Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Begini Jawabannya
Kehamilan

Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Begini Jawabannya

November 6th 2022

Apakah orang hamil bisa haid merupakan pertanyaan umum banyak ibu hamil. Hal ini karena ibu hamil kadang mengalami peristiwa keluarnya bercak darah seperti haid. Bercak darah tersebut umum dijumpai pada kehamilan trimester pertama, terutama di bawah usia kehamilan 6 minggu.

Tidak hanya pada saat hamil muda, pada trimester kedua pun ibu hamil dapat mengalami keluarnya bercak darah. Ada sebab normal dan tidak normal terkait hal tersebut. Lalu apakah darah yang keluar itu merupakan darah haid? Apakah orang hamil bisa haid? Simak penjelasan pada artikel berikut ini.

Apakah orang hamil bisa haid?

ilustrasi haid saat hamil
Sumber gambar

Keluarnya bercak darah pada awal kehamilan membuat banyak ibu hamil bertanya-tanya apakah orang hamil bisa haid. Sebenarnya, bercak darah yang keluar ketika hamil bukan disebut sebagai haid. Siklus haid adalah peristiwa keluarnya darah dari lubang kemaluan ketika seorang perempuan tidak sedang hamil.

Lalu apa bercak tersebut? Peristiwa seperti ini disebut sebagai spotting, yaitu keluarnya darah akibat implantasi janin ke dinding rahim. Spotting biasanya terjadi sangat awal, yaitu sebelum usia kehamilan 6 minggu.

Jadi, setelah pembuahan, janin tidak langsung berada di dalam rahim. Ia masih berada di ampula, yaitu suatu tempat di ujung saluran tuba. Kemudian ia akan bergerak melintasi saluran tuba menuju ke rahim. Ketika tiba di rahim inilah janin akan ditanam atau ditancapkan ke dinding rahim.

Proses penanaman tersebut membuat sel sekitar dinding rahim rapuh dan terkelupas. Anggap saja jika Anda menancapkan paku di dinding, akan ada serpihan dinding yang mengelupas di sekitarnya. Begitu pula dengan dinding rahim di sekitar janin akan mengelupas, lalu keluar dari vagina sebagai bercak darah.

Bercak darah ini berbeda dengan haid pada umumnya. Haid merupakan sekumpulan sel dinding rahim yang meluruh, sehingga jumlahnya lebih banyak dan warnanya lebih pekat. Spotting juga bukan merupakan pendarahan tanda keguguran sehingga Anda tidak perlu khawatir bila mengalaminya.

Akan tetapi, tidak semua perdarahan di awal kehamilan adalah kondisi normal. Untuk memastikan hal tersebut, berkonsultasilah dengan dokter kandungan untuk dilakukan pemeriksaan USG. Anda juga dapat meminta tes NIPT ketika usia kehamilan menginjak 10 minggu, untuk melakukan deteksi dini kelainan kromosom pada janin.

Penyebab perdarahan tidak normal saat hamil

ilustrasi konsultasi pasien
Sumber gambar

Selain akibat spotting, perdarahan apa pun yang terjadi pada masa kehamilan bukanlah kondisi yang normal. Baik pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga, perdarahan bisa saja terjadi. Berikut adalah beberapa sebab perdarahan yang tidak normal saat hamil.

Abortus

Abortus atau keguguran pada umumnya dikenal sebagai keluarnya janin dari dalam rahim. Padahal, abortus tidak selalu berarti demikian. Ada beberapa jenis abortus yang masih dapat dipertahankan, yaitu ketika seluruh hasil konsepsi masih berada di dalam rahim yang tertutup.

Plasenta previa

Plasenta previa adalah kelainan plasenta di mana plasenta terletak di bawah. Posisi terlalu bawah inilah yang dikhawatirkan menutup jalan lahir dan berpotensi terjadi perdarahan. Ibu hamil dengan plasenta previa umumnya akan melakukan persalinan dengan cara operasi demi keamanan ibu dan bayi.

Solusio plasenta

Solusio plasenta juga merupakan kelainan plasenta, namun berbeda dengan plasenta previa. Pada solusio plasenta, lokasi plasenta bukan di bawah. Kelainan terjadi ketika perlekatan plasenta tidak terlalu kuat sehingga mengelupas dan mengakibatkan perdarahan.

Perdarahan pada solusio plasenta tidak selalu tampak dari luar, namun inilah yang membuatnya lebih berbahaya. Darah yang terbendung di dalam rahim dan tidak disadari dapat mengancam nyawa secara diam-diam. Darah pada solusio plasenta juga umumnya berwarna gelap, tidak seperti darah pada plasenta previa yang cenderung cerah.

Nah, setelah membaca artikel di atas, apakah pertanyaan Anda tentang apakah orang hamil bisa haid sudah terjawab? Tentu saja orang hamil tidak mengalami haid. Apabila terjadi perdarahan selama hamil, hal itu tidak bisa disamakan dengan haid.

Apabila mengalami pendarahan ketika hamil, segeralah beristirahat dan berkonsultasi ke dokter kandungan. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga pola makan sehat untuk membantu pemulihan pasca perdarahan. Ada baiknya mengonsumsi makanan tinggi protein untuk memperbaiki sel yang rusak dan zat besi untuk menggantikan darah yang keluar.

Menjaga pola makan untuk selalu mengonsumsi gizi seimbang memang susah dan agak merepotkan. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, sudah ditemukan banyak indikator untuk membantu perencanaan gizi Anda, salah satunya dengan tes nutrigenomik. Kini Anda dapat melakukan tes nutrigenomik untuk mengetahui kebutuhan dan makanan yang cocok dengan tubuh. Menarik, bukan?

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Itulah artikel seputar jawaban dari apakah orang hamil bisa haid. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua dalam memahami jenis dan sebab perdarahan selama masa kehamilan. Selamat beraktivitas dan menjalani kehamilan dengan menyenangkan.

Sumber:

  1. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vaginal-bleeding/#:~:text=Causes%20of%20bleeding%20in%20early%20pregnancy&text=In%20early%20pregnancy%2C%20you%20might,period%20would%20have%20been%20due
  2. https://www.webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id