapan Cara Melahirkan Normal yang Perlu Diketahui
Persalinan

4 Tahapan Cara Melahirkan Normal yang Perlu Diketahui

Juli 24th 2022

Cara melahirkan normal tidak selalu diketahui semua orang. Agar persalinan normal lancar, Anda bisa mengikuti kelas kehamilan dan mengetahui segala sesuatu terkait melahirkan normal.

Melahirkan normal atau disebut persalinan pervaginam adalah proses persalinan melalui vagina. Disebut persalinan normal karena tidak ada campur tangan pembedahan invasif yang terlibat untuk mengeluarkan bayi dari dalam rahim. Melahirkan normal disebut-sebut memiliki proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan persalinan caesar, biaya yang dikeluarkan selama proses persalinan pun cenderung jauh lebih murah, risiko komplikasi saat persalinan juga lebih rendah, sehingga banyak wanita berharap bisa melahirkan normal.

Bila saat ini Anda sedang menjalani program hamil, Anda harus tahu bagaimana cara melahirkan normal. Salah satu syarat agar bisa melahirkan normal adalah ibu hamil harus dalam kondisi sehat, serta memiliki kehamilan dan janin yang sehat. Ibu hamil akan diminta untuk mematuhi setiap saran dokter untuk menjaga kehamilan dan janin agar terhindar dari risiko komplikasi kehamilan, misalnya seperti:

  • Minum suplemen prenatal seperti asam folat, zat besi, kalsium, zinc, dan lain sebagainya saat mempersiapkan kehamilan.
  • Makan makanan bergizi dan bernutrisi yang dibutuhkan janin untuk tumbuh dan berkembang.
  • Tidur cukup.
  • Aktif bergerak dan berolahraga.
  • Mendapatkan NIPT test untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik atau potensi kecacatan pada janin.
  • Mendapatkan vaksinasi penting untuk mencegah infeksi, seperti vaksin flu.

Tahapan cara melahirkan normal, apa saja?

Walaupun tampak sederhana, sebenarnya persalinan normal memiliki tahapan-tahapan dalam proses persalinannya. Di setiap tahapan Anda akan merasakan perkembangan gejala seperti kontraksi dan pembukaan yang semakin lama semakin intens dan menunjukkan bahwa bayi siap keluar dari rahim. Simak tahapan cara melahirkan normal yang akan diulas berikut sehingga Anda memiliki persiapan saat persalinan nanti.

Tahap cara melahirkan normal pertama: pelebaran serviks/ pembukaan jalan lahir

ilustrasi tahap pertama melahirkan normal
Sumber gambar

Tahap pertama cara melahirkan normal diawali dengan pelebaran serviks. Di tahapan ini, serviks mulai menipis dan melebar akibat hormon yang dilepaskan selama persalinan. Untuk bisa mengeluarkan janin dari dalam rahim, serviks harus membuka sepenuhnya (sekitar 10cm) yang kemudian dikenal dengan istilah pembukaan lahir.

Di tahapan pertama ini akan dibagi lagi menjadi 3 fase kecil lainnya, yaitu:

Fase awal atau fase laten

Fase awal persalinan normal adalah fase yang paling lama dan bisa berlangsung selama 20 jam. Fase ini ditandai dengan dimulainya kontraksi setiap 5-20 menit dengan masing-masing kontraksi berlangsung selama 30-60 detik. Namun pada saat ini nyeri yang dirasakan tidak terlalu sakit.

Pada fase awal, kontraksinya terasa lebih ringan, pendek dan tidak teratur. Selama fase ini, serviks akan terbuka sekitar 3 cm disertai dengan keluarnya cairan lengket seperti jeli berwarna merah muda yang sebenarnya adalah sumbat lendir yang menghalangi pembukaan serviks selama kehamilan.

Ada kalanya ketuban juga ikut pecah di fase awal persalinan ini, sehingga sekaligus menjadi tanda bahwa Anda harus menghubungi dokter dan pergi ke klinik bersalin/rumah sakit.

Fase aktif

Fase aktif persalinan terjadi setelah serviks membuka hingga 3 cm. Saat ini kontraksi yang dirasakan akan terasa lebih kuat dan menyakitkan, yang terjadi setiap 2-3 menit. Serviks akan mulai melebar lebih cepat dan akan terus membuka hingga selebar 8 cm.

Kepala bayi akan turun masuk ke panggul, jika pada fase ini air ketuban belum pecah, Anda akan mengalami tekanan di punggung bawah yang cukup menyakitkan.

Fase transisi

Pada fase transisi persalinan, serviks akan terbuka sekitar 8-10 cm. Kontraksi akan lebih intens terjadi setiap 2-3 menit dan berlangsung selama 60 detik atau lebih. Kaki Anda akan terasa kram dan gemetar, sehingga beberapa wanita memilih untuk mendapatkan obat pereda nyeri atau penenang melalui epidural.

Pada fase transisi, jalan lahir terbentuk dan terbuka untuk dilewati bayi.

Tahap cara melahirkan normal kedua: persalinan

ilustrasi tahap kedua melahirkan normal
Sumber gambar

Pada tahapan ini, serviks telah terbuka penuh hingga 10cm yang berarti bayi siap dikeluarkan melalui jalan lahir. Tahapan ini bisa berlangsung cepat atau lama, kira-kira 20 menit hingga 2 jam, tergantung pada seberapa besar bayi yang akan dilahirkan.

Kontraksi yang dirasakan akan semakin kuat dan teratur, yang bisa muncul setiap 1-3 menit dan berlangsung sekitar 45-75 detik. Kontraksi yang meningkat disertai dengan perasaan seperti ingin mendorong dan mengejan. Untuk memperlancar keluarnya bayi, dokter akan meminta Anda untuk sesekali mendorong sehingga bayi bisa bergerak lebih jauh ke dalam panggul.

Tahap ini diakhiri dengan munculnya bagian atas kepala bayi yang disebut dengan crown. Kepala bayi akan meregangkan vagina untuk melebar sehingga muat untuk tubuh bayi bisa keluar. Apabila bayi berukuran lebih besar, dokter akan melakukan episiotomi (sayatan kecil pada vagina) untuk membantu bayi keluar. Di tahapan ini, Anda akan diminta berhenti mengejan untuk meminimalkan robekan di area perineum.

Begitu kepala bayi bisa keluar, bahu dan seluruh tubuh akan segera mengikuti. Dokter dan perawat akan membersihkan jalan napas bayi sehingga untuk pertama kalinya bayi bisa mengambil napas secara mandiri dengan paru-parunya. Tali pusat kemudian akan dijepit dan dipotong.

Tahap cara melahirkan normal ketiga: proses setelah persalinan

ilustrasi tahap ketiga melahirkan normal
Sumber gambar

Setelah bayi berhasil keluar, persalinan belum berakhir. Karena Anda masih harus berusaha untuk mendorong dan mengeluarkan plasenta. Proses ini setidaknya memakan waktu 5-30 menit setelah bayi keluar. Kontraksi akan mulai datang kembali, namun tidak sekuat saat bayi akan dikeluarkan. Anda akan diminta untuk memberikan sedikit dorongan dan mengejan sampai plasenta berhasil keluar.

Rahim akan terus berkontraksi setelah bayi dan plasenta keluar, dan kemudian akan kembali ke bentuk normalnya. Pada sayatan kecil episiotomi, dokter akan memberikan sedikit jahitan dengan bantuan anestesi lokal sehingga Anda tidak akan merasa terlalu sakit.

Tahap cara melahirkan normal keempat: pemulihan

Tahapan pemulihan setelah persalinan normal ini berlangsung sekitar 2-3 jam, di mana rahim akan terus berkontraksi untuk mengembalikan diri ke ukuran semula. Pada tahapan ini Anda akan merasakan gemetar, kedinginan, perasaan tidak nyaman dan rasa sakit serta perih akibat episiotomi, lemah dan pusing, serta kesulitan buang air kecil karena adanya pembengkakan di area genital.

Rasa sakit yang Anda rasakan akan perlahan mereda dan menghilang, sehingga Anda bisa mulai menyusui bayi dan memiliki waktu skin to skin agar bayi merasa lebih nyaman serta dapat memaksimalkan bonding. Menyusui untuk pertama kalinya akan membantu melepaskan hormon oksitosin sehingga di saat yang sama Anda akan merasa lebih tenang dan rileks.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Anda akan diizinkan untuk mandi setidaknya 24 jam setelah melahirkan normal, untuk membersihkan tubuh. Pereda nyeri juga akan terus diberikan sampai rasa nyeri dan bengkak yang Anda rasakan mereda. Saat ini, Anda sudah mulai memiliki energi lebih untuk mengurus bayi, namun jangan ragu untuk meminta pertolongan karena tubuh Anda belum sepenuhnya pulih.

Sumber:

  1. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/stages-of-labor_177
  2. https://www.medicinenet.com/what_are_the_4_stages_of_labor/article.htm
  3. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9675-pregnancy-types-of-delivery
  4. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000629.htm

 

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id