Contoh Bercak Darah Hamil yang Normal, Seperti Apa?
Kehamilan

Contoh Bercak Darah Hamil yang Normal, Seperti Apa?

Oktober 29th 2022

Bercak darah hamil berbeda dengan bercak darah saat keguguran. Flek sebagai tanda kehamilan tidak membahayakan kehamilan dan janin akan tetap berkembang di dalam rahim, sedangkan pendarahan yang terkait dengan keguguran pertanda bahwa embrio maupun janin sudah tidak bisa dipertahankan lagi, dan bisa membahayakan jiwa ibu.

Bercak darah hamil seringkali dikenal dengan istilah darah implantasi. Implantasi merupakan tahap awal yang penting dalam konsepsi, di mana sel telur yang telah dibuahi berusaha untuk menempel di dinding rahim agar bisa tumbuh dan berkembang sebagai janin. Pada saat implantasi terjadi, maka Anda akan mengalami kram ringan, pendarahan ringan, nyeri payudara dan keluarnya cairan yang menjadi tanda awal kehamilan.

Implantasi, proses rumit sebagai bagian dari kehamilan

ilustrasi kehamilan
Sumber gambar

Kehamilan bukanlah proses yang sederhana. Ada banyak perubahan yang terjadi di dalam tubuh selama kehamilan terbentuk. Sperma dan sel telur bergabung dalam proses yang disebut konsepsi. Dalam proses ini pula, kelainan genetik mungkin terjadi, misalnya ketika ada kelebihan kromosom yang dapat menyebabkan down syndrome. Kelainan ini bisa dideteksi lebih dini dengan mendapatkan tes NIPT yang sudah bisa dilakukan di trimester pertama kehamilan.

Selama proses konsepsi, sel-sel yang telah bergabung tersebut mulai berkembang biak dengan cepat dan bergerak melalui salah satu saluran tuba menuju rahim. Kelompok sel tersebut disebut blastokista.

Begitu sampai di dalam rahim, blastokista harus menempel atau menanamkan diri ke dalam rahim, inilah yang disebut implantasi. Ketika implantasi terjadi, maka sebagian besar hormon di dalam tubuh yang terkait dengan kehamilan akan meningkat, seperti estrogen, progesteron, dan hCG (human chorionic gonadotropin). Peningkatan hormon tersebut kemudian menyebabkan munculnya sebagian besar gejala kehamilan, mulai dari morning sickness, sakit kepala, perubahan payudara, ketidakhadiran menstruasi, dan juga munculnya flek darah implantasi.

Implantasi tidak selalu berjalan lancar. Ada kalanya setelah sel telur yang dibuahi menempel dalam dinding rahim, ia tidak dapat berkembang menjadi embrio sebagaimana mestinya. Ada banyak hal yang mempengaruhi keguguran, kelainan kromosom juga menjadi salah satunya.

Keguguran dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

  • Adanya infeksi di dalam tubuh
  • Terinfeksi penyakit TORCH
  • Hormon yang tidak seimbang
  • Implantasi yang tidak tepat
  • Usia saat hamil
  • Kelainan pada rahim
  • Serviks yang tidak kompeten
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol, atau penyalahgunaan obat terlarang
  • Gangguan pada sistem kekebalan tubuh
  • Penyakit ginjal yang parah
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit kronis yang tidak dikelola dengan baik, misalnya diabetes
  • Penyakit tiroid
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat jerawat isotretinoin
  • Kekurangan gizi yang parah

Masalah gizi seperti obesitas dan kekurangan gizi bisa mempengaruhi kehamilan dan menjadi penyebab keguguran. Terkadang makan tiga kali dalam sehari saja tidak selalu cukup. Anda perlu memperhatikan nutrisi apa saja yang masuk ke dalam tubuh, dan apakah nutrisi tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Perlu dicatat bahwa kebutuhan nutrisi setiap orang tidaklah sama, sehingga dibutuhkan tes nutrigenomik yang mampu membantu mengetahui secara detail kebutuhan gizi setiap orang. Bagi Anda yang berisiko obesitas maupun malnutrisi, maka Anda bisa mendapatkan tes nutrigenomik untuk mengatasi problem gizi Anda.

Selain bercak darah hamil, ini tanda-tanda implantasi

Orang sering salah mengira bahwa bercak darah implantasi adalah tanda-tanda menstruasi. Tidak salah kok, karena memang bercak darah implantasi umumnya muncul di sekitar waktu periode menstruasi. Inilah mengapa beberapa wanita mungkin tidak menyadari kehamilannya hingga menstruasi benar-benar terlambat.

Pendarahan implantasi termasuk tanda kehamilan yang sangat awal, yang bisa terjadi sebelum tes kehamilan memastikan bahwa Anda sedang hamil. Secara umum, implantasi terjadi sekitar hari ke-6 atau ke-7 setelah masa kesuburan terjadi. Pendarahan implantasi juga tidak sama seperti pendarahan saat keguguran.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda implantasi yang terjadi sebagai tanda kehamilan:

  • Pendarahan dini – pendarahan dini ini sering terjadi beberapa hari sebelum siklus menstruasi, yang seringkali membuat orang bingung apakah ini implantasi ataupun tanda menstruasi.
  • Keputihan yang tidak biasa – selain flek darah implantasi, menyertai proses implantasi Anda akan mengalami keputihan yang tidak biasa. Keputihan ini warnanya beragam, mulai dari merah muda, coklat gelap atau bahkan hitam.
  • Pendarahan ringan – pendarahan dan keputihan biasanya sangat ringan, tidak berat dan tidak banyak. Pendarahan ini biasanya hanya terjadi selama beberapa jam dan hanya terlihat seperti sebuah noda kecil.
  • Kram ringan – selain pendarahan, implantasi juga ditandai dengan kram ringan yang terasa mirip seperti periode menstruasi.

Tanda-tanda lain yang menyertai implantasi, selain bercak darah hamil

ilustrasi kelelahan saat hamil
Sumber gambar

Karena implantasi adalah tanda awal kehamilan, maka Anda juga dapat merasakan tanda kehamilan lainnya. Tanda kehamilan ini tidak selalu dirasakan sama dengan wanita lain, beberapa orang mungkin hanya merasakan sebagian saja. Tanda awal kehamilan ini meliputi:

  • Perubahan suasana hati
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan payudara dan payudara yang terasa lembek
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Penciuman yang lebih sensitif
  • Mengidam dan ketidakinginan makan atau mencium aroma makanan tertentu
  • Peningkatan suhu tubuh

Cara membedakan darah implantasi dengan darah menstruasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, darah implantasi sering disalahartikan sebagai darah menstruasi karena muncul di periode menstruasi. Untuk mengetahui apakah flek yang keluar adalah darah implantasi dan bukan darah menstruasi, maka Anda bisa mengenali beberapa indikator perbedaannya, yaitu:

  1. Dari jumlah darah yang keluar – darah implantasi cenderung lebih ringan dan tidak sebanyak darah menstruasi. Mungkin tepatnya darah implantasi digambarkan seperti bercak noda saus atau kecap yang menempel di kain
  2. Dari durasi waktunya – jika darah menstruasi bisa dirasakan dari 3-7 hari lamanya, maka darah implantasi jauh berbeda. Darah implantasi mungkin hanya keluar selama beberapa jam, hingga tiga hari
  3. Warna pendarahan yang berbeda – darah menstruasi cenderung berwarna merah terang atau justru merah gelap, sedangkan darah implantasi cenderung berwarna merah muda terang, coklat atau seperti noda karat
  4. Pembekuan darah – tekstur pembekuan darah selama menstruasi umumnya mirip seperti gumpalan-gumpalan atau seperti gel. Sedangkan pendarahan implantasi terlalu ringan sehingga tidak akan membentuk gumpalan

Tanda-Tanda pendarahan yang disebabkan keguguran

ilustrasi bercak darah hamil
Sumber gambar

Keguguran bisa sangat berbeda antara orang yang satu dan yang lain. Gejalanya mungkin terasa ringan mirip seperti periode menstruasi, namun sebagian orang juga mengalami pendarahan yang sangat menyakitkan saat keguguran. Rasa sakit tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis keguguran yang dialami, apakah itu keguguran spontan, keguguran total, keguguran berulang, dan lain sebagainya.

Tanda-tanda pendarahan akibat keguguran antara lain:

  • Saat keguguran, darah yang keluar cukup banyak. Bahkan Anda mungkin harus mengganti pembalut setiap ham untuk menampung semua darah yang keluar
  • Pendarahan disertai dengan rasa nyeri yang menyakitkan baik di area perut maupun bahu
  • Anda mengalami perubahan suhu tubuh atau demam di atas 38 derajat celcius
  • Pusing, hingga perasaan seperti akan pingsan
  • Anda menyadari adanya cairan yang berbau tidak sedap yang keluar dari vagina
  • Anda mengalami nyeri perut seperti diare atau seperti saat akan buang air besar namun tidak buang air besar

Keguguran bisa terjadi bahkan tanpa disadari yang sering salah dikenali sebagai menstruasi yang berat. Anda perlu mewaspadai bila Anda mengalami pendarahan disertai kram yang menyakitkan, pendarahan yang sangat banyak, rasa sakit di perut, pinggul maupun punggung, tubuh terasa lemah, adanya gumpalan darah dan cairan berbau tidak sedap yang keluar dari vagina, adanya jaringan yang keluar yang mirip dengan janin.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Karena ada banyak hal yang mungkin menyebabkan pendarahan selama kehamilan, maka apabila Anda tidak yakin benar bahwa ini adalah pendarahan implantasi atau menstruasi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan membantu memeriksa dan mencari tahu apa sebenarnya penyebab pendarahan yang Anda alami, dan memberikan pengobatan bila diperlukan.

sumber:

  1. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/what-really-happens-during-a-miscarriage
  2. https://www.healthline.com/health/pregnancy/implantation-bleeding#when-to-seek-medical-help
  3. https://www.babycenter.com/getting-pregnant/how-to-get-pregnant/implantation-bleeding_20004436
  4. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318659#complications
  5. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-does-a-miscarriage-look-like
  6. https://www.healthline.com/health/implantation-signs#what-is-impantation
  7. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21751-genetic-disorders
  8. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17818-down-syndrome

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id