Biaya Test NIPT di Indonesia, Berapa Saja?
Kehamilan

Biaya Test NIPT di Indonesia, Berapa Saja?

Oktober 3rd 2022

Maraknya laboratorium yang telah menyediakan tes NIPT (Nonivasive Prenatal Testing) membuat biaya test NIPT di Indonesia semakin beragam. Para ibu hamil kini memiliki banyak lebih banyak referensi tempat untuk melakukan tes NIPT. Anda pun dapat menyesuaikan laboratorium tujuan dengan biaya yang telah dianggarkan sebelumnya.

Biaya test NIPT merupakan salah satu faktor penting dalam memilih tempat untuk melakukan pemeriksaan tersebut. Tentunya pilihan tempat tetap memperhatikan faktor lain, seperti lokasi, tingkat kepercayaan, rekomendasi, dan sebagainya. Semua tergantung bagaimana prioritas masing-masing orang.

Anda mungkin sudah mendengar sekilas bahwa biaya test NIPT tergolong cukup mahal, apalagi bila tidak dijamin oleh asuransi tertentu. Memang sebelum melakukan pemeriksaan, sebaiknya Anda mempersiapkan diri terlebih dahulu, termasuk soal biaya. Berikut adalah gambaran mengenai biaya test NIPT dan kondisi yang mengharuskan Anda untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Biaya test NIPT di Indonesia

ilustrasi biaya nipt test
Sumber gambar

NIPT telah digunakan secara luas di luar negeri sejak lama, namun baru banyak beredar di Indonesia beberapa tahun terakhir. Biaya test NIPT di luar negeri memang relatif mahal, yaitu dalam rentang USD 800-2000, atau sekitar 12-30 juta rupiah. Akan tetapi, Anda tak perlu merogoh kocek sebanyak itu untuk melakukan tes NIPT di Indonesia.

Saat ini, hampir seluruh laboratorium besar di Indonesia telah menyediakan tes NIPT yang dapat dilakukan baik dengan rujukan dokter maupun atas permintaan sendiri. Rumah sakit pun telah banyak yang menyediakan pemeriksaan tersebut. Rata-rata biaya test NIPT di Indonesia sekitar 5-10 juta rupiah. Bahkan, di sebagian kecil rumah sakit swasta di ibukota, Anda bisa saja mengeluarkan uang sebanyak 30-40 juta rupiah.

Sebenarnya, rentang biaya test NIPT 5-10 juta masih tergolong wajar bila melihat manfaat yang Anda peroleh. Lagipula, biaya test NIPT yang bervariasi tersebut juga tergantung pada paket NIPT yang Anda pilih. Ya, ternyata pemeriksaan NIPT tidak hanya terdiri dari satu macam.

Paket tes NIPT di Indonesia

ilustrasi prosedur pemeriksaan nipt
Sumber gambar

Ada banyak paket yang disediakan laboratorium dan rumah sakit, mulai dari yang paling dasar hingga paling lengkap. Anda dapat menyesuaikan paket tersebut dengan jenis informasi yang dibutuhkan. Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui paket apa yang sesuai.

Paket NIPT yang paling dasar biasanya hanya memuat informasi sebagian kromosom autosomal (kelainan trisomi 13, 18, dan 21). Apabila ingin memperoleh informasi mengenai kromosom seksual (jenis kelamin, Klinefelter Syndrome, Turner Syndrome), maka Anda harus menambah paket yang setingkat lebih tinggi. Paket paling lengkap biasanya memuat seluruh informasi kromosom, mikrodelesi, dan aneuploidi.

Mikrodelesi merupakan kurangnya kromosom yang mengakibatkan berbagai sindroma langka. Sedangkan, aneuploidi merupakan ketidakseimbangan dalam satu set kromosom. Keduanya merupakan hal yang penting untuk diketahui. Akan tetapi, setiap ibu hamil memiliki risiko dan kemungkinan diagnosis yang berbeda sehingga jenis informasi yang dibutuhkan pun berbeda.

Siapa saja yang harus melakukan NIPT?

ilustrasi ibu hamil
Sumber gambar

Melihat biaya test NIPT yang cukup mahal, tentu membuat sebagian ibu hamil menjadi ragu. Apakah semua ibu hamil wajib melakukan tes NIPT? Meskipun pemeriksaan genetik telah menjadi kewajiban di luar negeri, namun di Indonesia hal itu masih belum menjadi pemeriksaan rutin. Akan tetapi, bila Anda termasuk dalam golongan berikut, sebaiknya segeralah melakukan NIPT sedini mungkin.

  1. Ibu hamil berusia 35 tahun ke atas
  2. Ibu hamil yang memiliki riwayat melahirkan anak dengan kelainan bawaan genetik
  3. Adanya anggota keluarga dengan kelainan bawaan genetik
  4. Hasil pemeriksaan USG mengindikasikan adanya kelainan genetik
  5. Terpapar radiasi atau bahan kimia selama masa kehamilan

Pada umumnya, dokter akan langsung merujuk bila menemukan satu atau lebih faktor risiko di atas pada diri Anda. Setelah melakukan NIPT, ada beberapa kemungkinan hasil, yaitu risiko rendah, risiko tinggi, dan tidak dapat ditentukan hasilnya. Ibu hamil yang memperoleh hasil risiko tinggi dari pemeriksaan NIPT akan dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih invasif, seperti amniocentesis dan CVS.

NIPT yang tidak memiliki hasil merupakan kondisi yang sangat jarang terjadi. Biasanya, hal ini disebabkan kurangnya sampel atau kurangnya jumlah kromosom janin yang ditemukan dalam darah ibu. Anda bisa melakukan pemeriksaan ulang bila hal ini terjadi.

Apa pun hasil yang Anda peroleh dari NIPT, tetaplah berusaha menjaga kehamilan dengan baik. Jangan lantas bersantai atau justru stres berlebihan. Perawatan prenatal rutin dan asupan nutrisi bergizi tetap harus diberikan.

Apabila ingin memberikan asupan nutrisi yang lebih optimal bagi janin dan tubuh Anda sendiri, sekali waktu cobalah melakukan tes nutrigenomik. Tes nutrigenomik akan memberikan informasi mengenai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat memberikan informasi mengenai makanan yang sesuai dengan genetik Anda sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah sekilas gambaran mengenai NIPT dan biaya test NIPT di Indonesia. Jangan pernah ragu untuk melakukan pemeriksaan yang bermanfaat selama kehamilan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri baik dari segi biaya maupun pengetahuan sebelum menjalankan tes NIPT.

Sumber:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK274056/
  2. https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/ginekologi/noninvasive-prenatal-testing-nipt/jakarta?page=1
  3. https://www.bumrungrad.com/id/health-blog/november-2018/women-center-health-nipt

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id