Mengulik Tentang Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya
Kesehatan

Mengulik Tentang Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Juli 20th 2022

Alat reproduksi asli pada wanita memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Masing-masing organ reproduksi tersebut saling bekerja sama dan mendukung satu sama lain terutama untuk mempersiapkan kehamilan.

Semua manusia memiliki organ reproduksi yang fungsi utamanya adalah untuk berkembang biak dan memiliki keturunan. Organ reproduksi pria dan wanita tentu saja berbeda, dan memiliki fungsi yang berbeda pula, organ reproduksi pria menghasilkan sperma sedangkan organ reproduksi wanita menghasilkan sel telur. Saat sperma dan sel telur bertemu, terjadilah pembuahan yang kemudian sel-sel di dalamnya membelah diri dan berkembang menjadi organ-organ tubuh janin.

Sebelum menjalani program hamil, ada baiknya Anda mencari tahu bagaimana organ reproduksi wanita bekerja, sehingga Anda bisa menjaga kesehatan tubuh dan mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik.

Alat reproduksi asli wanita, apa saja?

ilustrasi tentang alat reproduksi wanita
Sumber gambar

Alat reproduksi wanita terdiri dari organ internal dan organ eksternal. Semuanya saling bekerja sama dan menunjang fungsi organ lain demi mensukseskan perkembangbiakan.

Yang termasuk dalam organ internal wanita, yaitu:

Vagina

Vagina adalah bagian penting dari reproduksi internal, yang berperan dalam banyak aktivitas dan periode wanita seperti kegiatan seksual, menstruasi, kehamilan dan persalinan. Vagina adalah saluran berotot yang bisa melar dan berbentuk seperti kanal yang menunjang organ eksternal wanita, misalnya vulva.

Vagina memiliki empat fungsi utama:

  • Pengalaman seksual – dinding di vagina akan berkontraksi ketika Anda berhubungan intim dan ada penetrasi yang terjadi. Lorong vagina akan melebar dan menjadi basah apabila dirangsang secara seksual untuk mencegah rasa sakit dan cedera. Alih-alih terluka, vagina yang membasahi diri akan memberikan kenikmatan saat ada penetrasi.
  • Menstruasi – ketika dinding rahim luruh setiap bulannya pada periode menstruasi, maka darah akan mengalir keluar melalui vagina. Anda bisa menampung darah menstruasi menggunakan pembalut, menstrual cup atau tampon.
  • Kehamilan – vagina berperan penting dalam penetrasi dan ejakulasi. Ketika sperma dilepaskan ke liang vagina, sperma akan berenang lebih dalam hingga mencapai rahim dan tuba falopi untuk membuahi sel telur
  • Persalinan – vagina juga dikenal sebagai jalan lahir, di mana janin yang sudah siap untuk dilahirkan akan turun ke liang vagina dan kemudian keluar melalui liang tersebut. Pada saat ini, vagina akan melebar mengikuti ukuran tubuh janin dan akan kembali ke ukuran semula

Rahim

ilustrasi rahim
Sumber gambar

Jika Anda amati, rahim memiliki bentuk mirip seperti buah pir yang memainkan peranan penting dalam menstruasi, kesuburan dan juga kehamilan. Rongga berotot yang berada di antara rektum dan kandung kemih ini menjadi tempat ditanamnya sel telur yang telah dibuahi, dan ruang untuk janin tumbuh dan berkembang di sana.

Setiap bulannya, dinding rahim akan menebal guna mempersiapkan diri apabila ada implementasi yang terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sperma. Jika tidak terjadi pembuahan, maka dinding yang sudah menebal akan luruh dan keluar sebagai darah menstruasi. Namun bila pembuahan terjadi, dinding yang sudah menebal tadi akan menjadi tempat yang subur bagi sel telur yang telah dibuahi untuk menanamkan diri dan menempel, hingga sel tersebut membelah diri dan tumbuh menjadi embrio serta berkembang menjadi janin.

Di trimester pertama, di mana janin yang menempel di dinding rahim masih sangat kecil, Anda bisa melakukan pengecekan kesehatan seperti misalnya NIPT test. Pemeriksaan yang dilakukan di awal kehamilan ini berguna untuk mengetahui adanya kelainan genetik atau kecacatan yang mungkin dialami sebelum janin tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar. Dengan adanya pemeriksaan ini, Anda bisa mempersiapkan diri untuk mengatasi adanya kecacatan pada janin.

Ovarium

Alat reproduksi asli selanjutnya adalah ovarium, yang berupa kelenjar kecil berbentuk oval yang terletak di kedua sisi rahim. Ovarium bertugas memproduksi dan menyimpan sel telur serta memproduksi hormon yang akan mengontrol siklus menstruasi dan kehamilan.

Selama ovulasi, salah satu ovarium Anda akan melepaskan sel telur. Sel telur tersebut harus berhasil dibuahi sperma untuk menyebabkan kehamilan. Setiap bulannya, indung telur akan melepaskan sel telur hingga mencapai masa menopause. Ovarium akan berhenti melepaskan telur sementara selama masa kehamilan.

Tuba Falopi

ilustrasi tuba fallopi
Sumber gambar

Bila Anda memperhatikan adanya tabung sempit yang melekat pada bagian atas rahim, itulah yang disebut dengan tuba falopi. Saluran ini berfungsi sebagai jalur bagi sel telur melakukan perjalanan dari ovarium ke rahim.

Biasanya, pembuahan juga terjadi di saluran tuba. Normalnya, setelah dibuahi sel telur akan bergerak ke rahim untuk menanamkan diri. Namun, ada kalanya pergerakannya terhambat sehingga sel telur justru berkembang di tuba falopi yang menyebabkan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan. Kondisi ini bisa membahayakan jiwa sang ibu, sehingga pemeriksaan USG di awal kehamilan diperlukan untuk mengetahui di mana posisi sel telur menanamkan diri.

Yang termasuk organ eksternal wanita, yaitu:

Organ eksternal wanita tersusun dari 4 organ yang berdekatan satu sama lain.

  • Labia mayora – labia mayora memiliki bentuk seperti bibir yang besar, yang membungkus dan melindungi organ reproduksi eksternal lainnya. Selama masa pubertas, di sekeliling labia mayora akan dipenuhi rambut yang juga mengandung kelenjar keringat untuk menjaga kelembaban di luar vagina
  • Labia minora – labia minora memiliki bentuk seperti bibir namun berukuran lebih kecil. Letaknya tepat berada di dalam labia mayora dan mengelilingi pintu vagina. Kulit labia minora sangatlah lembut dan halus, sehingga ia mudah teriritasi dan bengkak. Anda harus memperlakukannya dengan lembut agar ia tidak mudah lecet dan terluka.
  • Kelenjar Bartholin – di masing-masing pembukaan vagina, ada kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi lendir.
  • Klitoris – klitoris adalah pertemuan dari kedua labia minora yang berbentuk seperti tonjolan kecil sensitif, mirip seperti kepala penis pria. Klitoris ditutupi oleh lipatan kulit yang disebut preputium, seperti halnya penis, klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa ereksi ketika terus menerus dirangsang.

BACA JUGA: NIPT Test, Metode untuk Mengetahui Kondisi Janin Sejak Dini

Tak hanya berperan dalam perkembangbiakan, organ reproduksi wanita juga mempengaruhi kondisi kesehatan wanita sepanjang hidupnya. Sehingga masing-masing organ harus tetap diperhatikan dan dijaga kondisinya. Anda bisa memberikan perlindungan terhadap organ internal reproduksi dengan mempraktikkan seks yang aman, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan kondom sebagai alat perlindungan dari penyakit menular seksual. Dengan perlindungan tersebut, kondisi kesehatan reproduksi akan terus terjaga selamanya.

Sumber:

  1. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9118-female-reproductive-system
  2. https://my.clevelandclinic.org/health/body/22469-vagina
  3. https://my.clevelandclinic.org/health/body/22467-uterus
  4. https://my.clevelandclinic.org/health/body/22999-ovaries
  5. https://www.medicalnewstoday.com/articles/female-reproductive-organ-anatomy

Temukan pengalaman baru cek kesehatan dengan mengetahui masa depanmu!

DAFTAR KONSULTASI GRATIS

Connect with us on instagram

@tanyadna.id