Sering Diremehkan, Ini Bahaya Membersihkan Pusar Saat hamil
Kehamilan

Sering Diremehkan, Ini Bahaya Membersihkan Pusar Saat hamil

September 18th 2022

Bahaya membersihkan pusar saat hamil dapat menyebabkan berkembangnya bakteri penyebab infeksi. Terutama bila tidak dibersihkan dengan cara yang benar.

Pusar atau disebut juga umbilikus adalah sisa dari tali pusar yang menghubungkan janin dan ibu saat masih di dalam kandungan. Tali pusar memiliki peran penting bagi kehidupan janin selama di dalam kandungan, seperti memberikan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Kecukupan oksigen dan nutrisi pada janin akan menurunkan risiko cacat lahir dan keguguran yang disebabkan oleh kelainan genetik. Mengetahui kelainan genetik sejak dini, bisa dilakukan dengan pemeriksaan test NIPT. Untuk menurunkan risikonya, selama menjalani program hamil, Anda bisa mencukupi kebutuhan nutrisi baik dengan makan makanan seimbang dan juga mengonsumsi suplemen prenatal.

Tali pusar tidak selamanya akan menemani hingga dewasa. Karena setelah bayi dilahirkan, tali pusar akan dipotong dan diangkat, sehingga meninggalkan bekas yang kita kenal saat ini dengan istilah pusar.

Pusar bisa terlihat masuk ke dalam atau keluar, dan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Walaupun tidak banyak berfungsi, namun pusar dianggap sebagai pusat keseimbangan tubuh dan penanda anatomi penting. Misalnya saja selama operasi laparoskopi, dokter membutuhkan pusar sebagai penanda untuk mengarahkan sayatan kecil yang berguna untuk memasukkan instrumen demi mengurangi bekas luka.

Saat membersihkan pusar, Anda akan merasa tergelitik dan sedikit tidak nyaman karena pusar juga masih memiliki beberapa ujung saraf. Oleh karena itu juga, sebaiknya Anda berhati-hati saat membersihkan pusar ketika hamil, agar tidak menyebabkan kondisi yang mempengaruhi kehamilan.

Bahaya membersihkan pusar saat hamil apa saja?

ilustrasi bahayanya membersihkan pusar saat hamil
Sumber gambar

Pusar memiliki bentuk yang mirip seperti lubang di tengah perut, di mana di lubang tersebut bisa menemumpuk sel-sel kulit mati, rambut, bakteri, dan serat kain. Penumpukan semua kotoran itu dapat menyebabkan bau dan pusar terlihat hitam, sehingga harus dibersihkan.

Sayangnya, membersihkan pusar dapat membawa risiko yang terkadang tidak disadari, misalnya seperti:

Infeksi pada pusar

Banyak orang melakukan kesalahan saat membersihkan pusar, misalnya tidak membersihkan pusar dengan menggunakan sabun. Penggunaan lotion atau baby oil memang cukup membantu mengangkat penumpukan kotoran di dalam pusar, namun sayangnya tanpa sabun, bakteri tetap masih bisa hidup dan berkembang di sana. Penumpukan bakteri yang jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan infeksi, yang biasanya disertai dengan kemerahan, rasa sakit di pusar, pembengkakan, bau tak sedap serta munculnya cairan kekuningan atau kecoklatan dari dalam pusar.

Infeksi ragi pada pusar

ilustrasi infeksi pusar saat hamil
Sumber gambar

Bukan hanya bakteri saja yang bisa tumbuh dan berkembang di dalam pusar. Selain bakteri, jamur juga bisa tumbuh secara alami di atas permukaan kulit. Saat jumlahnya tidak berlebihan, jamur tidak akan mengganggu. Namun jika jumlahnya berlebihan, maka jamur akan menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada pusar, yang dikenal dengan infeksi ragi.

Infeksi ragi ini mirip seperti infeksi ragi pada vagina atau di dalam rongga mulut, yang biasanya ditandai dengan gejala seperti berikut:

  • Kemerahan
  • Rasa gatal
  • Rasa sakit pada pusar
  • Keluarnya cairan dari pusar yang berbau tidak sedap

Infeksi ragi tidak boleh dibiarkan berkembang selama kehamilan, karena mungkin mempengaruhi kehamilan. Anda harus mengobatinya dengan krim anti jamur dan menjaga pusar tetap kering serta bersih. Obat anti jamur yang digunakan pun sebaiknya diperoleh sesuai resep dokter, agar tidak membahayakan kehamilan.

Tumbuhnya kista epidermoid

Kista epidermoid dapat tumbuh di bagian kulit mana saja. Hal ini terjadi ketika sel epidermal justru terjebak dan berkembang di bawah kulit. Akibatnya, akan muncul benjolan yang lembut dan menyakitkan bila disentuh.

Kista ini sebenarnya tidak berbahaya dan ganas, namun dapat sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Kista epidermoid dapat terjadi bila Anda tidak membersihkan pusar dengan benar.

Anda harus segera menemui dokter dan memeriksakan diri apabila pada pusar Anda tumbuh benjolan. Dengan pemeriksaan oleh dokter, dokter bisa memastikan apakah ini adalah kista yang tidak berbahaya atau sudah berkembang menjadi kanker. Keduanya sama-sama membutuhkan penanganan invasif dari dokter, dan harus diangkat melalui pembedahan.

Batu pusar

Batu pusar adalah kondisi langka yang disebabkan oleh penumpukan kotoran di dalam pusar yang kemudian mengeras. Sisa sel kulit mati, sebum dan juga penumpukan kotoran yang tidak dibersihkan dengan baik akan lama kelamaan membentuk benda massa padat yang menempel di dalam pusar. Akan sangat sulit untuk mengambilnya dengan hanya menggunakan cotton bud, karena terkadang batu pusar mirip dengan komedo hitam yang bersembunyi di dalam pori-pori pusar.

Cara yang benar untuk membersihkan pusar saat hamil

ilustrasi cara membersihkan pusar saat hamil
Sumber gambar

Ketika membersihkan pusar, Anda harus memahami konsep yang sama seperti saat membersihkan tangan. Bakteri dapat menempel dan bersembunyi di kulit, sehingga satu-satunya cara membunuh bakteri adalah dengan menggunakan alkohol atau sabun.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membersihkan pusar Anda:

  • Rendam kapas dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol dan oleskan perlahan di dalam lubang pusar. Jika kapas sudah kotor, ganti dengan kapas yang masih bersih.
  • Ketika kapas sudah terlihat bersih, artinya sudah tidak ada kotoran yang tersisa, inilah saatnya untuk membersihkan sisa cairan alkohol dengan sabun agar sisa-sisa bakteri benar-benar mati dan tidak menyebabkan kulit kering.
  • Anda juga dapat membersihkan pusar setidaknya 1-2 minggu sekali di bawah shower dengan menggunakan sabun dan air, kemudian mengeringkan sisa air dengan handuk agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
  • Jika Anda memutuskan untuk menggunakan body lotion, maka pastikan Anda membilasnya kembali dengan sabun dan air bersih, karena body lotion tidak membunuh bakteri atau kuman.
  • Untuk membersihkan pusar yang menonjol, Anda bisa menggunakan sabun dan handuk kecil serta menggosoknya perlahan sampai kotoran terangkat keluar.

Tidak perlu mengoleskan lotion atau pelembab pada pusar, karena tempat yang lembab akan menjadi tempat favorit bagi kuman untuk berkembang. Pastikan saja Anda rutin membersihkan pusar dan menjaganya tetap kering sehingga kuman tidak tinggal di dalamnya.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Terakhir, gunakan pakaian berbahan katun yang dapat menyerap keringat sehingga tidak meningkatkan risiko perkembangan bakteri pada kulit tubuh, terutama pada lipatan kulit dan lubang seperti pusar. Periksakan diri apabila keluar cairan nanah dari dalam pusar yang menandakan infeksi atau adanya rasa gatal disertai pembengkakan pada pusar. Anda akan membutuhkan obat antibiotik serta krim perawatan untuk menyembuhkannya.

Sumber:

  1. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320706#treatments
  2. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/features/things-that-can-go-wrong-bellybutton
  3. https://www.medicinenet.com/belly_button/article.htm
  4. https://www.medicinenet.com/what_is_the_belly_button_for/article.htm
  5. https://www.healthline.com/health/dirty-belly-button#risks

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id