Mitos Tentang Apakah Ciuman Bibir Bisa Hamil
Kesehatan

Mitos Tentang Apakah Ciuman Bibir Bisa Hamil

November 17th 2022

Apakah ciuman bibir bisa hamil merupakan mitos yang cukup banyak beredar di masyarakat. Masih ada orang yang berpikir bahwa apa pun jenis persentuhan tubuh dapat mengakibatkan kehamilan. Banyaknya remaja yang mempertanyakan apakah ciuman bibir bisa hamil, secara tidak langsung menunjukkan kurangnya edukasi seksual sejak usia dini.

Edukasi seksual sejak remaja, bahkan kanak-kanak, sangat penting dilakukan agar tidak banyak orang terjerumus pada informasi yang salah. Lalu apakah ciuman bibir bisa hamil merupakan mitos atau fakta? Bagaimana proses kehamilan terjadi? Apa saja tanda dan gejalanya? Simak penjelasan berikut.

Apakah ciuman bibir bisa hamil?

ilustrasi pasangan
Sumber gambar

Apakah ciuman bibir bisa hamil? Pertanyaan tersebut sering terlontar dari anak-anak maupun para remaja. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan masih ada orang dewasa yang mempertanyakan hal tersebut.

Ciuman dapat berakibat pada kehamilan merupakan pernyataan mitos. Faktanya, hanya persetubuhan yang mempertemukan sperma dan sel telur yang dapat menghasilkan pembuahan hingga kehamilan. Bibir yang bersentuhan hanya akan membuat terjadinya pertukaran air liur, yang sama sekali tidak mengandung sperma maupun sel telur.

Banyak mitos beredar di masyarakat mengenai ciuman bibir, berpegangan tangan, hingga berenang bersama yang mengakibatkan kehamilan. Perlu diketahui bahwa meskipun bibir Anda baru bersentuhan dengan air mani, masuknya sperma dari saluran pencernaan tetap tidak dapat menembus organ reproduksi. Bagaimana pun sperma harus bertemu sel telur di dalam vagina agar dapat menghasilkan pembuahan.

Anda tidak perlu mengkhawatirkan apakah ciuman bibir bisa hamil karena hal tersebut tidak mungkin terjadi. Alih-alih menyebabkan hamil, Anda justru harus waspada terhadap penularan beberapa penyakit, termasuk penyakit seksual. Pertukaran air liur dapat menjadi media penularan HIV, herpes, flu, dan banyak lagi.

Apabila seks melalui alat kelamin dapat menggunakan kondom sebagai pengaman dari penyakit menular seksual, maka tidak ada pengaman dalam kegiatan seks oral. Pastikan tidak ada luka pada bibir dan Anda dalam keadaan sehat untuk meminimalisasi risiko penularan penyakit. Hal yang paling aman adalah bila Anda tidak melakukan aktivitas seksual oral terlebih dahulu sebelum menikah atau menemukan pasangan yang tidak meragukan.

Proses terjadinya kehamilan

ilustrasi pembuahan janin
Sumber gambar

Setelah mengetahui jawaban apakah ciuman bibir bisa hamil, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana proses kehamilan terjadi. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kehamilan merupakan akibat dari pertemuan sperma dan sel telur di dalam organ reproduksi. Pada saat berhubungan seks, sperma akan masuk melalui vagina dan berenang menuju rahim.

Sementara itu, indung telur aktif memproduksi dan mengeluarkan sebuah sel telur setiap bulan. Sel telur yang sedang dalam perjalanan menuju rahim lalu bertemu dengan sperma. Ketika satu sperma telah membuahi sel telur, maka sperma lain akan mati.

Sel telur yang telah terbuahi kemudian melanjutkan perjalanan menuju rahim. Ia akan membelah menjadi 2, 4, 8 sel, dan seterusnya hingga menjadi janin. Janin tersebut kemudian ditanam di dinding rahim untuk selanjutnya berkembang di sana. Inilah yang dinamakan proses kehamilan.

Selama proses kehamilan, tubuh memerlukan banyak nutrisi untuk menyokong keberhasilan proses tersebut. Itulah mengapa ibu hamil harus lebih memperhatikan kecukupan nutrisi harian mereka. Sekarang Anda dapat melakukan tes nutrigenomik untuk mengetahui kebutuhan nutrisi secara tepat sehingga dapat menyediakan kebutuhan nutrisi janin dalam kandungan dengan optimal.

Tanda dan gejala kehamilan

ilustrasi gejala hamil
Sumber gambar

Setelah terjadi pembuahan, itu tandanya Anda telah positif hamil. Pada awal kehamilan, akan ada beberapa tanda dan gejala yang dapat Anda alami. Berikut beberapa tanda dan gejala bahwa Anda sedang hamil muda.

  1. Adanya kantong kehamilan
  2. Terdengarnya detak jantung janin
  3. Adanya gerakan janin
  4. Hasil test pack positif (dua garis)
  5. Terlambat haid
  6. Mual hingga muntah yang memberat di pagi hari
  7. Perut terasa kram
  8. Munculnya flek darah dari kemaluan
  9. Tubuh merasa lebih cepat lelah dan menngatuk
  10. Frekuensi buang air kecil bertambah sering

Itulah beberapa tanda dan gejala yang bisa terjadi, meski ada banyak lagi gejala di luar itu. Sebenarnya, gejala-gejala di atas bukan merupakan tanda pasti kehamilan, kecuali tanda nomor 1 hingga 3. Gerakan janin mungkin baru dapat dirasakan setelah usia kandungan menginjak 12 minggu ke atas.

Begitu pula dengan tanda pasti nomor 1 dan 2 yang hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan USG. Itulah pentingnya melakukan pemeriksaan USG sejak dini. Selain USG, Anda juga bisa melakukan tes NIPT sejak usia kehamilan 10 minggu untuk mendeteksi kelainan kromosom dan jenis kelamin pada janin dalam kandungan. Menarik, bukan?

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Cek Kondisi Janin Sejak Dini

Nah, itulah sedikit pengetahuan mengenai apakah ciuman bibir bisa hamil, proses terjadinya kehamilan, serta tanda dan gejala awal kehamilan. Semoga Anda tidak penasaran lagi mengenai hal-hal yang dapat mengakibatkan kehamilan. Fokuslah pada proses kehamilan itu sendiri dan bagaimana mencegah aktivitas seksual agar tak menjadi media penularan berbagai penyakit.

Sumber:

  1. https://www.ucsfhealth.org/education/conception-how-it-works#:~:text=To%20become%20pregnant%2C%20the%20following,sperm%20and%20egg%20must%20result
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11585-conception

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id