Begini Cara untuk Deteksi Kanker Sejak Dini
Kesehatan

Begini Cara untuk Deteksi Kanker Sejak Dini

Mei 13th 2022

Deteksi dini kanker perlu dilakukan setiap individu, apalagi terdapat riwayat yang berkenaan dengan kondisi medis satu ini.

Penyakit kanker adalah salah satu jenis penyakit kronis yang cukup ditakuti. Pada awal perkembangannya penyakit ini mungkin tidak menunjukkan gejala apapun, dan gejalanya baru terlihat setelah masuk pada stadium tertentu. Kanker mengacu pada sejumlah penyakit yang ditandai dengan adanya perkembangan sel-sel abnormal yang membelah diri tak terkendali dan memiliki kemampuan untuk menyusup dan menghancurkan jaringan normal tubuh.

Sel kanker memiliki kemampuan untuk menyebar ke seluruh bagian tubuh, payudara, kulit, rahim, tulang, dan lain sebagainya. Tidak semua jenis kanker dapat diobati, namun tingkat kelangsungan hidup dapat ditingkatkan melalui deteksi dini kanker.

Deteksi dini kanker dapat membantu menemukan kanker pada tahap awal sebelum gejala muncul. Ketika jaringan abnormal ditemukan lebih awal akan jauh lebih mudah untuk mengobati dan menyembuhkannya. Pada saat gejala muncul, sel kanker mungkin telah tumbuh dan menyebar sehingga membuat kanker lebih sulit untuk diobati dan disembuhkan.

Deteksi dini kanker dengan tes skrining

ilustrasi tes untuk deteksi kanker
Sumber gambar

Tes skrining kanker adalah tes yang dapat membantu mendeteksi dini sel kanker. Dokter biasanya menyarankan Anda untuk menjalankan tes skrining ini apabila Anda berisiko mengalami kanker, terutama bila ada riwayat keluarga yang mengidap kanker.

Ada beberapa macam tes skrining kanker yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan

Tes skrining yang paling sederhana untuk dilakukan adalah pemeriksaan tubuh untuk melihat adanya tanda-tanda umum kesehatan, termasuk tanda-tanda penyakit seperti adanya benjolan, perubahan bentuk dan warna tahi lalat, atau hal lain yang tampak tidak seperti biasanya.

Dokter juga akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, penyakit serta perawatan yang pernah diambil di masa lalu, atau juga riwayat kesehatan keluarga terkait dengan penyakit kanker.

2. Tes laboratorium

ilustrasi tes genetik
Sumber gambar

Tes laboratorium sebagai skrining terhadap kanker di antaranya seperti tes urin dan tes darah. Tes tersebut dapat membantu dokter mengidentifikasi kelainan yang dapat disebabkan oleh kanker.

Tes darah terutama adalah tes yang lebih sering direkomendasikan dokter sebagai deteksi dini kanker. Sampel darah yang diambil akan diuji di laboratorium di bawah mikroskop. Tes ini mungkin menemukan adanya sel kanker, protein atau zat lain yang dibuat oleh kanker. Tes ini juga menunjukkan seberapa baik organ Anda bekerja.

Sebagian besar tes darah tidak digunakan untuk mendiagnosis kanker, namun mereka dapat memberikan petunjuk yang dapat mengarahkan dokter untuk menegakkan diagnosis. Pada sebagian besar jenis kanker, prosedur pengambilan sel untuk pengujian seringkali diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Tes darah yang digunakan untuk deteksi dini kanker di antaranya:

Tes hitung darah lengkap

Tes hitung darah lengkap (CBC) dapat mengukur jumlah setiap jenis sel darah dalam sampel darah. Kanker dapat ditemukan menggunakan tes ini.

Tes protein darah

Tes darah elektroforesis dapat melihat berbagai protein dalam darah untuk menemukan protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh dalam melawan kuman. Tes ini membantu mendiagnosis multiple myeloma.

Tes penanda tumor

Melalui sampel darah, tes ini berusaha menemukan bahan kimia yang dibuat oleh sel kanker. Tes ini tidak selalu membantu dalam mendiagnosis kanker karena banyak sel sehat juga memproduksi bahan kimia. Namun tes ini sangat berguna ketika diagnosis kanker telah ditegakkan dan dokter perlu melihat keberhasilan pengobatan. Contoh penanda tumor misalnya seperti antigen spesifik prostat (PSA) untuk kanker prostat dan antigen kanker 125 (CA 125) untuk kanker ovarium.

Tes pendeteksi sel kanker

Tes ini berguna untuk mendeteksi sel kanker di dalam darah. Sel-sel mungkin telah pecah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, yang dapat diketahui lewat sampel darah Anda. Tes ini juga biasanya digunakan setelah diagnosis kanker seperti pada kanker payudara, kanker usus besar dan kanker prostat.

Tes pendeteksi materi genetik

Tes ini menggunakan sampel darah untuk mencari potongan kecil materi genetik sel kanker (DNA). Secara alami, sel sehat dan sel kanker akan pecah dan mati. Potongan-potongan dari pecahan sel tersebut masuk ke dalam darah sehingga tubuh dapat membuangnya. Tes ini khusus mencari potongan sel di dalam sampel darah yang juga digunakan untuk memahami perubahan DNA yang ada dalam sel kanker.

3. Prosedur tes pencitraan

Tes pencitraan memungkinkan dokter untuk memeriksa tulang dan organ dalam dengan cara non-invasif. Tes ini menggunakan teknologi pencitraan dalam mendiagnosis kanker termasuk pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT), pemindaian tulang, pencitraan resonansi magnetik (MRI), pemindaian positron emission tomography (PET), ultrasound dan sinar X.

4. Tes genetik

Tes genetik dapat membantu memperkirakan peluang Anda dalam terkena kanker di dalam hidup Anda. Tes ini dilakukan dengan mencari perubahan spesifik dalam gen, kromosom atau protein di dalam tubuh.

Adapun beberapa manfaat tes genetik di antaranya:

  • Memprediksi risiko penyakit tertentu
  • Menemukan apakah Anda memiliki gen yang dapat meningkatkan risiko kanker kepada anak-anak Anda kelak
  • Memberikan informasi untuk memandu perawatan kesehatan apabila ditemukan sel kanker

Pun demikian, tes genetik tidak dapat memastikan kapan Anda akan mengembangkan sel kanker. Tes ini hanya bisa memberi tahu apakah Anda memiliki risiko tinggi terhadap kanker.

Tes genetik juga tidak dapat mendeteksi semua jenis kanker. Pada saat ini tes genetik hanya dapat mendeteksi dini beberapa jenis kanker di antaranya:

  • Kanker payudara
  • Kanker ovarium
  • Kanker usus
  • Kanker tiroid
  • Kanker prostat
  • Kanker pankreas
  • Melanoma
  • Sarkoma
  • Kanker ginjal
  • Kanker perut

Untuk mendeteksi jenis kanker lain, Anda akan direkomendasikan untuk menjalani skrining kanker lain seperti tes darah atau tes pencitraan.

Apakah deteksi dini kanker aman dilakukan?

ilustrasi konsultasi medis untuk kanker
Sumber gambar

Tidak semua jenis tes skrining kanker dapat membantu mendeteksi sel kanker, dan beberapa di antaranya memiliki risiko tersendiri. Misalnya beberapa prosedur seperti pada skrining kanker usus, sigmoidoskopi atau kolonoskopi yang memiliki risiko pendarahan apabila ada robekan pada dinding usus.

Tes deteksi dini kanker juga terkadang memberikan hasil positif palsu atau negatif palsu, sehingga diperlukan rangkaian tes lain untuk memastikannya kembali. Dibutuhkan kesabaran dan juga biaya yang cukup besar untuk menjalani tes deteksi dini kanker yang sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu.

BACA JUGA: Penting Diketahui! Ini Tips Menghindari Kelainan Kromosom Pada Janin

Yang juga penting untuk diingat, walaupun memiliki risiko tersendiri, deteksi dini kanker dapat membantu menemukan sel kanker lebih awal sehingga pengobatan tidak sampai terlambat. Dengan cara ini pula dokter dapat membantu Anda hidup lebih lama sebelum gejalanya berkembang dan sel kanker menyebar ke organ lain. Apabila Anda tertarik untuk mendapatkan skrining kanker, Anda dapat membicarakannya dengan dokter dan mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit. Deteksi dini kanker dapat menyelamatkan nyawa dan menurunkan risiko kematian akibat kanker.

Sumber:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/diagnosis-treatment/drc-20370594
  2. https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/patient-screening-overview-pdq#_1
  3. https://www.cdc.gov/cancer/dcpc/prevention/screening.htm
  4. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-diagnosis/art-20046459
  5. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/cancer-basics/genetics/genetic-testing-cancer-risk

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id